Menu

Mode Gelap
Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia Kabar Adik Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran Bikin Timur Tengah Makin Panas Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan

News

Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim

badge-check


					Forkom BEM/DEMA PTAI menggelar Ramadhan Peduli di Depok dengan buka puasa bersama, diskusi, dan santunan anak yatim bersama mahasiswa dan santri. Perbesar

Forkom BEM/DEMA PTAI menggelar Ramadhan Peduli di Depok dengan buka puasa bersama, diskusi, dan santunan anak yatim bersama mahasiswa dan santri.

PRABAINSIGHT.COM – DEPOK – Ramadhan memang selalu punya cara sendiri untuk membuat orang berkumpul. Entah itu karena ingin berburu takjil, buka puasa bareng, atau sekadar menebar kebaikan. Hal yang sama juga terjadi dalam kegiatan bertajuk Ramadhan Peduli: Berbagi Kasih, Berbagi Kisah, Berbagi Rasa yang digelar Forum Komunikasi BEM/DEMA Perguruan Tinggi Agama Islam (FORKOM BEM/DEMA PTAI) di Depok, Senin (9/3/2026).

Acara ini bukan sekadar agenda buka puasa bersama yang berakhir dengan foto-foto ramean. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang berkumpulnya mahasiswa, santri, tokoh pendidikan, hingga masyarakat dalam satu meja atau lebih tepatnya satu hamparan kebersamaan khas Ramadhan.

Bagi FORKOM BEM/DEMA PTAI, kegiatan ini juga punya misi yang cukup serius: memperkuat solidaritas organisasi mahasiswa yang tersebar di berbagai kampus Perguruan Tinggi Agama Islam. Jadi, selain mengisi waktu menunggu azan magrib, mereka juga memanfaatkan momen ini untuk mempererat jaringan dan silaturahmi.

Dalam acara tersebut, hadir pula Dr. Hj. Qonita Lutfiyah, S.E., M.M., pimpinan pondok pesantren yang ikut memberikan pesan kepada para peserta. Menurutnya, kolaborasi antara santri dan mahasiswa bukan sekadar jargon yang enak didengar di podium.

Ia menilai dua kelompok ini sebenarnya punya potensi besar jika bisa berjalan beriringan. Santri dengan kedalaman nilai-nilai keagamaannya, mahasiswa dengan ruang intelektualnya yang lebih luas.

“Kolaborasi santri dan mahasiswa penting untuk meningkatkan pengetahuan dan membantu menentukan arah setelah lulus dari bangku sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pusat Presidium Nasional FORKOM BEM/DEMA PTAI se-Indonesia, Fathammubina, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan sedikit “bekal hidup” kepada para peserta terutama generasi yang masih duduk di bangku sekolah.

Ia mengutip pesan dari Prof. KH. Syukron Ma’mun yang terdengar sederhana, tapi cukup menohok.

“Menangislah kau di masa muda, maka kau akan tersenyum di masa tuamu,” katanya.

Kalimat itu, kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari, kira-kira begini: kalau ingin hidup agak santai nanti, ya siap-siap dulu capek sekarang. Masa muda memang bukan waktunya rebahan terlalu lama.

Fathammubina juga mengingatkan para siswa SMP IT Daarul Rahman 3 Depok yang hadir bahwa belajar itu bukan perkara instan.

“Belajar itu proses. Sedangkan kesuksesan adalah hasil dari proses itu sendiri,” ujarnya.

Setelah sesi sambutan dan diskusi yang cukup menghangatkan suasana, acara kemudian berlanjut ke agenda yang paling ditunggu-tunggu: buka puasa bersama. Momen ini menjadi ruang santai bagi mahasiswa, santri, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan untuk saling berbincang.

Namun kegiatan Ramadhan Peduli ini tidak berhenti di meja makan. Panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadhan.

Bagi FORKOM BEM/DEMA PTAI, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial tahunan. Mereka berharap Ramadhan Peduli bisa terus menjadi tradisi bukan hanya untuk mempererat hubungan antar mahasiswa, tetapi juga untuk menjaga semangat berbagi di tengah masyarakat.

Karena pada akhirnya, Ramadhan memang bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tapi juga soal bagaimana manusia tetap ingat untuk saling peduli. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari

9 Maret 2026 - 15:03 WIB

Warga Bekasi Utara Geger Temukan Bayi Perempuan Hidup di Dalam Tong Sampah

9 Maret 2026 - 14:28 WIB

Ribut Usai Laga Malut United vs PSM, Wartawan Diintimidasi hingga Wasit Tertahan di Stadion

9 Maret 2026 - 14:21 WIB

Eks Ketua SP JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Bekasi, Kasus Kontrak Rp4,08 Triliun Kembali Disorot

8 Maret 2026 - 14:45 WIB

Drama Hukum Nabila O’Brien: Unggah CCTV Dugaan Pencurian di Restoran Kemang, Kini Berujung Saling Lapor

7 Maret 2026 - 14:39 WIB

Trending di News