JAKARTA — Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, mendapat dua penghargaan dalam ajang Professional & Leadership Award 2026, Jumat (25/9/2026).
Dua penghargaan tersebut diberikan kepada Yayasan Bani Insan Peduli dan Ali Zainal Abidin secara pribadi. Bagi Ali, pencapaian tersebut bukan hanya tentang dirinya, tetapi juga menjadi apresiasi untuk para penerima manfaat BIP, khususnya anak yatim, duafa, dan masyarakat kurang mampu.
“Yang mendapatkan penghargaan pertama itu yayasan saya, Bani Insan Peduli. Berarti saya mewakili penerima manfaat dari Bani Insan Peduli sendiri, yaitu yatim, duafa, fakir miskin, dan semuanya,” ujar Ali.
Bukan Sekadar Penghargaan
Ali mengaku tidak menyangka bisa menerima dua penghargaan sekaligus. Ia menyebut penghargaan tersebut justru menjadi dorongan untuk terus menjalankan berbagai kegiatan sosial.
Bani Insan Peduli sendiri berpusat di Pamekasan, Madura. Ali menyebut gerakan sosial yang dijalankannya telah berlangsung sekitar 22 tahun, sedangkan BIP sebagai yayasan secara kelembagaan baru berjalan kurang dari dua tahun.
“Penghargaan ini mudah-mudahan menjadi motivasi lagi, khususnya kepada saya selaku founder Bani Insan Peduli,” katanya.
Menurut Ali, penghargaan yang diterimanya secara pribadi juga menjadi pengingat bahwa seseorang yang ingin menginspirasi orang lain harus terlebih dahulu memberikan contoh melalui tindakan nyata.
“Kita ini bergerak untuk sosial. Kata Rasulullah, ibda’ binafsik, mulai dulu dari diri sendiri,” tuturnya.
Didukung Ratusan Relawan
Dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial, Bani Insan Peduli kini didukung sekitar 600 relawan yang tersebar di sejumlah wilayah. Di Pamekasan sendiri, Ali menyebut jumlah relawannya hampir mencapai 200 orang.
Kiprah BIP juga mulai meluas ke luar Madura. Sejumlah fasilitas sosial yang telah dibangun atau tengah dipersiapkan di antaranya Gedung Ainul Umar di Jakarta Selatan, Masjid Ainun di Malang, Asrama Ainun di Pacet, Mojokerto, serta rencana Gedung Mabna Bani Syafi’i di Cirebon, Jawa Barat.
Ali mengungkapkan, berbagai langkah tersebut merupakan bentuk persembahan untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.
“BIP ini saya persembahkan khusus untuk orang tua saya,” ujarnya.
Keuntungan Usaha untuk Anak Yatim dan Duafa
Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan sosial, Bani Insan Peduli juga memiliki sejumlah unit usaha. Salah satunya adalah Toko Sentral 88, toko emas yang berada di Madura.
Ali mengatakan keuntungan bersih dari usaha tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan sosial BIP.
“100 persen dari profit bersihnya untuk yatim sama fakir miskin,” ungkapnya.
Bagi Ali, kegiatan sosial bukan semata tentang seberapa banyak yang dimiliki seseorang. Hal yang lebih penting, menurut dia, adalah seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Ia pun memegang prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
“Yang paling utama bukan seberapa banyak kita miliki, tapi berapa yang bisa kita berbagi kepada sesama,” kata Ali.
Ingin BIP Terus Memberi Manfaat
Ali berharap penghargaan Professional & Leadership Award 2026 dapat menjadi energi baru bagi dirinya dan seluruh relawan Bani Insan Peduli untuk melanjutkan kegiatan sosial.
Ia juga menyampaikan harapan yang menjadi tujuan utama perjuangannya bersama BIP.
“Harapan saya cuma satu. Bani Insan Peduli ingin menjadi kebanggaannya Baginda Nabi,” ujar Ali.
Dengan semangat fastabiqul khairat, mencintai anak yatim, dan mencintai sesama, Ali ingin Bani Insan Peduli terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.









