Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

News

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 3 Prajurit TNI, 5 Lainnya Terluka

badge-check

3 prajurit TNI gugur dan 5 lainnya luka dalam serangan di Lebanon Selatan saat menjalankan misi UNIFIL di tengah eskalasi konflik(Istimewa) Perbesar

3 prajurit TNI gugur dan 5 lainnya luka dalam serangan di Lebanon Selatan saat menjalankan misi UNIFIL di tengah eskalasi konflik(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di peta dunia, Indonesia dan Lebanon itu jauh. Tapi dalam urusan misi perdamaian, jarak kadang jadi hal yang tidak terlalu berarti. Prajurit TNI tetap berdiri di sana di tengah konflik yang bahkan bukan milik mereka. Sayangnya, kali ini yang pulang bukan cuma cerita tugas, tapi juga kabar duka.

Sebanyak delapan prajurit TNI menjadi korban dalam serangan di Lebanon Selatan. Tiga di antaranya gugur saat menjalankan tugas di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Misi yang idealnya menjaga damai, justru harus bersinggungan langsung dengan realitas perang.

Kejadian pertama terjadi pada Minggu (29/3), di markas UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Di sana, Praka Farizal Rhomadhon gugur. Ia bertugas sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Di balik seragamnya, ada cerita yang ikut terhenti: seorang istri dan anak berusia 2 tahun yang kini harus melanjutkan hidup tanpa dirinya.

Di waktu yang sama, beberapa prajurit lain juga menjadi korban luka. Mereka langsung mendapatkan penanganan, sebagian di fasilitas medis UNIFIL, sementara yang membutuhkan perawatan lebih lanjut harus dievakuasi.

Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah menjelaskan situasi yang terjadi tidaklah sederhana. Serangan berlangsung di tengah kondisi yang memang sudah panas.

“TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” kata Aulia, Senin (30/3/2026).

Kalau Anda berharap cerita berhenti di situ, kenyataannya tidak.

Sehari setelahnya, Senin (30/3), kabar duka kembali datang. Dua prajurit TNI lainnya gugur. Kali ini, bukan di markas, tapi saat menjalankan tugas pengawalan.

Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur ketika kendaraan yang mereka kawal mengalami ledakan. Saat itu, mereka tergabung dalam Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang menjadi bagian dari East Mobile Reserve (SEMR).

Misi mereka sebenarnya terdengar “rutin”: mengawal konvoi dari satu titik ke titik lain di wilayah Lebanon Selatan. Dari Mako Sektor Timur UNIFIL menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL. Tapi di wilayah dengan eskalasi tinggi, bahkan rutinitas pun bisa berubah jadi ancaman.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya dua prajurit TNI,” kata Aulia, dilansir Antara, Selasa (31/3/2026).

Selain korban gugur, beberapa prajurit lain juga mengalami luka dalam rangkaian insiden tersebut. Mereka kini menjalani perawatan setelah berada di garis yang terlalu dekat dengan konflik.

Peristiwa ini seperti mengingatkan satu hal yang sering luput: misi perdamaian bukan berarti bebas dari bahaya. Justru sebaliknya, mereka berdiri di tengah dua pihak yang sama-sama bersenjata, dengan satu tujuan yang kadang terdengar sederhana tapi sulit diwujudkan menjaga damai.

Dan di balik angka korban, ada nama, keluarga, dan cerita yang tidak akan pernah sama lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Trending di News