Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Sport

Dilema Pemain Naturalisasi Indonesia di Liga Belanda: Antara Bertahan di Eredivisie atau Setia ke Timnas

badge-check

Pemain naturalisasi Timnas Indonesia menghadapi dilema di Liga Belanda. Opsi izin tinggal atau kembali ke kewarganegaraan Belanda jadi penentu karier mereka di Eredivisie. Perbesar

Pemain naturalisasi Timnas Indonesia menghadapi dilema di Liga Belanda. Opsi izin tinggal atau kembali ke kewarganegaraan Belanda jadi penentu karier mereka di Eredivisie.

PRABAINSIGHT.COM – Sepak bola modern itu kadang bukan cuma soal taktik, formasi, atau siapa yang jadi starter. Ada hal yang lebih ribet: urusan paspor, izin tinggal, dan status kewarganegaraan yang bisa bikin karier pemain mendadak seperti lagi main puzzle tanpa gambar contoh.

Itulah yang sedang dihadapi beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia seperti Dean James dan Nathan Tjoe-A-On. Bukan karena performa mereka jelek, tapi karena satu hal yang sering dianggap sepele administrasi.

Eredivisie dan Jalan Keluar yang Nggak Sesederhana Kedengarannya

Seorang petinggi organisasi klub Eredivisie, Bernd Willaert, membeberkan dua opsi yang bisa jadi “jalan keluar” dari keruwetan ini.

Opsi pertama terdengar paling aman: pemain bisa menggunakan izin tinggal permanen atau status khusus di Uni Eropa. Dengan begitu, mereka tidak lagi dianggap sebagai pemain non-Uni Eropa yang biasanya harus memenuhi syarat ribet mulai dari gaji minimum tinggi sampai izin kerja yang berlapis-lapis.

Secara teori, ini solusi ideal. Mereka tetap bisa bermain di Belanda, tetap berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia, dan tidak perlu memilih identitas.

Tapi seperti banyak hal dalam hidup, yang “ideal” sering kali tidak selalu mudah diwujudkan.

Opsi Kedua: Balik Jadi Warga Belanda, Tapi…

Nah, opsi kedua ini yang agak bikin kening berkerut: kembali mengambil kewarganegaraan Belanda.

Di atas kertas, ini solusi cepat. Begitu statusnya kembali “lokal”, maka pintu Liga Belanda terbuka lebar tanpa hambatan administratif.

Tapi konsekuensinya tidak main-main.

Kalau mereka resmi kembali menjadi warga Belanda, ada kemungkinan FIFA menganggap mereka tidak lagi memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia.

Artinya? Harus memilih.

Karier klub di Belanda atau seragam Garuda.

Dan kita tahu, buat pemain yang sudah mengambil sumpah dan merasakan atmosfer timnas, ini bukan sekadar keputusan profesional. Ini soal identitas, loyalitas, dan sedikit banyak perasaan.

Sekitar 25 Pemain dalam Satu Masalah yang Sama

Kasus ini ternyata bukan cuma soal satu-dua pemain. Ada sekitar 25 pemain yang sedang dikaji status administrasinya oleh otoritas Belanda.

Prosesnya melibatkan banyak pihak: liga, imigrasi, federasi seperti KNVB, hingga perwakilan pemain.

Semua masih dalam tahap pembahasan. Belum ada keputusan final. Dan seperti biasa, dalam situasi seperti ini, semua orang diminta bersabar meski karier pemain tidak selalu bisa menunggu terlalu lama.

Sepak Bola yang Tersandung Birokrasi

Yang menarik dari kasus ini adalah satu hal sederhana: pemain bisa terhambat bukan karena cedera atau performa, tapi karena dokumen.

Padahal mereka tumbuh, berlatih, bahkan mungkin memulai karier di Belanda. Tapi ketika status berubah karena memilih membela negara lain tiba-tiba semuanya jadi rumit.

Eredivisie sendiri mengklaim ingin mencari solusi yang adil. Bukan cuma soal aturan, tapi juga soal keberlanjutan karier pemain.

Karena pada akhirnya, sepak bola bukan cuma industri, tapi juga perjalanan hidup.

Dan akan terasa ironis kalau perjalanan itu harus tersendat hanya karena stempel di paspor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1

7 Agustus 2026 - 22:23

Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan

7 Agustus 2026 - 20:50

Persija Disingkirkan Persib di Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong: Saya Tidak Puas, tapi Ini Baru Pemanasan

4 Agustus 2026 - 21:43

Bukan Cuma Turnamen, ASICS Community Slam 2026 Bangun Ekosistem Tenis dan Padel Indonesia

4 Agustus 2026 - 19:34

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Trending di Internasional