Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Polisi Selidiki Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Salemba

badge-check

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026). Korban mengalami luka di tangan, wajah, dan mata. Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap pelaku dan motif serangan. Perbesar

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026). Korban mengalami luka di tangan, wajah, dan mata. Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap pelaku dan motif serangan.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Malam Kamis, 12 Maret 2026, Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, yang biasanya hanya sibuk dengan lalu lintas motor dan pedagang malam, berubah menjadi lokasi insiden serius. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban dugaan penyiraman air keras. Insiden terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, saat Andrie tengah mengendarai sepeda motornya.

Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan informasi awal terkait adanya dua orang yang diduga terlibat, namun kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Informasi awal ada dua orang yang patut diduga, tetapi ini masih kami dalami,” ujar Budi, Jumat (13/3/2026).

Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka di tangan, badan, dan wajah. Saat ini korban masih dalam perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sehingga belum bisa memberikan keterangan mendalam kepada penyidik.

“Korban masih dalam pemulihan sehingga belum bisa memberikan keterangan yang banyak kepada pihak kepolisian,” jelas Budi.

Sementara itu, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polda Metro Jaya terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi juga disisir untuk mengungkap pelaku.

“Kami mengecam insiden penyiraman air keras ini dan akan memburu pelaku. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi agar segera melapor,” tambah Budi.

Kronologi Singkat

Peristiwa bermula ketika Andrie mengendarai motor di Jalan Salemba I. Tiba-tiba, seseorang tak dikenal menyiramkan cairan berbahaya ke tubuh korban. Reaksi tubuh manusia terhadap zat asam tidak bisa disederhanakan: Andrie terjatuh dari motornya, mengalami luka di tangan kanan-kiri, muka, dada, dan mata kanan.

Meski kondisi korban cukup parah, ia segera dibantu rekannya berinisial RFA (30) dan dibawa ke IGD RSCM untuk perawatan medis. Hingga kini, Andrie masih dalam proses pemulihan.

Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap siapa pelaku dan motif di balik serangan ini. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembela hak asasi manusia sering berada di garis depan risiko kekerasan fisik di tengah kota besar.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News