Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

News

Ribut Usai Laga Malut United vs PSM, Wartawan Diintimidasi hingga Wasit Tertahan di Stadion

badge-check


					Sejumlah wartawan diduga mendapat intimidasi dari oknum official Malut United usai laga melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Wartawan diminta menghapus video hingga wasit sempat tertahan di stadion. Perbesar

Sejumlah wartawan diduga mendapat intimidasi dari oknum official Malut United usai laga melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Wartawan diminta menghapus video hingga wasit sempat tertahan di stadion.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Sepak bola Indonesia sering kali bukan cuma soal gol, assist, atau drama di menit tambahan. Kadang, dramanya justru muncul setelah peluit panjang berbunyi. Itu pula yang terjadi usai laga BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.

Alih-alih pulang dengan cerita pertandingan, sejumlah wartawan yang meliput laga tersebut justru membawa pengalaman yang kurang menyenangkan. Seorang pria yang diduga merupakan official tim Malut United disebut melakukan intimidasi terhadap para jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.05 WIT, tak lama setelah pertandingan berakhir. Saat itu, seorang wartawan dari Radio Republik Indonesia Ternate, Irwan Djailani alias Bradex, sedang merekam perjalanan perangkat pertandingan keluar dari lapangan sesuatu yang bagi wartawan olahraga sebenarnya bukan hal aneh.

Namun aktivitas itu rupanya tidak disukai oleh pria yang diduga sebagai bagian dari official tim. Ia mendatangi Irwan dan meminta agar video yang direkam segera dihapus.

Tak berhenti sampai di situ, pria tersebut juga meminta steward untuk mengusir sejumlah wartawan dari area tribun, meskipun para jurnalis tersebut diketahui memegang ID Card resmi Super League.

“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriak pria tersebut sembari memprovokasi sejumlah suporter yang berada di sekitar lokasi.

Situasi di sekitar stadion yang sudah cukup tegang setelah pertandingan pun sempat memanas. Oknum manajemen yang sama bahkan terlihat mengikuti pergerakan wasit hingga menuju area ruang ganti.

Sesampainya di depan ruang ganti, pria tersebut beberapa kali menggedor pintu dengan keras sambil melontarkan umpatan dan ancaman kepada perangkat pertandingan yang berada di dalam ruangan.

Kondisi itu membuat para wasit memilih bertahan di dalam ruang ganti untuk menghindari potensi konflik yang lebih besar. Alhasil, mereka tidak bisa langsung meninggalkan stadion meskipun pertandingan sudah selesai.

Tim perangkat pertandingan akhirnya tertahan di dalam stadion selama kurang lebih satu setengah jam setelah laga usai. Baru sekitar pukul 00.20 WIT, mereka dapat keluar dari area stadion setelah aparat kepolisian bersama steward memastikan situasi sudah lebih aman dan steril dari potensi intimidasi, baik dari suporter maupun dari oknum official tim.

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa pekerjaan wartawan olahraga tidak selalu semulus jalannya pertandingan di lapangan. Kadang, yang mereka hadapi bukan cuma statistik dan skor akhir, tapi juga situasi yang menguji keselamatan saat menjalankan tugas jurnalistik.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka

21 April 2026 - 19:43

Dari Rp200 Ribu ke Rp311 Juta: Drama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang Bikin Dompet Mau Pensiun Dini

20 April 2026 - 14:56

Mahasiswa UNPAM Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyerangan Andrie Yunus hingga Aktor Intelektual

18 April 2026 - 15:07

Seleknas KKI 2026 Digelar, OSO: Menang Kalah Biasa, Kejujuran yang Utama

18 April 2026 - 14:02

Masuknya MBG ke Pos Pendidikan Dipertanyakan MK: Kebijakan atau Akal-akalan Anggaran?

18 April 2026 - 08:48

Trending di News