Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

Regional

Ratusan Siswa Keracunan Makanan Program MBG di Bogor, Pemkot Tetapkan Status KLB

badge-check

foto ilustrasi (ist) Perbesar

foto ilustrasi (ist)

PRABA INSIGHT- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor mestinya jadi ajang makan sehat berjamaah. Nyatanya, malah jadi pesta keracunan massal.

Total 223 siswa tumbang usai menyantap makanan gratisan yang belakangan diketahui penuh “kejutan” bakteri. Hasil uji Labkesda Kota Bogor mengidentifikasi dua aktor utama di balik kerusuhan perut massal ini: Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella.

Entah mereka dapat undangan dari siapa, yang jelas, kedua bakteri itu sukses bikin para siswa antre di UGD. Cuma di sini mungkin kita bisa lihat telur ceplok dan tumis tahu toge jadi trending topic di rumah sakit.


Korban Keracunan Bertambah, Makan Gratis Jadi Langganan UGD

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, akhirnya buka suara soal drama perut mules berjamaah ini. Yang awalnya ‘cuma’ 210 siswa, sekarang nambah jadi 223 siswa.

Lengkap dari TK sampai SMA. Mungkin ini pertama kalinya mereka merasakan ‘solidaritas perut mules massal’.

“Korban yang terdata hari ini sebanyak 9 orang, sehingga total korban menjadi 223 orang,” kata Sri Nowo Retno, Rabu (14/5/2025).

Penyelidikan epidemiologi pun digencarkan di 13 sekolah terdampak. Mungkin sambil berharap, siapa tahu bakteri E. coli dan Salmonella nongol di CCTV biar gampang diusut.


Rincian Kondisi Korban: Nginep di RS Sampai Keluhan Ringan

Dari 223 korban, 45 siswa harus menikmati tidur gratis di rumah sakit. 49 lainnya bolak-balik rawat jalan, dan 129 sisanya cukup puas dengan bonus keluhan ringan.

Tapi, “ringan” di sini bukan berarti nyaman. Masih tetap ada mual, pusing, dan sakit perut yang siap jadi kenangan.

Kabar baiknya, 27 siswa sudah bisa pulang dan melanjutkan hidup tanpa trauma telur ceplok. Sementara itu, 18 siswa lainnya masih setia nginep di rumah sakit.

“Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terdampak jika ada penambahan kasus dan koordinasi dengan rumah sakit untuk penanganan pasien dengan baik,” ujar Sri Nowo, seolah ingin menenangkan.


Hasil Uji Lab: E. Coli dan Salmonella Bikin Keracunan Massal

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, akhirnya buka suara. Hasil uji lab dari Labkesda Kota Bogor menemukan dua aktor utama di balik keracunan ini: E. coli dan Salmonella. Sumbernya? Telur ceplok berbumbu barbekyu dan tumis tahu toge.

Menu sederhana yang mendadak jadi horor kuliner. “Dari hasil pemeriksaan lab yang sudah kita lakukan selama kurang lebih empat hari terakhir, ditemukan bahwa beberapa bahan makanan tersebut mengandung E. coli dan Salmonella,” kata Dedie, Senin (12/5/2025).

Lebih parah lagi, telur ceplok itu ternyata dimasak malam sebelumnya dan baru disajikan keesokan harinya. Bayangkan, bakteri-bakteri itu mungkin sudah sempat ngopi dan ngobrol dulu sebelum akhirnya menginvasi perut para siswa. Siapa sangka telur ceplok bisa jadi plot twist di kehidupan sekolah?


Pemkot Bogor Tetapkan Status KLB: Makan Gratis, Mules Gratis!

Merespons kejadian ini, Pemerintah Kota Bogor langsung menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Dedie menegaskan bahwa insiden ini nggak bisa dianggap enteng.

“Ini bukan hal yang bisa dianggap sepele. Pemerintah Kota Bogor harus memastikan semua prosedur penyediaan makanan lebih ketat agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Dedie.

Sekadar info, sampel air dan pemeriksaan terhadap tubuh korban juga sudah diambil untuk dianalisis. Hasilnya? Masih ditunggu. Sambil nunggu, semoga nggak ada lagi edisi ‘Makan Gratis, Mules Gratis’ di sekolah-sekolah Bogor.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

Trending di News