Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Rumor Surat Rahasia Pergantian Kapolri, Direktur HAI Ingatkan Risiko Fatal

badge-check

“Istana diminta segera luruskan isu pergantian Kapolri yang makin liar. Direktur HAI menilai diamnya pemerintah bisa memicu krisis kepercayaan publik dan mengguncang stabilitas politik.”(Foto:Ist) Perbesar

“Istana diminta segera luruskan isu pergantian Kapolri yang makin liar. Direktur HAI menilai diamnya pemerintah bisa memicu krisis kepercayaan publik dan mengguncang stabilitas politik.”(Foto:Ist)

PRABA INSIGHT – Jakarta – Kabar tentang pergantian Kapolri kembali merebak. Media menulis Presiden dikabarkan mengirim surat ke DPR berisi nama calon Kapolri baru. Namun, pimpinan DPR dan Komisi III serentak membantah: tak ada dokumen yang mereka terima.

Kebingungan publik pun kian besar. Rumor berseliweran, spekulasi liar berkembang. Situasi ini, jika dibiarkan, bisa berbalik menjadi krisis politik.

“Istana jangan diam. Kita hidup di era post-truth, isu bisa lebih berbahaya daripada fakta. Ini ancaman serius bagi stabilitas negara,” ujar Direktur Haidar Alwi Institut (HAI), Sandri Rumanama.

Kapolri, Lebih dari Sekadar Jabatan

Sandri menegaskan posisi Kapolri bukan kursi biasa. Ia simbol hukum, keamanan, sekaligus stabilitas nasional. Karena itu, setiap isu pergantian di pucuk pimpinan Polri pasti mengguncang banyak aspek—dari psikologi politik, moral aparat, hingga legitimasi pemerintah.

“Dampaknya bisa berlapis. Aparat goyah, politik gaduh, publik meragukan Presiden,” katanya.

Diam Bisa Berakibat Fatal

Menurut Sandri, bungkamnya Istana justru memberi ruang isu berkembang liar. Publik bisa menilai Presiden gamang, bahkan dikendalikan kepentingan politik tertentu.

“Fatal jika Istana membisu. Presiden bisa dipersepsikan tersandera kekuatan politik,” ucapnya.

Sandri menyebut risiko lain: kepercayaan publik tergerus, soliditas internal Polri melemah, dan agenda reformasi kepolisian rawan terseret ke pusaran drama politik.

Klarifikasi Jadi Jalan Keluar

Sandri menegaskan satu hal: klarifikasi Presiden sangat diperlukan. Penjelasan singkat, apakah isu benar atau sekadar rumor, sudah cukup untuk menghentikan spekulasi.

“Klarifikasi bukan hanya menenangkan publik, tapi juga menguatkan wibawa kepemimpinan nasional,” ujarnya.

Bagi Sandri, diam justru lebih berbahaya ketimbang masalah aslinya. Dalam politik, rumor yang tak ditepis bisa menjelma krisis.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News