Menu

Breaking News

News

Dino Patti Djalal Usul Prabowo Kurangi Kunjungan Luar Negeri: Kalau Bisa Di-Zoom, Kenapa Harus Terbang?

badge-check

Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo mengurangi kunjungan luar negeri dan memaksimalkan video call untuk diplomasi internasional. Langkah ini dinilai mampu menghemat anggaran hingga ratusan miliar rupiah.(istimewa) Perbesar

Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo mengurangi kunjungan luar negeri dan memaksimalkan video call untuk diplomasi internasional. Langkah ini dinilai mampu menghemat anggaran hingga ratusan miliar rupiah.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di era ketika rapat RT saja sudah bisa digelar lewat aplikasi video call, pertanyaan soal efektivitas perjalanan dinas pejabat publik kembali mengemuka. Kali ini, sorotan datang dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, yang menilai Presiden Prabowo Subianto tak harus selalu naik pesawat untuk mengurus urusan internasional.

Menurut Dino, perkembangan teknologi komunikasi saat ini memungkinkan kepala negara tetap menjalin hubungan diplomatik tanpa harus sering-sering meninggalkan Tanah Air. Video call, Zoom, hingga sambungan telepon dinilai cukup memadai untuk membahas banyak agenda internasional yang tidak membutuhkan kehadiran fisik secara langsung.

Dalam pandangannya, pendekatan semacam itu sudah diterapkan oleh Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum. Alih-alih terlalu sering melakukan kunjungan ke berbagai negara, komunikasi antarpemimpin dapat dilakukan secara virtual dengan hasil yang tidak jauh berbeda dari pertemuan tatap muka.

Usulan tersebut bukan semata-mata soal teknologi, melainkan juga menyangkut efisiensi anggaran negara.

Dino menilai, setiap perjalanan luar negeri melibatkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pengamanan, akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan protokoler lainnya. Karena itu, penggunaan komunikasi virtual dapat menjadi alternatif yang lebih hemat tanpa mengurangi substansi diplomasi yang ingin dicapai.

“Jadi dengan satu video call yang bernilai Rp 0, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama,” kata Dino.

Selain faktor penghematan, Dino juga menyoroti persepsi publik yang kerap muncul setiap kali pejabat negara melakukan kunjungan ke luar negeri dalam frekuensi tinggi. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi perhatian masyarakat, perjalanan dinas berskala besar sering kali memunculkan kritik, bahkan ketika agenda yang dijalankan memiliki tujuan strategis.

Karena itu, menurut Dino, pemanfaatan teknologi komunikasi dapat menjadi jalan tengah. Negara tetap dapat menjalankan diplomasi internasional, sementara anggaran publik bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak di dalam negeri.

Pada akhirnya, perdebatan ini bukan soal apakah seorang presiden boleh bepergian ke luar negeri atau tidak. Yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana sebuah perjalanan benar-benar diperlukan, dan kapan teknologi bisa mengambil alih peran yang selama ini mengharuskan rombongan besar terbang melintasi benua.

Sebab di zaman ketika satu klik bisa mempertemukan pemimpin dari dua belahan dunia, tiket pesawat mungkin bukan lagi satu-satunya cara untuk menjalankan diplomasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bikin Heboh! PMB 2026 UM Indonesia Dibuka dengan Cara Beda

20 Sep 2026 - 17:15 WIB

Bikin Heboh! PMB 2026 UM Indonesia Dibuka dengan Cara Beda

Heboh Sidang Bea Cukai: Eks Pejabat Protes Dijuluki ‘Decong’

19 Sep 2026 - 18:26 WIB

Heboh Sidang Bea Cukai: Eks Pejabat Protes Dijuluki ‘Decong’

Keren! FH Unpak Gelar Orientasi Unik Lewat SUARASA: Law in Art

19 Sep 2026 - 13:17 WIB

Keren! FH Unpak Gelar Orientasi Unik Lewat SUARASA: Law in Art

Kerjasama Ciamik! Ibis Styles Jatibening Gandeng Dekranasda Kota Bekasi

18 Sep 2026 - 22:03 WIB

Kerjasama Ciamik! Ibis Styles Jatibening Gandeng Dekranasda Kota Bekasi

Kinerja dan Inovasi Diapresiasi, Polsek Medan Barat Masuk 5 Besar Kompolnas Award 2026

18 Sep 2026 - 14:32 WIB

Kinerja dan Inovasi Diapresiasi, Polsek Medan Barat Masuk 5 Besar Kompolnas Award 2026
Trending di News