Menu ✖

Breaking News

News

Geger Video Viral TikTok Tuding Pejabat Bersengkongkol Peras Koruptor!

badge-check

Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

PRABAINSIGHT.COM, JAKARTA – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh desas-desus kelas berat. Sebuah narasi yang beredar luas di platform TikTok melempar tuduhan mengerikan: ada dugaan konspirasi, pemerasan terhadap tersangka korupsi, hingga upaya pencucian uang berkedok yayasan keagamaan yang melibatkan pejabat publik.

Isu liar ini mendadak jadi konsumsi publik setelah akun TikTok @grosirfakta mengunggah video bernada temuan pada Senin (7/9/2026). Dalam unggahan tersebut, nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh diseret-seret.

Video itu menuding Febrie menyembunyikan uang di kafe hingga brankas rumah dinas. Tak berhenti di situ, tuduhan juga mengarah pada dugaan skema pemerasan: penghitungan kerugian negara sengaja digelembungkan oleh BPKP demi memeras pihak yang sedang terjerat kasus korupsi.

“Febrie diduga memeras para pelaku korupsi yang dijerat menggunakan kalkulasi yang digelembungkan oleh Yusuf Ateh, lalu hasil pemerasan tersebut dibagi,” demikian klaim narasi yang diunggah oleh akun TikTok @grosirfakta dalam videonya, dikutip Jumat (11/9/2026).

Yayasan Agama dan Boarding School Jadi Tameng?

Masih berdasarkan klaim video yang viral tersebut, uang hasil pembagian itu dituduh disamarkan oleh Yusuf Ateh lewat jalur-jalur bernuansa sosial dan pendidikan.

Ia dituding membangun yayasan keagamaan yang dilengkapi tempat ibadah megah, serta mendirikan Madrasah Aliyah berbasis boarding school. Langkah ini dinilai akun tersebut sebagai taktik membangun citra positif, sekaligus “tameng moral” agar asal-usul uang tak dipertanyakan publik.

Video itu bahkan melangkah lebih jauh dengan mengklaim adanya penimbunan uang tunai berbentuk dolar dan emas batangan dalam jumlah fantastis, yang dituding sebagai imbalan jasa atas intervensi perhitungan kerugian negara.

Menunggu Bukti Hukum, Bukan Sekadar Rumor Media Sosial

Meskipun narasi tersebut meluncur deras dan ditonton ribuan kali, penting untuk digarisbawahi bahwa seluruh tuduhan ini murni klaim sepihak di media sosial. Hingga saat ini, belum ada bukti terverifikasi atau proses hukum resmi yang mengonfirmasi kebenaran dari konten tersebut.

Media sosial memang sering kali jadi tempat melempar bola liar. Namun dalam kaidah hukum, desas-desus di internet tidak bisa langsung dihakimi sebagai kebenaran mutlak tanpa adanya pembuktian material.

Satu-satunya cara untuk menghentikan spekulasi liar yang membingungkan publik adalah lewat respons tegas dari institusi penegak hukum. Institusi seperti Kortas Tipikor Polri maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk turun tangan melacak validitas informasi tersebut.

Jika memang ada indikasi tindak pidana berdasarkan alat bukti yang sah, penegakan hukum harus berjalan profesional.

Sebaliknya, jika tuduhan tersebut terbukti sekadar hoaks atau pembunuhan karakter (character assassination), publik berhak mendapatkan klarifikasi yang terang benderang agar kredibilitas lembaga negara tidak terus digerogoti gosip digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Aksi Jilid 2: JAPMI dan JaMWas Desak KPK Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Bekasi

30 Okt 2026 - 13:41 WIB

Aksi Jilid 2: JAPMI dan JaMWas Desak KPK Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Bekasi

Antrean BBM di Madura Mulai Terurai, Pengawas SPBU Pamekasan Sebut Turun 75 Persen

29 Okt 2026 - 13:03 WIB

Antrean BBM di Madura Mulai Terurai, Pengawas SPBU Pamekasan Sebut Turun 75 Persen

56 Personel TNI AD Siap Berjuang di AARM 2026, Kasad Tekankan Disiplin dan Sportivitas

29 Okt 2026 - 12:22 WIB

56 Personel TNI AD Siap Berjuang di AARM 2026, Kasad Tekankan Disiplin dan Sportivitas

AMPER Geruduk Bareskrim, Desak 5 Pegawai PLN Tersangka Blackout Batam Dibebaskan

28 Okt 2026 - 16:11 WIB

AMPER Geruduk Bareskrim, Desak 5 Pegawai PLN Tersangka Blackout Batam Dibebaskan

Pusdiklatpassus Kopassus Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Negara

28 Okt 2026 - 16:03 WIB

Pusdiklatpassus Kopassus Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Negara
Trending di News