Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

Internasional

Legislator Demokrat “Turun Gunung” ke Malaysia, Bahas Narkoba, Sawit, hingga Nasib TKI

badge-check

Legislator Demokrat “Turun Gunung” ke Malaysia, Bahas Narkoba, Sawit, hingga Nasib TKI Perbesar

PRABA INSIGHT- Ketika politik dalam negeri lagi sumpek-sumpeknya, sekelompok anggota MPR RI justru memilih keluar sebentar dari kegaduhan. Tujuan mereka? Malaysia. Negeri jiran yang katanya serumpun, seiman, dan sering jadi destinasi belanja warga Batam.

Bukan tanpa alasan. Lawatan yang berlangsung dari 28 hingga 30 April 2025 ini punya agenda yang cukup serius.

Bukan jalan-jalan apalagi sekadar foto-foto di Menara Kembar Petronas. Delegasi dipimpin langsung oleh Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, Wakil Ketua MPR RI yang juga petinggi Partai Demokrat.

Mereka membahas isu-isu strategis yang menyangkut hajat hidup rakyat dua negara: dari soal narkoba lintas batas, sawit, hingga nasib buruh migran Indonesia di Malaysia.

Salah satu anggota rombongan, Dr. H. Achmad, M.Si, menjelaskan bahwa hubungan Indonesia-Malaysia tidak bisa dipisahkan oleh selat dan perbedaan dialek semata.

“Kita ini saudara serumpun. Tapi bukan berarti semua mulus. Banyak hal yang harus diseriusi: ekonomi, politik, sosial budaya—semuanya kami bahas,” kata Dr. Achmad.

Tapi yang paling bikin kening berkerut adalah soal narkoba. Malaysia ditengarai jadi pintu masuk utama barang haram yang nyelonong ke Indonesia lewat Dumai, Riau.

Dr. Achmad tak segan menyebut perlunya kerja sama keras kepala antarnegara buat menutup jalur-jalur tikus ini. “Ini bukan lagi soal diplomasi halus. Ini soal nyawa anak bangsa,” katanya, tegas.

Isu kedua: sawit. Ya, kelapa sawit. Komoditas yang bikin Indonesia dan Malaysia kadang mesra, kadang bersaing ketat. Dr. Achmad berharap ada sinergi, bukan adu kuat.

Apalagi Riau, provinsi yang jadi tetangga dekat Malaysia, punya industri sawit yang luar biasa besar. “Masa kita terus adu produksi? Mendingan kerja bareng dalam pengembangan teknologi sawit,” katanya.

Dan tentu saja, yang tak kalah penting: pekerja migran. Ribuan orang Indonesia menggantungkan hidupnya di Malaysia.

Tapi perlindungan hukum dan sosial mereka sering kali masih sebatas janji manis. “Kami dorong Malaysia untuk benar-benar melindungi para pekerja migran Indonesia. Jangan cuma dilindungi pas viral aja,” sindir Dr. Achmad.

Selama kunjungan, rombongan MPR RI diterima oleh Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Menteri Komunikasi Digital Malaysia, hingga Ketua Parlemen Malaysia. Selain Ibas dan Dr. Achmad, ada juga nama-nama lintas partai seperti Firman Soebagyo (Golkar), Hj. Cellica Nurrachadiana (Demokrat), Hj. Indun Anisa MA (PKB), dan Ujang Bey SIP, MIP (NasDem).

Tiga hari di Malaysia, satu koper isu dibahas. Dari narkoba sampai sawit, dari Dumai sampai Kuala Lumpur.

Misi diplomasi parlemen ini memang tak seheboh sidang DPR yang viral di TikTok, tapi justru di balik layar seperti inilah fondasi kerja sama antarnegara dibangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News