Menu

Mode Gelap
Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu Operasi Plastik Makin Diminati, Dokter Ingatkan Jangan Asal Ikut Tren, Konsultasi Jadi Kuncinya Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main Persija Disingkirkan Persib di Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong: Saya Tidak Puas, tapi Ini Baru Pemanasan Bukan Cuma Turnamen, ASICS Community Slam 2026 Bangun Ekosistem Tenis dan Padel Indonesia

Lifestyle

Operasi Plastik Makin Diminati, Dokter Ingatkan Jangan Asal Ikut Tren, Konsultasi Jadi Kuncinya

badge-check

Operasi plastik semakin diminati masyarakat Indonesia. Dokter bedah plastik mengingatkan pentingnya konsultasi agar tindakan aman, sesuai kebutuhan, dan menghasilkan tampilan natural.(Istimewa) Perbesar

Operasi plastik semakin diminati masyarakat Indonesia. Dokter bedah plastik mengingatkan pentingnya konsultasi agar tindakan aman, sesuai kebutuhan, dan menghasilkan tampilan natural.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – TANGSEL –  Dulu, operasi plastik identik dengan artis Korea, selebritas Hollywood, atau orang-orang yang dianggap terlalu serius mengejar standar cantik versi majalah. Sekarang ceritanya sudah berbeda. Operasi plastik pelan-pelan berubah menjadi layanan kesehatan yang mulai dilirik masyarakat biasa.

Teknologi medis yang semakin maju membuat bedah estetika bukan lagi soal mengubah wajah menjadi orang lain, melainkan memperbaiki bagian tertentu agar terlihat lebih proporsional dan tetap natural.

Masalahnya, di era ketika satu video TikTok bisa membuat orang mendadak ingin punya hidung lebih mancung atau dagu lebih lancip, keputusan menjalani operasi plastik sering kali lahir karena tren, bukan kebutuhan. Padahal, menurut dokter spesialis bedah plastik, keputusan semacam ini seharusnya dimulai dari satu langkah yang paling sederhana: konsultasi.

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika Cellive Clinic, dr. Yuri Putra, Sp.B.P.R.E., mengatakan setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan hanya karena sama-sama ingin tampil lebih menarik.

“Nomor satu tentunya kita harus membiasakan diri konsultasi dengan dokternya terlebih dahulu. Dari konsultasi nanti teman-teman akan tahu masalah yang paling dikeluhkan dan akan dinilai secara holistik oleh dokternya. Setelah semuanya tergambarkan, baru diputuskan apakah memang perlu dilakukan perbaikan ataupun hanya sedikit tindakan. Pada akhirnya hasil yang diharapkan pasien dan dokter bisa sesuai,” ujar Yuri saat soft opening Cellive Clinic di BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (2/8/2026).

Kalau dipikir-pikir, memang agak aneh ketika orang lebih lama membandingkan spesifikasi ponsel sebelum membeli, tetapi rela memutuskan operasi plastik hanya karena melihat hasil orang lain di media sosial.

Menurut Yuri, konsultasi bukan sekadar formalitas. Di situlah dokter menilai apakah seseorang memang membutuhkan tindakan bedah atau justru cukup dengan prosedur lain yang lebih sederhana.

Operasi Plastik Bukan Lagi Soal Mengubah Wajah Total

Perkembangan teknologi membuat hasil operasi plastik kini jauh lebih presisi dibanding beberapa tahun lalu. Bahkan, menurut Yuri, perubahan yang dihasilkan bisa lebih signifikan dibanding sejumlah prosedur nonbedah.

Namun, hasil operasi bukan berarti otomatis bertahan selamanya tanpa usaha. Pola hidup sehat tetap menjadi faktor yang menentukan.

“Saya sebagai dokter bedah plastik tentunya menyarankan teman-teman semua untuk mulai memberanikan diri operasi plastik. Kenapa? Karena operasi plastik memberikan suatu hasil yang sangat signifikan, segera, dan hasilnya juga bisa dikatakan hampir permanen. Tinggal bagaimana kita menjalankan, menjaganya dengan nutrisi dan olahraga sehingga selain mengubah tampilan, juga mengubah kepribadian dan kesehatan kita akan menjadi semakin lebih baik,” katanya.

Yang menarik, tren operasi plastik juga berubah. Kalau dulu banyak orang datang membawa foto artis sebagai “contoh wajah impian”, sekarang kecenderungannya justru bergeser. Pasien lebih ingin terlihat sebagai versi terbaik dirinya sendiri, bukan menjadi orang lain.

