Menu

Mode Gelap
Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

News

Di Balik Framing Negatif Polri, Sandri Rumanama Buka Suara

badge-check

Sandri Rumanama dari Kornas Presidium Pemuda Timur menegaskan dukungan agar Polri tetap di bawah Presiden. Ia menolak politisasi institusi dan menyebut relasi Polri-Presiden bersifat konstitusional, bukan politik praktis. Perbesar

Sandri Rumanama dari Kornas Presidium Pemuda Timur menegaskan dukungan agar Polri tetap di bawah Presiden. Ia menolak politisasi institusi dan menyebut relasi Polri-Presiden bersifat konstitusional, bukan politik praktis.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di tengah obrolan yang makin ramai soal posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam struktur negara, Kornas Presidium Pemuda Timur memilih berdiri di satu titik yang tegas: Polri sebaiknya tetap di bawah Presiden.

Sikap itu disampaikan dalam agenda deklarasi di Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026). Bukan sekadar dukungan simbolik, menurut mereka, ada alasan yang dianggap cukup mendasar.

Perwakilan Kornas Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menyebut dukungan tersebut lahir dari pertimbangan organisatoris dan konstitusional.

“Yang pastinya kami dari Pemuda Indonesia Timur berharap dan menyampaikan pernyataan sikap kami, kami mendukung penuh Polri secara struktural dan organisasi tetap di bawah Presiden, tentu dengan alasan-alasan tertentu,” ujar Sandri.

Ia merinci, alasan pertama berkaitan dengan garis komando yang dinilai lebih sederhana. Kedua, proses penegakan hukum dianggap bisa berjalan tanpa jalur yang berbelit. Ketiga, menjaga independensi penegakan hukum yang menurutnya merupakan bagian dari amanat reformasi.

“Karena menurut pertimbangan kami ini adalah amanat reformasi yang kita jaga bersama. Melemahkan institusi penegakan hukum tentu artinya melemahkan bangsa itu sendiri,” tegasnya.

Namun dukungan itu, kata Sandri, bukan berarti menutup mata terhadap kritik. Ia menilai framing negatif terhadap Polri tidak perlu direspons secara berlebihan, karena setiap lembaga negara pasti memiliki dinamika penilaian publik.

“Kalau Polri salah ya kita kritisi. Kalau menurut kami kerjanya tidak sesuai prosedural undang-undang dan tidak baik di mata publik, kita kritisi. Kami tidak membela secara mutlak,” katanya.

Di sisi lain, ia menolak jika pembahasan soal struktur Polri digeser ke wilayah politik praktis. Wacana menempatkan Polri di bawah kementerian, menurutnya, terlalu politis dan berpotensi mengaburkan relasi yang sebenarnya bersifat konstitusional.

“Relasinya Polri dan Presiden adalah relasi konstitusional, bukan relasi politis. Jadi kalau Polri dianggap buruk di mata masyarakat ya kita kritisi agar memperbaiki diri, bukan malah melemahkan institusinya,” ujarnya.

Sandri juga membawa perspektif Indonesia Timur dalam argumentasinya. Ia menilai di wilayah dengan tingkat konflik horizontal yang relatif tinggi mulai dari konflik antar kampung hingga konflik keyakinan yang pernah menelan korban jiwa peran Polri dianggap cukup sentral.

Dalam konteks itu, ia menyebut Polri sebagai institusi yang dinilai tanggap dan konsisten hadir di tengah masyarakat.

“Kalau melemahkan institusi ini sama dengan melemahkan sendi-sendi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sikap Pemuda Timur ini menambah daftar respons publik terhadap wacana struktur Polri. Di satu sisi, kritik tetap diakui sebagai bagian dari kontrol demokratis. Di sisi lain, mereka menilai perdebatan seputar posisi kelembagaan sebaiknya tetap berada dalam koridor konstitusi, bukan tarik-menarik kepentingan politik praktis. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

14 Juli 2026 - 16:48

Dugaan Mega Korupsi di Kejaksaan Jadi Ujian Penegakan Hukum, BEM PTMA Zona III Apresiasi Sikap Prabowo

12 Juli 2026 - 09:17

Masalah Data Adminduk Bekasi Utara Dibahas, Rizki Topananda Dorong Pemutakhiran

11 Juli 2026 - 15:14

Trending di News