Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Sport

Duel Panas Persija vs Persib “Diasingkan” ke Samarinda, Ternyata Ini Alasannya

badge-check

Laga Persija vs Persib dipastikan digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, bukan di Jakarta. I.League ungkap alasan pemindahan venue demi keamanan dan jadwal kompetisi. Perbesar

Laga Persija vs Persib dipastikan digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, bukan di Jakarta. I.League ungkap alasan pemindahan venue demi keamanan dan jadwal kompetisi.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung memang selalu punya dua hal: gengsi dan potensi keributan. Dan kali ini, keduanya seperti “diamankan” dengan cara yang cukup ekstrem dipindahkan jauh dari rumahnya sendiri.

Alih-alih digelar di Jakarta, duel klasik itu justru akan berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur. Ya, bukan sekadar keluar kota tapi keluar pulau.

Keputusan ini diambil untuk laga pekan ke-32 BRI Super League musim 2025/2026 yang tetap dijadwalkan pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memastikan keputusan tersebut bukan tanpa alasan.

“Liga memutuskan untuk (pertandingan Persija vs Persib) digelar di Kalimantan Timur, ya, di Samarinda tepatnya. Waktunya sama, tanggal 10 (Mei 2026, jamnya tetap 15.30,” kata Ferry Paulus dalam keterangan pers di Mabes Polri, Rabu (6/5).

Jakarta Lagi “Ribet”, Sepak Bola Ikut Minggir

Secara ideal, pertandingan digelar di kandang tim tuan rumah. Tapi ideal itu kadang kalah sama realitas apalagi kalau urusannya Jakarta di bulan Mei yang padat agenda.

“Bahwa bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan dari aspek sepak bola itu sendiri,” terang Ferry Paulus.

Bahasa sederhananya: terlalu banyak variabel di luar sepak bola yang bikin laga ini riskan kalau tetap dipaksakan di ibu kota.

Padahal, bagi liga, pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Ini semacam “utang jadwal” yang harus dibayar tepat waktu.

“Mengingat setelah agenda ini akan banyak agenda-agenda yang jauh lebih besar daripada di luar daripada kompetisi liga sendiri. Sehingga pertandingan yang sarat rivalitas ini harus tetap digelar dan tidak bisa dipindahkan waktunya,” terang Ferry.

Sudah Cari Stadion di Jawa, Tapi…

Opsi sebenarnya sudah dicari mulai dari stadion lain di Jakarta seperti Jakarta International Stadium hingga Stadion Utama Gelora Bung Karno, bahkan alternatif di luar kota di Pulau Jawa.

Tapi hasilnya nihil.

“Nah, oleh karena itu karena di Jakarta ini adalah kota metropolitan, beberapa tempat kita carikan solusi, karena itu menjadi kewenangan daripada liga, di Jawa, di stadion-stadion yang lain, tetapi memang situasinya juga masih belum terlalu baik untuk digelar,” sambungnya.

Akhirnya, pilihan jatuh ke Samarinda kota yang mungkin jauh dari rivalitas klasik ini, tapi justru dianggap lebih “netral” secara situasi.

Samarinda Sudah Dapat Bocoran Duluan

Menariknya, kabar ini ternyata bukan benar-benar baru. Pihak Borneo FC sudah lebih dulu mencium sinyalnya.

Safety and Security Officer mereka, Ahmad Herman Almuflih, mengaku sempat mendapat informasi awal.

“Ya benar saya di info oleh pihak manajemen Borneo bahwa pihak panpel Persija ada menghubungi secara lisan bahwa Stadion Segiri menjadi salah satu stadion alternatif Persija vs Persib jika seandainya pertandingan tersebut tidak dapat digelar di Jakarta,” kata Herman saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).

Meski begitu, saat itu statusnya masih sebatas penjajakan belum resmi, belum pasti.

“Benar masih penjajakan. Menurut info jika pihak Persija jadi menggunakan Stadion Segiri, meereka langsung yang mengurus perijinan. Untuk panpel Borneo hanya meyediakan sumber daya saja,” terang Herman.

Duel Panas, Lokasi Dingin

Pada akhirnya, keputusan ini terasa seperti kompromi: menjaga pertandingan tetap berjalan tanpa harus menghadapi risiko yang terlalu besar.

Persija vs Persib tetap digelar. Rivalitas tetap menyala. Tapi lokasinya dipindahkan sejauh mungkin dari sumber panasnya.

Kadang, untuk menjaga api tetap hidup, justru harus dijauhkan dari angin yang terlalu kencang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1

7 Agustus 2026 - 22:23

Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan

7 Agustus 2026 - 20:50

Persija Disingkirkan Persib di Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong: Saya Tidak Puas, tapi Ini Baru Pemanasan

4 Agustus 2026 - 21:43

Bukan Cuma Turnamen, ASICS Community Slam 2026 Bangun Ekosistem Tenis dan Padel Indonesia

4 Agustus 2026 - 19:34

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Trending di Internasional