Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Crime

Kurir COD Diduga Dihajar Oknum TNI di Cakung, Berawal dari Paket Tak Diambil 20 Menit

badge-check

Viral kurir COD diduga dihajar oknum TNI di Cakung, Jakarta Timur. Insiden bermula saat paket tak diambil selama 20 menit hingga korban mengalami luka di wajah.(Istimewa) Perbesar

Viral kurir COD diduga dihajar oknum TNI di Cakung, Jakarta Timur. Insiden bermula saat paket tak diambil selama 20 menit hingga korban mengalami luka di wajah.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Nasib kurir ekspedisi memang sering mirip tokoh figuran di negeri sendiri: datang buru-buru, kehujanan, diteriaki karena paket telat, lalu pulang tanpa kepastian. Tapi kasus yang satu ini levelnya sudah beda. Bukan cuma dimarahi, seorang kurir COD di kawasan Cakung, Jakarta Timur, diduga malah dihajar hingga wajahnya luka.

Peristiwa itu ramai dibicarakan di media sosial setelah foto kondisi korban dan kronologi kejadian beredar luas. Publik menyoroti dugaan keterlibatan seorang oknum TNI dalam insiden tersebut.

Menurut informasi yang beredar, kejadian bermula ketika korban mengantar paket Cash on Delivery (COD) ke rumah pelaku pada Kamis (7/5). Seperti prosedur umum layanan COD, paket baru bisa diberikan setelah penerima keluar dan melakukan pembayaran.

Masalahnya, setelah menunggu sekitar 20 menit, tak ada seorang pun yang keluar rumah untuk menerima paket tersebut.

Di dunia kurir, 20 menit itu bukan waktu sebentar. Satu alamat yang terlalu lama bisa bikin pengiriman lain berantakan. Apalagi sistem kerja kurir harian sering diburu target dan waktu.

Karena tak kunjung mendapat respons, korban akhirnya memutuskan membawa kembali paket ke gudang sesuai prosedur perusahaan ekspedisi.

Namun situasi diduga berubah panas setelah itu.

Belum diketahui secara rinci bagaimana cekcok terjadi, tetapi insiden tersebut disebut berujung dugaan aksi kekerasan terhadap sang kurir. Korban dikabarkan mengalami luka di bagian wajah.

Kasus ini langsung memancing reaksi publik di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan mengapa persoalan paket COD bisa berujung dugaan penganiayaan.

Di sisi lain, fenomena konflik antara kurir dan pembeli COD memang makin sering muncul dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari paket ditolak, alamat tidak jelas, pembeli sulit dihubungi, hingga kurir yang justru jadi sasaran emosi pelanggan.

Padahal dalam sistem COD, kurir pada dasarnya hanya bertugas mengantar barang dan menerima pembayaran. Mereka bukan pemilik barang, bukan penjual, apalagi customer service yang bisa menyelesaikan semua konflik transaksi.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi lengkap terkait penyebab pasti insiden maupun proses penyelesaian kasus tersebut.

Publik kini menunggu langkah penanganan dari pihak terkait, sekaligus berharap kasus kekerasan terhadap pekerja lapangan seperti kurir tidak lagi dianggap persoalan sepele.

Sebab di balik jaket ekspedisi yang tiap hari wara-wiri di jalanan itu, ada orang yang sedang bekerja mencari nafkah bukan samsak pelampiasan emosi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agustus 2026 - 20:39

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Trending di News