PRABA INSIGHT- Menjelang Lebaran, harusnya jadi momen bahagia buat para driver ojek online (ojol), taksi online (taksol), dan kurir. Soalnya, Presiden Prabowo Subianto udah kasih instruksi ke aplikasi kayak Gojek, Grab, Shopee Food, Maxim, Lalamove, dan lainnya buat ngasih Bonus Hari Raya (BHR) ke para mitranya.

Aturannya sih jelas, BHR harus 20% dari pendapatan setahun terakhir, dan cair maksimal H-7 Lebaran atau sekitar 24-25 Maret 2025. Tapi ternyata, banyak driver yang malah kena PHP!

BHR Tak Sesuai Janji, Driver Merasa Dibodohi

Dimas, driver ojol yang udah ngaspal dari pagi sampai malam, akhirnya buka aplikasinya buat cek BHR. Pas liat nominalnya, dia cuma bisa mengelus dada. Cuma Rp 50 ribu?

"Seriusan? Setahun kerja siang-malam, cuma dapet segini?" keluhnya sambil screenshoot saldo di aplikasinya.

Padahal, total pendapatannya selama 12 bulan terakhir Rp 33 juta. Harusnya, kalau sesuai aturan, dia dapet Rp 6,6 juta. Tapi realitanya? Jauh banget!

Keluhan kayak Dimas bukan kasus tunggal. Grup WhatsApp dan Telegram driver langsung rame dengan curhatan serupa. Banyak yang merasa dikadalin sistem, gara-gara platform pasang syarat super ketat buat dapet BHR penuh.

Syaratnya absurd banget, kayak:

✔ Harus aktif minimal 25 hari per bulan

✔ Online selama 200 jam per bulan

✔ Tingkat penerimaan order 90%

✔ Tingkat penyelesaian trip 90%

Kalau nggak masuk kriteria itu, siap-siap aja dapet BHR yang receh atau malah nggak dapet sama sekali!

PATRA Angkat Suara: THR Ojol Harus Adil!

Melihat kondisi ini, Paguyuban Transportasi Indonesia (PATRA) langsung geram. Sekjen PATRA, Irfan Ardhiyanto, menegaskan kalau sistem yang dipakai platform nggak adil dan diskriminatif.

"Presiden dapet info kalau driver bakal dikasih THR Rp 1 juta, tapi di lapangan realitanya beda banget! Ini jelas ada yang nggak beres," kata Irfan, Minggu (23/3/2025).

Belum lagi skema prioritas yang bikin penghasilan driver makin nggak jelas. Dari akun prioritas, skema slot, argo goceng, sampai level prioritas, semua bikin persaingan makin ketat. Belum lagi potongan platform yang bisa sampai 50%.

Makanya, PATRA ngajak semua driver ojol, taksol, dan kurir buat ngelapor bareng ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) lewat Posko THR. Mereka nggak mau diam aja dan siap memperjuangkan hak para driver.

"Kita tolak THR yang nggak manusiawi ini! Driver udah kerja keras, tapi haknya malah dipermainkan," tegas Irfan.

Sementara itu, Dimas masih bengong di depan layar HP-nya. Harusnya, dia udah mulai belanja buat Lebaran. Tapi dengan THR receh segini, rasanya mustahil buat bawa pulang baju baru, apalagi THR buat keponakan.

"Kalau begini caranya, kapan driver kayak kita bisa sejahtera?" gumamnya, sebelum kembali menyalakan motor dan ngejar orderan lagi.