Menu

Mode Gelap
Istana Pastikan Harga BBM Tak Naik per 1 April 2026, Ini Penjelasannya Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 3 Prajurit TNI, 5 Lainnya Terluka Bupati vs Wabup Lebak, Sebutan ‘Napi’ di Pendopo Berujung Saling Bongkar Aib Ramai Warga Kota Bekasi Serbu SPBU Padahal Harga BBM Nggak Naik Akun Pribadi Direktur FBI Dibobol Hacker, AS Buru Pelaku dengan Hadiah Jutaan Dolar Drama di GBK! Indonesia Kalah 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026 Lewat Penalti

News

Bupati vs Wabup Lebak, Sebutan ‘Napi’ di Pendopo Berujung Saling Bongkar Aib

badge-check


					Ketegangan Bupati vs Wabup Lebak pecah saat acara silaturahmi. Sebutan “napi” dari Bupati Hasbi dibalas Amir Hamzah dengan kritik tajam soal kinerja. Drama politik ini jadi sorotan publik.(Istimewa) Perbesar

Ketegangan Bupati vs Wabup Lebak pecah saat acara silaturahmi. Sebutan “napi” dari Bupati Hasbi dibalas Amir Hamzah dengan kritik tajam soal kinerja. Drama politik ini jadi sorotan publik.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – LEBAK – Harusnya ini acara penuh senyum, salaman, dan kalimat “mohon maaf lahir batin” yang diulang-ulang sampai lidah kebas. Tapi yang terjadi di Pendopo Kabupaten Lebak malah sebaliknya: panggung silaturahmi berubah jadi arena “open mic roasting” versi pejabat.

Semua bermula ketika Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, naik podium untuk memberi sambutan. Biasanya, momen seperti ini diisi dengan laporan capaian, sedikit pujian ke sana-sini, lalu ditutup ajakan menjaga persatuan. Tapi kali ini, arah pidatonya agak melipir.

Alih-alih bicara soal program kerja atau kebersamaan, Hasbi justru menyinggung masa lalu Wakil Bupati, Amir Hamzah dan bukan dengan nada nostalgia. Tanpa banyak pengantar, ia menyebut Amir sebagai mantan narapidana yang “beruntung” masih bisa duduk di kursi pemerintahan.

Kalimat itu jatuh bukan seperti guyonan ringan, tapi lebih mirip lemparan batu ke kaca jendela. Suasana yang tadinya santai langsung berubah kaku. Para tamu mungkin masih pegang gelas minuman, tapi fokusnya sudah pindah ke panggung.

Amir Hamzah jelas tidak tinggal diam. Ia langsung berdiri dari kursinya, siap memberi respons. Momen itu sempat terasa seperti akan berubah jadi debat terbuka, sebelum akhirnya dilerai oleh para pejabat yang sigap menurunkan tensi.

Kalau Anda pikir dramanya selesai di situ, ternyata belum.

Sehari setelah kejadian itu, Amir memilih membalas bukan di forum resmi, tapi dari kediamannya. Ia membuka “bab baru” dengan mengkritik kinerja sang Bupati. Salah satu yang disorot: frekuensi kehadiran Hasbi di kantor yang disebutnya hanya satu hari dalam sepekan.

Tak berhenti di situ, Amir juga mengungkit penanganan kawasan Alun-alun Rangkasbitung yang dinilai tidak maksimal. Menurutnya, hal itu terjadi karena Bupati lebih sering berada di luar daerah.

“Saya tidak pernah menyampaikan hal ini sebelumnya, baru sekarang saya ungkap,” ucap Amir, menyindir.

Akhirnya, yang semestinya jadi momen saling memaafkan malah berubah jadi ajang saling membuka catatan lama. Silaturahmi yang biasanya identik dengan pelukan hangat, kali ini justru menyisakan kesan: kalau sudah panas, jabatan tinggi pun bisa ikut terbakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Istana Pastikan Harga BBM Tak Naik per 1 April 2026, Ini Penjelasannya

31 Maret 2026 - 17:34 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 3 Prajurit TNI, 5 Lainnya Terluka

31 Maret 2026 - 17:11 WIB

Ramai Warga Kota Bekasi Serbu SPBU Padahal Harga BBM Nggak Naik

31 Maret 2026 - 15:54 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus, Mahasiswa Desak DPR Transparan dan Bentuk TGPF

30 Maret 2026 - 13:31 WIB

Blak-blakan! Sandri Rumanama Soroti Kesenjangan Maluku di Halal Bihalal Pemuda Timur

28 Maret 2026 - 19:54 WIB

Trending di Nasional