Menu ✖

Breaking News

News

Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill

badge-check

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pendatang wajib memiliki kemampuan kerja. Jakarta tetap terbuka, namun tanpa skill akan ditertibkan Pemprov DKI.(Istimewa) Perbesar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pendatang wajib memiliki kemampuan kerja. Jakarta tetap terbuka, namun tanpa skill akan ditertibkan Pemprov DKI.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Jakarta, seperti biasa, selalu punya dua wajah: kota harapan dan kota kenyataan. Di satu sisi, ia memanggil siapa saja untuk datang. Di sisi lain, ia juga mulai selektif setidaknya dalam urusan siapa yang siap bertahan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, kembali mengingatkan satu hal yang sering terdengar klise tapi tetap relevan: merantau ke ibu kota itu bukan sekadar soal nekat, tapi juga soal bekal.

Pernyataan itu ia sampaikan langsung di Balai Kota Jakarta, dengan nada yang terdengar terbuka tapi sekaligus memberi batas.

“Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja, dan kapabilitasnya sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan,” kata Pramono.

Kalimat itu sederhana, tapi pesannya jelas: Jakarta bukan tempat uji coba nasib tanpa persiapan.

Menariknya, Pemprov DKI Jakarta tidak akan kembali ke cara-cara lama seperti operasi yustisi untuk menjaring pendatang. Artinya, tidak ada razia identitas yang sering dulu jadi momok para perantau baru. Jakarta, kata Pramono, tetap kota terbuka.

Tapi terbuka di sini bukan berarti tanpa syarat.

Bagi mereka yang datang tanpa keterampilan atau kemampuan kerja, Pemprov sudah menyiapkan sikap yang lebih tegas. Bukan menolak mentah-mentah, tapi juga tidak akan membiarkan situasi jadi beban sosial baru di tengah kompleksnya persoalan kota.

“Dalam hal yang seperti itu (pendatang yang tak punya kemampuan kerja), pasti akan kami berikan ruang untuk ditertibkan. Tidak bisa orang kemudian datang tanpa mempunyai kemampuan apa pun dan menjadi beban. Jadi, Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi kami meminta bagi siapa pun yang datang ke Jakarta, mari membuka ruang untuk bekerja keras di Jakarta,” ungkap Pram.

Di titik ini, Jakarta seperti sedang berkata jujur pada dirinya sendiri: peluang memang ada, tapi tidak gratis. Kota ini masih menerima siapa saja, tapi tidak lagi sepenuhnya memeluk tanpa seleksi.

Bagi para calon perantau, pesannya jadi cukup terang datang boleh, mimpi silakan, tapi jangan lupa bawa kemampuan. Karena di Jakarta, yang bertahan bukan cuma yang berani, tapi juga yang siap.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pangdam III/Siliwangi Pimpin Sertijab, Kolonel Inf Galih Bramantyo Jadi Danrem 063/SGJ

26 Sep 2026 - 20:37 WIB

Pangdam III/Siliwangi Pimpin Sertijab, Kolonel Inf Galih Bramantyo Jadi Danrem 063/SGJ

Zaskia Adya Mecca Ungkap Kondisi Terkini Sang Mama Usai Stroke, Sempat Alami Wajah Miring

26 Sep 2026 - 19:55 WIB

Zaskia Adya Mecca Ungkap Kondisi Terkini Sang Mama Usai Stroke, Sempat Alami Wajah Miring

Kapolda Sulut Yudho Hermanto Resmi Naik Pangkat Jadi Irjen Pol

26 Sep 2026 - 10:05 WIB

Kapolda Sulut Yudho Hermanto Resmi Naik Pangkat Jadi Irjen Pol

Brigjen Eko Hadi Santoso Naik Pangkat Jadi Irjen Pol, Kini Jabat Penyidik Utama Bareskrim

25 Sep 2026 - 21:42 WIB

Brigjen Eko Hadi Santoso Naik Pangkat Jadi Irjen Pol, Kini Jabat Penyidik Utama Bareskrim

LSM Somasi Apresiasi Kapolres dan Kepala BPN Turun Langsung Usut Mafia Tanah Kayuringin

25 Sep 2026 - 18:56 WIB

LSM Somasi Apresiasi Kapolres dan Kepala BPN Turun Langsung Usut Mafia Tanah Kayuringin
Trending di News