PRABA INSIGHT – JAKARTA – Di tengah harga internet yang kadang bikin dompet terisak lirih, muncul satu nama yang belakangan jadi bahan bisik-bisik warga: Internet Rakyat. Layanan ini menawarkan fixed Wi-Fi 5G dengan tarif yang sungguh terdengar seperti promo April Mop, tapi bukan: Rp 100 ribu per 30 hari dengan kecepatan 100 Mbps. Iya, seratus Mbps. Bukan 10 Mbps yang sering kita dapat “seadanya”.
Di situs resminya, Internet Rakyat bahkan menuliskan kalau paket tunggal ini sudah termasuk gratis sewa modem, kuota unlimited, dan yang paling bikin netizen makin curiga campur berharap gratis langganan untuk bulan pertama. Seperti mimpi indah, tapi ya siapa juga yang menolak?
Sayangnya, layanan ini belum menyapa seluruh negeri. Untuk saat ini, Internet Rakyat baru hadir di Jawa, Maluku, dan Papua. Yang lain, harap sabar, karena hidup memang tidak selalu adil.
Cara Daftar Internet Rakyat (yang ternyata tidak sesusah bikin KTP)
Biar tidak cuma iri sama wilayah yang kebagian duluan, berikut cara daftar yang ditawarkan:
- Bukalah situs internetrakyat.id/register
- Isi data diri: nama lengkap, email, nomor HP, kota, provinsi, kecamatan, desa
- Tentukan titik domisili lewat peta dan masukkan alamat lengkap
Selesai. Tidak perlu bawa fotokopi KK 3 rangkap.
Siapa di Balik Internet Rakyat?
Layanan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) alias Surge dan Orex SAI. Dua perusahaan ini nekat (atau visioner, tergantung sudut pandang) membangun layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) berbasis Open RAN 1.4 GHz—yang mereka klaim sebagai yang pertama di dunia.
Presiden Direktur Surge, Yune Marketatmo, punya misi mulia yang terdengar seperti resolusi tahun baru yang benar-benar ingin diwujudkan.
“Melalui kolaborasi dengan OREX SAI, kami membangun ekosistem 5G FWA berbasis teknologi inovatif. Kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk menjembatani kesenjangan digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia ke tingkat berikutnya,” kata Yune.
Kalimat yang kalau kita baca sekilas kayak tulisan di baliho, tapi maknanya jelas: internet murah ini memang diniatkan.
WIFI menargetkan layanan Internet Rakyat mulai beroperasi tahun depan, dengan 4.800 stasiun basis yang akan ditugaskan kepada OREX SAI pada tahap awal implementasi kuartal I 2026.
Komentar Pemerintah: Akhirnya Ada Harapan Baru
Dari sisi pemerintah, Wamenkomdigi Nezar Patria juga ikut mengafirmasi bahwa layanan ini bisa jadi solusi ampuh buat mempercepat akses internet tanpa menunggu kabel serat optik merayap dari ujung kota sampai kampung paling pojok.
Nezar menyampaikan hal itu setelah menyaksikan penandatanganan kontrak komersial antara SURGE, OREX SAI Jepang, dan distributor lokal di Jakarta.
“Ini bukan hanya tentang menghubungkan orang. Ini tentang menyediakan akses berkecepatan tinggi yang terjangkau. Teknologi ini dirancang untuk melewati proses pemasangan fiber optik yang tradisional, mahal, dan memakan waktu,” ujar Nezar.
Bayangkan, internet cepat tanpa drama nunggu kabel ditarik dari tiang sebelah. Siapa yang tidak tertarik?











