Menu

Mode Gelap
Swarm Lepas “Amayadori”, Lagu Tentang Berdamai dengan Hidup Setelah Dihantam Badai Kesalahan Polemik Konten LGBTIQ SUMA UI Memanas, Universitas Indonesia Tegaskan Itu Bukan Sikap Resmi Kampus Kenalan dari Dating App Berujung Apes, HP dan iPad Milik Wanita 19 Tahun Digondol Pria 37 Tahun Rumah Indofood di Jakarta Fair 2026 Bukan Sekadar Tempat Belanja, Ada Duel Masak Aldi Taher hingga Mabar E-sports Ketum DPP GMNI Muhamad Risyad: Mahasiswa Harus Kritis, Jangan Terjebak Provokasi Komisaris PT YAT Jadi Tersangka, Kejagung Ungkap Dugaan Markup Motor Listrik MBG Rp1 Triliun

Crime

Kurir COD Diduga Dihajar Oknum TNI di Cakung, Berawal dari Paket Tak Diambil 20 Menit

badge-check


					Viral kurir COD diduga dihajar oknum TNI di Cakung, Jakarta Timur. Insiden bermula saat paket tak diambil selama 20 menit hingga korban mengalami luka di wajah.(Istimewa) Perbesar

Viral kurir COD diduga dihajar oknum TNI di Cakung, Jakarta Timur. Insiden bermula saat paket tak diambil selama 20 menit hingga korban mengalami luka di wajah.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Nasib kurir ekspedisi memang sering mirip tokoh figuran di negeri sendiri: datang buru-buru, kehujanan, diteriaki karena paket telat, lalu pulang tanpa kepastian. Tapi kasus yang satu ini levelnya sudah beda. Bukan cuma dimarahi, seorang kurir COD di kawasan Cakung, Jakarta Timur, diduga malah dihajar hingga wajahnya luka.

Peristiwa itu ramai dibicarakan di media sosial setelah foto kondisi korban dan kronologi kejadian beredar luas. Publik menyoroti dugaan keterlibatan seorang oknum TNI dalam insiden tersebut.

Menurut informasi yang beredar, kejadian bermula ketika korban mengantar paket Cash on Delivery (COD) ke rumah pelaku pada Kamis (7/5). Seperti prosedur umum layanan COD, paket baru bisa diberikan setelah penerima keluar dan melakukan pembayaran.

Masalahnya, setelah menunggu sekitar 20 menit, tak ada seorang pun yang keluar rumah untuk menerima paket tersebut.

Di dunia kurir, 20 menit itu bukan waktu sebentar. Satu alamat yang terlalu lama bisa bikin pengiriman lain berantakan. Apalagi sistem kerja kurir harian sering diburu target dan waktu.

Karena tak kunjung mendapat respons, korban akhirnya memutuskan membawa kembali paket ke gudang sesuai prosedur perusahaan ekspedisi.

Namun situasi diduga berubah panas setelah itu.

Belum diketahui secara rinci bagaimana cekcok terjadi, tetapi insiden tersebut disebut berujung dugaan aksi kekerasan terhadap sang kurir. Korban dikabarkan mengalami luka di bagian wajah.

Kasus ini langsung memancing reaksi publik di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan mengapa persoalan paket COD bisa berujung dugaan penganiayaan.

Di sisi lain, fenomena konflik antara kurir dan pembeli COD memang makin sering muncul dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari paket ditolak, alamat tidak jelas, pembeli sulit dihubungi, hingga kurir yang justru jadi sasaran emosi pelanggan.

Padahal dalam sistem COD, kurir pada dasarnya hanya bertugas mengantar barang dan menerima pembayaran. Mereka bukan pemilik barang, bukan penjual, apalagi customer service yang bisa menyelesaikan semua konflik transaksi.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi lengkap terkait penyebab pasti insiden maupun proses penyelesaian kasus tersebut.

Publik kini menunggu langkah penanganan dari pihak terkait, sekaligus berharap kasus kekerasan terhadap pekerja lapangan seperti kurir tidak lagi dianggap persoalan sepele.

Sebab di balik jaket ekspedisi yang tiap hari wara-wiri di jalanan itu, ada orang yang sedang bekerja mencari nafkah bukan samsak pelampiasan emosi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Konten LGBTIQ SUMA UI Memanas, Universitas Indonesia Tegaskan Itu Bukan Sikap Resmi Kampus

14 Juni 2026 - 19:24

Kenalan dari Dating App Berujung Apes, HP dan iPad Milik Wanita 19 Tahun Digondol Pria 37 Tahun

14 Juni 2026 - 19:08

Rumah Indofood di Jakarta Fair 2026 Bukan Sekadar Tempat Belanja, Ada Duel Masak Aldi Taher hingga Mabar E-sports

13 Juni 2026 - 21:36

Ketum DPP GMNI Muhamad Risyad: Mahasiswa Harus Kritis, Jangan Terjebak Provokasi

13 Juni 2026 - 20:50

Komisaris PT YAT Jadi Tersangka, Kejagung Ungkap Dugaan Markup Motor Listrik MBG Rp1 Triliun

13 Juni 2026 - 20:08

Trending di Nasional