PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Nasional menggelar Rapat Pleno Nasional di KAHMI Centre, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (8/1). Rapat tersebut menjadi ajang konsolidasi kepengurusan sekaligus penyelarasan program strategis organisasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Rapat pleno dihadiri jajaran pimpinan dan pengurus FORHATI Nasional, mulai dari Koordinator Presidium, Presidium, Sekretaris Jenderal beserta jajaran, Bendahara Umum, para ketua bidang, hingga pengurus harian. Agenda rapat meliputi pemaparan arah strategis organisasi, evaluasi pelaksanaan program kerja, serta perumusan program prioritas untuk satu tahun ke depan.
Koordinator Presidium FORHATI Nasional Anita Ariyani mengatakan rapat pleno menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah seluruh elemen organisasi. Menurut dia, FORHATI memiliki tanggung jawab moral dan historis dalam menghadirkan kepemimpinan perempuan Muslimah yang progresif dan berdaya saing.

Anita Ariyani koordinator presidium Forhati nasional (Foto:prabainsight)
“FORHATI memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menghadirkan kepemimpinan perempuan Muslimah yang progresif, profesional, dan berdaya saing, dengan tetap berlandaskan nilai keislaman dan keindonesiaan,” kata Anita Ariyani.
Ia menjelaskan, FORHATI telah menetapkan program lima tahunan dengan fokus pada penguatan swasembada pangan berbasis pemberdayaan perempuan, penanganan stunting dan penguatan kesehatan keluarga, serta penguatan seni dan budaya bagi bangsa dan generasi muda.
Dalam sektor swasembada pangan, FORHATI menjalin kerja sama dengan Wanita Tani HKTI, organisasi perempuan di bawah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan pertanian produktif sejalan dengan kebijakan pemerintah.
“Pelibatan perempuan dalam sektor pertanian menjadi bagian penting dari program swasembada pangan FORHATI,” ujar Anita yang juga menjabat Ketua Umum Wanita Tani HKTI.
Selain membahas program prioritas, rapat pleno juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang telah dijalin FORHATI Nasional dengan berbagai pihak. Beberapa kerja sama dinilai perlu didorong agar dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, Ketua Panitia Rapat Pleno FORHATI Nasional sekaligus Ketua Bidang Seni dan Budaya FORHATI Nasional Encop Sophia mengatakan rapat pleno dirancang sebagai forum evaluasi dan penyelarasan program agar pelaksanaan kegiatan organisasi berjalan terukur dan berkelanjutan.
“Rapat pleno ini menjadi ruang evaluasi bersama untuk memastikan seluruh program FORHATI berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Encop Sophia.
Ia menambahkan, penguatan seni dan budaya menjadi bagian penting dari kontribusi FORHATI dalam pembangunan karakter bangsa, khususnya bagi generasi muda.
Melalui rapat pleno tersebut, FORHATI Nasional menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan Indonesia sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Van)






