Menu

Mode Gelap
Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

News

Tiket Palangkaraya-Jakarta Tembus Rp200 Juta Bikin Heboh, Garuda Indonesia Pastikan Bukan Tarif Resmi

badge-check

Viral tiket pesawat Palangkaraya-Jakarta tembus Rp200 juta. Garuda Indonesia memastikan harga tersebut bukan tarif resmi, melainkan diduga akibat kesalahan sistem platform pihak ketiga.(Istimewa) Perbesar

Viral tiket pesawat Palangkaraya-Jakarta tembus Rp200 juta. Garuda Indonesia memastikan harga tersebut bukan tarif resmi, melainkan diduga akibat kesalahan sistem platform pihak ketiga.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau kamu sempat buka media sosial beberapa hari terakhir, kemungkinan besar kamu ikut terseret dalam drama absurd: tiket pesawat rute Palangkaraya–Jakarta tembus Rp200 juta. Iya, dua ratus juta. Nominal yang biasanya dipakai buat DP rumah, bukan buat duduk 1–2 jam di kursi ekonomi sambil rebutan sandaran tangan.

Warganet pun bereaksi sebagaimana mestinya: kaget, ngakak, sekaligus curiga. Masa iya, penerbangan domestik bisa semahal itu? Bahkan kalau kamu duduk di kursi paling depan sambil minta kopi refill tiga kali, tetap saja rasanya nggak masuk akal.

Sumber kehebohan ini berasal dari tangkapan layar yang beredar luas. Di sana, harga tiket terlihat menyentuh angka yang bikin dompet auto pingsan. Tanpa banyak cek ricek, publik langsung ramai-ramai berasumsi: ini pasti lonjakan harga yang gila-gilaan, atau jangan-jangan maskapai lagi “khilaf” menentukan tarif.

Tapi seperti banyak drama di internet, kenyataan seringkali jauh lebih membumi. Pihak Garuda Indonesia akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi. Intinya sederhana: mereka tidak pernah menjual tiket seharga Rp200 juta untuk rute tersebut. Bahkan untuk rute internasional pun, angka segitu sudah masuk kategori “sultan lagi iseng”, bukan harga normal.

Lalu dari mana angka ajaib itu muncul? Dugaan paling masuk akal: error di platform pihak ketiga. Entah itu salah input, bug sistem, atau kombinasi keduanya—yang jelas bukan dari sistem resmi maskapai. Jadi kalau kamu sempat panik membayangkan harga tiket bakal naik setinggi langit, tenang, ini bukan kiamat industri aviasi.

Garuda juga menegaskan bahwa harga tiket mereka tetap mengikuti aturan pemerintah, termasuk batas atas tarif. Artinya, ada pagar yang menjaga supaya harga tidak tiba-tiba berubah jadi setara harga mobil bekas.

Kasus ini sebenarnya bukan soal tiket mahal, tapi soal betapa cepatnya kita percaya pada sesuatu yang viral. Di era di mana screenshot bisa lebih dipercaya daripada klarifikasi resmi, logika seringkali kalah cepat dari jempol.

Pelajaran kecilnya sederhana: jangan langsung percaya sama angka yang muncul di internet, apalagi kalau angkanya sudah terasa seperti hasil mimpi siang bolong. Cek ulang, bandingkan, dan kalau perlu, langsung buka situs resmi maskapai.

Karena di dunia digital, yang lebih cepat dari pesawat ternyata cuma satu: kesalahpahaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba

15 Juli 2026 - 13:11

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

14 Juli 2026 - 16:48

Dugaan Mega Korupsi di Kejaksaan Jadi Ujian Penegakan Hukum, BEM PTMA Zona III Apresiasi Sikap Prabowo

12 Juli 2026 - 09:17

Trending di Nasional