Pendekatan itu pula yang menurut Yuri diterapkan dalam praktiknya.

“Kami tidak melihat bagaimana tampilan seseorang sebelumnya, tetapi melihat hal-hal yang bisa diperbaiki secara natural. Jadi meskipun ingin dibuat lebih cantik atau hidung lebih mancung misalnya, kami akan melihat bagian yang memang perlu saja. Tidak semuanya harus dioperasi dan tidak semuanya harus dilakukan tindakan yang tidak perlu,” ujarnya.

Kalimat terakhir itu mungkin terdengar sederhana. Tapi justru di situlah bedanya dokter dengan algoritma media sosial. Dokter punya kewajiban mengatakan “tidak perlu”, sementara algoritma selalu membuat kita merasa “masih kurang”.

Jangan Mudah Percaya Promo, Percayalah pada Kompetensi Dokter

Masih banyak orang Indonesia yang menganggap operasi plastik sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebagian lagi menganggapnya sebagai bentuk ketidaksyukuran. Namun menurut Yuri, perlahan stigma tersebut mulai bergeser karena masyarakat kini lebih mudah memperoleh informasi.

“Sekarang operasi plastik sudah mulai menjadi sesuatu yang rutin dilakukan. Orang-orang juga mulai tidak takut, walaupun stigma di Indonesia masih ada. Cara menghilangkan rasa takut salah satunya adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya. Sekarang sudah mulai banyak sumber informasi, termasuk AI, artikel-artikel, maupun berbagai klinik,” tuturnya.

Meski akses informasi semakin luas, Yuri mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda promosi yang menjanjikan hasil instan dengan harga murah. Hal terpenting justru memastikan dokter yang menangani memang spesialis bedah plastik dan memiliki kompetensi yang jelas.

“Yang paling penting adalah konsultasi, mencari informasi sebanyak-banyaknya, melihat before-after surgery dan apa yang bisa diperbaiki. Tentunya itu akan lebih meyakinkan teman-teman untuk melakukan operasi plastik di dokter yang terpercaya. Dokter bedah plastik di Indonesia sudah tersertifikasi sehingga masyarakat bisa mempercayakan hasil akhirnya kepada dokter yang kompeten,” ucap Yuri.

Estetika Sekarang Tak Lagi Berdiri Sendiri

Dalam kesempatan yang sama, Owner Cellive Clinic, Jihan Mulkan Djaja, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan estetika kini berkembang. Tak hanya ingin tampil lebih baik, banyak pasien juga menginginkan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan pendekatan wellness.

Menurutnya, konsep tersebut dihadirkan agar pasien memperoleh pelayanan yang lebih menyeluruh dengan tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan.

“Kami ingin Cellive Clinic menjadi destinasi kesehatan dan kecantikan terpercaya bagi masyarakat, khususnya di BSD, Tangerang Selatan, dan sekitarnya. Kami percaya setiap orang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dengan teknologi modern, tenaga medis profesional, serta pelayanan yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan pasien,” ujar Jihan.

Ia menambahkan pihaknya akan terus mengikuti perkembangan teknologi kesehatan demi meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, pemerintah daerah, rekan-rekan media, Kalbe Farma, Esthetica Rosereve Japan, Nava Park BSD City, May Star Restaurant, Mister Global Indonesia, para influencer, komunitas, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga soft opening Cellive Clinic dapat berlangsung dengan sukses,” katanya.

Barangkali memang sudah waktunya melihat operasi plastik secara lebih dewasa. Ia bukan lagi sekadar perkara mengejar wajah “sempurna”, melainkan bagian dari layanan medis yang tetap membutuhkan pertimbangan matang. Sebab, wajah yang baik bukan hanya yang enak dipandang, tetapi juga yang diputuskan melalui proses yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

7 Tanda Pasangan Benar-Benar Mencintaimu: Bukan Soal Hadiah Mahal, tapi Hal-Hal Kecil yang Sering Terlewat

2 Agustus 2026 - 16:19

Betadine Ajak Anak Lepas dari Layar, Main, Bergerak, dan Kenal Budaya Lewat Festival Generasi Berani Exploring

28 Juli 2026 - 21:06

Menkes Budi Ungkap Ancaman Terbesar TNI-Polri Bukan Peluru, tetapi Stroke dan Penyakit Jantung

30 Juni 2026 - 19:57

Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik

23 Juni 2026 - 11:14

Saat Sneaker Tak Lagi Sekadar Alas Kaki: ASICS dan Isa Boulder Meracik Bali ke Dalam HYPERSYNC

17 Juni 2026 - 16:35

Trending di Lifestyle