PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Bentrokan yang pecah di kawasan Jalan Tambak I, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026), ternyata membuka cerita lama yang selama ini dirasakan warga sekitar. Jauh sebelum insiden terjadi, aktivitas sebuah kafe yang berdiri di lahan kosong disebut telah berulang kali mengganggu kenyamanan lingkungan.
Bukan semata karena keramaian pengunjung, melainkan suara musik yang diputar hingga larut malam. Bagi sebagian warga, dentuman musik tersebut sudah menjadi “teman” yang tidak diundang hampir setiap malam.
Salah seorang warga, Yuli, mengungkapkan kebisingan dari lokasi itu telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, suara musik dengan volume tinggi kerap terdengar hingga malam bahkan dini hari sehingga mengganggu waktu istirahat warga maupun mereka yang masih beraktivitas pada malam hari.
“Musiknya hampir setiap malam terdengar keras sampai larut,” kata Yuli.
Ia menuturkan, kondisi tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat sekitar. Meski demikian, dirinya tidak mengetahui apakah sebelumnya pernah ada warga yang menyampaikan keberatan secara langsung kepada pengelola maupun pihak terkait.
Menurut Yuli, gangguan kebisingan itu dirasakan oleh cukup banyak warga karena aktivitas di lokasi berlangsung hampir setiap hari.
Bentrokan Berawal dari Aksi Lempar Batu
Situasi berubah mencekam pada Minggu (26/7/2026). Yuli mengaku melihat sekelompok orang datang dari luar kawasan menuju lokasi kafe sebelum kericuhan pecah.
Berdasarkan pengamatannya, bentrokan diawali aksi saling lempar batu antarkelompok. Kerusuhan kemudian meluas hingga ke sekitar Jalan Tambak I dan membuat warga memilih menjauh demi menghindari risiko.
Tak hanya itu, Yuli juga mengaku sempat melihat beberapa orang membawa senjata tajam saat bentrokan berlangsung. Kondisi tersebut membuat situasi di lokasi semakin tidak terkendali.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Bentrokan
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami penyebab bentrokan yang terjadi di kawasan tersebut. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna menyusun rangkaian peristiwa secara utuh serta mengungkap pihak-pihak yang terlibat.
Kasus ini menjadi perhatian karena tidak hanya menyangkut insiden bentrokan, tetapi juga memunculkan kembali persoalan ketertiban lingkungan yang selama ini dirasakan sebagian warga sekitar. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap penyebab utama kericuhan sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut.







