PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Bulan Agustus biasanya identik dengan bendera merah putih, lomba makan kerupuk, panjat pinang, dan tetangga yang mendadak rajin menghias gang. Tapi ada satu hal yang rupanya juga perlu dipasang menjelang bulan kemerdekaan: kepala dingin.
Sekretaris Jenderal Paguyuban Transportasi Indonesia (PATRA Indonesia) Irfan Ardhiyanto mengingatkan masyarakat, khususnya pengemudi ojek online, agar tidak gampang terpancing informasi maupun ajakan yang berpotensi memicu konflik.
Sebab, di zaman ketika satu potongan video bisa lebih cepat berkeliling daripada orang yang mengunggahnya sempat menjelaskan konteks, sedikit kewaspadaan tampaknya bukan barang mewah.
Irfan meminta para driver ojol dan masyarakat tidak langsung percaya pada informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan rekan-rekan driver ojol untuk tidak terpancing informasi yang tidak jelas kebenarannya maupun ajakan yang bisa menimbulkan konflik. Mari kita hormati bulan kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan kedamaian,” ujar Irfan, Sabtu (08/08)
Ketika Peristiwa Lama Jangan Dijadikan Bahan Bakar
Irfan juga menyinggung peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan pada tahun lalu.
Ia mengingatkan agar peristiwa tersebut tidak dimanfaatkan sebagai bahan untuk memprovokasi atau memecah persaudaraan di antara para pengemudi ojol maupun masyarakat.
Ini penting. Sebab, peristiwa yang sudah terjadi memang tidak bisa diputar ulang, tetapi narasi mengenai peristiwa itu bisa terus diproduksi ulang. Apalagi kalau sudah masuk media sosial, satu informasi bisa punya seribu versi.
Masalahnya, tidak semua versi membawa fakta yang sama.
Karena itu, Irfan meminta masyarakat dan para driver ojol tidak memberikan ruang kepada pihak yang mencoba menggunakan peristiwa tersebut untuk memperkeruh keadaan.
“Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kejadian tersebut untuk memecah belah persaudaraan atau memprovokasi rekan-rekan driver ojol. Mari kita sama-sama menjaga situasi tetap aman dan menghormati proses yang berlaku,” ujarnya.
Driver Ojol, Jangan Sampai Jadi Korban Informasi
Pengemudi ojol setiap hari berada di jalan. Mereka bertemu penumpang, pedagang, pekerja kantoran, mahasiswa, warga biasa, dan entah siapa lagi yang membutuhkan tumpangan.
Artinya, driver ojol bukan hanya bekerja mengantarkan orang dari titik A ke titik B. Mereka juga berada di tengah lalu lintas informasi masyarakat.
Karena itu, ketika muncul isu yang ramai dibicarakan, sikap hati-hati menjadi penting. Jangan sampai informasi yang belum jelas malah menjadi dasar untuk mengambil tindakan.
Apalagi jika informasi tersebut dibumbui kalimat-kalimat yang sengaja membuat orang marah.
Irfan berharap para driver tetap mengedepankan profesionalisme dan tidak mudah terseret arus provokasi.
Masyarakat pun diminta melakukan hal yang sama. Jika mendapatkan informasi yang meragukan, tidak ada salahnya berhenti sebentar dan bertanya: ini benar atau cuma ramai?
Tidak semua yang viral harus dipercaya. Tidak semua yang banyak dibagikan otomatis menjadi fakta.
Merayakan Kemerdekaan Tanpa Menambah Keributan
Ada ironi kecil yang perlu dihindari pada bulan kemerdekaan. Kita sibuk memasang tulisan “Dirgahayu Republik Indonesia”, tetapi di saat yang sama mudah sekali bertengkar hanya gara-gara informasi yang belum tentu benar.
Merah putih berkibar di depan rumah, tetapi persaudaraan malah dilepas.
Karena itu, pesan Irfan sebenarnya sederhana: jangan sampai momentum kemerdekaan justru menjadi ruang baru untuk memperbesar konflik.
Ia berharap HUT ke-81 RI dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga situasi tetap kondusif.
“ Mari kita jadikan bulan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga Indonesia tetap kondusif. Jangan beri ruang bagi provokasi yang dapat memecah belah kita. Persatuan adalah modal utama untuk membangun bangsa yang lebih kuat,” tutupnya.
Pada akhirnya, merdeka bukan cuma soal upacara, bendera, atau lomba tujuhbelasan. Merdeka juga berarti tidak gampang dikendalikan oleh informasi yang belum tentu benar.
Dan untuk urusan provokasi, barangkali prinsipnya sederhana: jangan buru-buru terpancing hanya karena sebuah informasi sedang ramai. Cek dulu, pikirkan lagi, baru bersikap.
Toh, menjaga persatuan mestinya tidak kalah penting dari memenangkan lomba panjat pinang.







