Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Usai Temui Wapres Gibran, Rismon Kini Bilang Ijazah Jokowi Asli

badge-check

Usai bertemu Wapres Gibran, Rismon Sianipar menyebut hasil kajian terbarunya menunjukkan ijazah Jokowi asli.(Istimewa) Perbesar

Usai bertemu Wapres Gibran, Rismon Sianipar menyebut hasil kajian terbarunya menunjukkan ijazah Jokowi asli.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Drama panjang soal ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tampaknya memasuki babak baru. Peneliti sekaligus penulis Rismon Sianipar yang sebelumnya ikut meramaikan perdebatan, kini datang dengan kesimpulan berbeda. Setelah melakukan kajian ulang selama beberapa bulan terakhir, ia mengatakan bahwa ijazah Jokowi memang asli.

Kesimpulan itu disampaikan Rismon setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momen bagi Rismon untuk menjelaskan hasil penelitian terbarunya.

Menurut Rismon, proses penelusuran ulang terhadap dokumen ijazah tersebut berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan. Ia mengaku kembali menelaah berbagai detail yang sebelumnya dipersoalkan. Bagi Rismon, penelitian bukan perkara mempertahankan pendapat mati-matian, melainkan soal keberanian mengoreksi diri ketika menemukan fakta baru.

“Saya sebagai peneliti harus jujur bahkan terhadap penelitian saya sendiri. Jika ada yang salah, harus dikoreksi,” ujar Rismon kepada wartawan.

Setelah melakukan berbagai analisis teknis, ia sampai pada kesimpulan yang cukup tegas: dokumen ijazah tersebut autentik.

“Iya, asli. Dengan kajian saya,” katanya.

Rismon menjelaskan bahwa analisis yang ia lakukan tidak sekadar melihat sekilas dokumen, melainkan menggunakan beberapa pendekatan teknis. Di antaranya analisis geometri, translasi, rotasi, hingga pengujian pencahayaan.

Metode tersebut digunakan untuk memeriksa berbagai unsur dalam dokumen seperti watermark, emboss, serta cap stempel yang sebelumnya sempat jadi bahan perdebatan di ruang publik.

Menurutnya, beberapa detail dokumen memang bisa terlihat berbeda tergantung sudut cahaya atau karakter warna yang tertangkap kamera. Karena itu, pemeriksaan harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang terburu-buru.

Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden, Rismon juga menyampaikan bahwa dirinya diterima dengan baik. Ia bahkan mendapat kesan bahwa keluarga Jokowi cukup terbuka terhadap penelitian maupun kritik yang pernah ia sampaikan.

“Dari penjelasan Pak Wapres, keluarga besar mereka terbuka terhadap penelitian dan koreksi,” ujarnya.

Rismon juga bercerita bahwa sebelumnya ia sempat bertemu langsung dengan Jokowi di Solo. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan permintaan maaf terkait polemik tudingan ijazah palsu yang sempat ramai diperbincangkan.

Bagi Rismon, permintaan maaf tersebut bukan sekadar formalitas. Ia menyebutnya sebagai bentuk tanggung jawab akademik seorang peneliti yang harus siap memperbaiki kesimpulan jika ternyata data baru berkata lain.

Ke depan, Rismon berencana menuliskan seluruh proses penelusurannya dalam sebuah buku yang sedang ia siapkan. Buku tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2026 dan akan memuat penjelasan lebih lengkap tentang metode penelitian hingga hasil kajian yang ia lakukan.

“Saya akan buktikan dalam tulisan saya. Penelitian itu ongoing dan membutuhkan waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut baik sikap Rismon yang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi.

Apalagi, kata Gibran, peristiwa itu terjadi di bulan Ramadan bulan yang identik dengan saling memaafkan dan membuka lembaran baru. Dalam konteks itu, polemik panjang soal ijazah Jokowi setidaknya mendapat satu hal yang cukup penting: klarifikasi dari orang yang sebelumnya ikut meramaikan perdebatan. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News