Menu

Mode Gelap
Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

Sport

Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1

badge-check

Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan imbang Singapura 1-1. Sempat unggul lewat Ragnar Oratmangoen, Garuda harus mengakhiri perjalanan di fase grup. Perbesar

Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan imbang Singapura 1-1. Sempat unggul lewat Ragnar Oratmangoen, Garuda harus mengakhiri perjalanan di fase grup.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Sepak bola kadang memang kejam. Bukan karena selalu membuat tim yang bermain buruk kalah, tetapi karena sering kali memberi harapan lebih dulu sebelum akhirnya menariknya kembali perlahan-lahan.

Itulah yang dialami Timnas Indonesia saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Jumat. Skuad Garuda datang dengan satu misi yang tidak bisa ditawar: menang. Sebab, hanya tiga poin yang bisa membuka pintu semifinal. Masalahnya, sepak bola tidak mengenal kata “harus”.

Tim racikan John Herdman sebenarnya tampil cukup meyakinkan sejak menit awal. Indonesia lebih banyak menguasai permainan dan berkali-kali memaksa pertahanan Singapura bekerja ekstra. Mitchell Baker menjadi salah satu pemain yang paling aktif menebar ancaman, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Babak pertama ditutup tanpa gol. Skor 0-0 belum sepenuhnya buruk. Setidaknya, harapan masih hidup.

Harapan itu bahkan sempat berubah menjadi keyakinan hanya dua menit setelah babak kedua dimulai. Ragnar Oratmangoen sukses memanfaatkan umpan silang Dony Tri Pamungkas pada menit ke-47. Bola bersarang di gawang Singapura, Indonesia unggul 1-0.

Pada momen itu, mungkin banyak pendukung Garuda mulai menghitung peluang lolos ke semifinal. Sayangnya, pertandingan belum selesai, dan sepak bola selalu punya cara mengingatkan bahwa euforia yang datang terlalu cepat sering kali berujung kecewa.

Singapura tidak panik. Mereka tetap bermain disiplin, menunggu celah, lalu menghukum Indonesia ketika kesempatan datang. Menit ke-66 menjadi titik balik. Ilhan Fandi mencetak gol penyama kedudukan yang mengubah papan skor menjadi 1-1.

Sisa pertandingan berubah menjadi adu kesabaran. Indonesia terus berusaha mencari gol kemenangan, sementara Singapura tampak lebih nyaman mengelola tempo karena hasil imbang sudah cukup untuk mengantar mereka ke semifinal.

Pertandingan juga diwarnai tensi tinggi. Wasit mengeluarkan tujuh kartu kuning sepanjang laga. Song Ui-young, Lionel Tan, dan Jacob Mahler menerima kartu untuk Singapura. Sementara dari kubu Indonesia, Ivar Jenner, Mitchell Baker, Marc Klok, dan Tim Geypens juga masuk buku catatan wasit.

Peluit panjang akhirnya berbunyi tanpa gol tambahan. Skor tetap 1-1.

Hasil itu menjadi akhir perjalanan Indonesia di fase grup. Garuda hanya mengoleksi tujuh poin dan harus puas finis di peringkat ketiga Grup A. Sementara Singapura mengumpulkan delapan poin dan melangkah ke semifinal mendampingi Vietnam. (InvestorTrust)

Laga ini sekali lagi mengingatkan bahwa dalam sepak bola, bermain lebih dominan tidak selalu berarti pulang membawa kemenangan. Indonesia sempat berada di depan, tetapi gagal menjaga keunggulan ketika pertandingan memasuki fase yang paling menentukan.

Di papan skor, hasilnya hanya satu angka tambahan. Di kepala suporter, yang tertinggal justru pertanyaan lama yang kembali muncul: kapan Timnas Indonesia benar-benar mampu melewati laga hidup-mati tanpa menjadikannya drama yang berakhir dengan penyesalan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan

7 Agustus 2026 - 20:50

Persija Disingkirkan Persib di Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong: Saya Tidak Puas, tapi Ini Baru Pemanasan

4 Agustus 2026 - 21:43

Bukan Cuma Turnamen, ASICS Community Slam 2026 Bangun Ekosistem Tenis dan Padel Indonesia

4 Agustus 2026 - 19:34

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Heboh! Shin Tae Yong Kena Sanksi Dilarang Melatih Sepak Bola Selama 10 Tahun, Begini Nasibnya di Persija

24 Juli 2026 - 13:32

Trending di Sport