Menu

Mode Gelap
Tujuh Tahun Driver Legend Indonesia, Dari Aksi Jalanan hingga Advokasi Ojol Nasional Mau Jadi Polisi? DPR Putuskan Lulusan SMA Masih Bisa Masuk Polri, Usulan S1 Tak Lolos Dari Jalanan Buruh ke Istana: Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan Drama Wedding Organizer Berujung Penjara: Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun, Korban Tak Cuma Calon Pengantin Pramono Anung Pastikan Tarif TransJabodetabek Naik, Era Ongkos Rp3.500 Segera Berakhir Workshop Kreatif GMKB Bekasi: Cara Anak Muda Lepas dari Jeratan “Gagap Zaman”

News

Pramono Anung Pastikan Tarif TransJabodetabek Naik, Era Ongkos Rp3.500 Segera Berakhir

badge-check


					Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tarif TransJabodetabek akan disesuaikan. Tarif Rp3.500 dinilai tak lagi relevan untuk rute jauh seperti Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.(Istimewa) Perbesar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tarif TransJabodetabek akan disesuaikan. Tarif Rp3.500 dinilai tak lagi relevan untuk rute jauh seperti Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.(Istimewa)

PRABAINSIGHT. COM – JAKARTA – Ada satu hal yang selama ini terasa agak ajaib di Jakarta: bisa naik transportasi publik dengan tarif Rp3.500 untuk perjalanan yang jaraknya makin jauh, bahkan menembus wilayah penyangga ibu kota. Namun keajaiban itu tampaknya tidak akan berlangsung lama.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberi sinyal kuat bahwa tarif layanan TransJabodetabek bakal mengalami penyesuaian dalam waktu dekat. Besaran tarif baru memang belum diumumkan, tetapi pembahasannya disebut sudah memasuki tahap akhir.

Menurut Pramono, perubahan tarif menjadi konsekuensi logis dari perluasan layanan TransJabodetabek yang kini menjangkau rute-rute dengan jarak tempuh jauh, termasuk koridor yang menghubungkan pusat Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Mengenai tarif (Transjabodetabek) dalam waktu dekat (diputuskan) seperti yang saya sampaikan ketika secara resmi mencanangkan Blok M ke Soekarno-Hatta,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Tarif Rp3.500 Dinilai Tak Lagi Masuk Akal untuk Rute Jauh

Pramono menilai tarif Rp3.500 yang selama ini berlaku sulit dipertahankan untuk seluruh layanan TransJabodetabek. Apalagi, beberapa rute kini memiliki jarak perjalanan yang jauh lebih panjang dibanding layanan TransJakarta reguler di dalam kota.

Sebagai contoh, rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang baru diluncurkan memiliki karakteristik berbeda dibanding trayek perkotaan biasa.

“Saya juga menyampaikan enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp3.500 karena naik Damri, naik yang lain itu sudah rata-rata di atas Rp100.000,” ujar Pramono.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mencari titik tengah antara tarif yang tetap terjangkau bagi masyarakat dan kebutuhan operasional layanan yang terus berkembang.

Kenaikan Tarif Tinggal Menunggu Ketok Palu

Meski memastikan akan ada penyesuaian, Pramono belum mengungkap angka pasti yang akan diberlakukan.

“Maka dengan demikian akan ada penyesuaian, angkanya akan segera diputuskan dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan tarif TransJabodetabek dimulai dari Rp10.000 sebagaimana sempat disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Pramono memilih belum memberikan kepastian.

“Nanti saya putuskan,” kata Pramono singkat.

Pernyataan tersebut sekaligus menandakan bahwa opsi tarif Rp10.000 masih berada di meja pembahasan dan belum menjadi keputusan final.

Pemprov Janji Tetap Pertimbangkan Kemampuan Ekonomi Warga

Di tengah kabar kenaikan tarif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan aspek keterjangkauan tetap menjadi pertimbangan utama. Sebab, layanan TransJakarta dan TransJabodetabek tidak semata-mata berorientasi bisnis, melainkan juga menjalankan fungsi pelayanan publik melalui skema Public Service Obligation (PSO) atau subsidi layanan publik.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan kemampuan ekonomi masyarakat dalam menentukan tarif baru.

“Pemprov DKI Jakarta tetap berpegangan pada prinsip bahwa TransJakarta (termasuk TransJabodetabek) ada unsur Public Service Obligation (PSO) yang tentu salah satunya mengedepankan pertimbangan kemampuan ekonomi masyarakat,” ujar Chico, Minggu (7/6/2026).

Meski demikian, Chico mengakui hingga saat ini belum ada keputusan mengenai besaran tarif maupun rute-rute yang akan mengalami penyesuaian.

“Masih dalam proses pembahasan di internal,” tandas Chico.

Dilema Tarif Murah dan Ekspansi Layanan

Rencana kenaikan tarif TransJabodetabek memperlihatkan tantangan klasik transportasi publik di kawasan megapolitan Jakarta. Di satu sisi, masyarakat menginginkan tarif murah dan terjangkau. Di sisi lain, perluasan layanan ke wilayah penyangga hingga bandara membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.

Karena itu, keputusan tarif baru nantinya akan menjadi ujian bagi Pemprov DKI Jakarta: bagaimana menjaga layanan tetap terjangkau tanpa mengorbankan keberlanjutan sistem transportasi publik yang sedang terus diperluas.

Yang pasti, jika selama ini masyarakat bisa bepergian lintas kota dengan ongkos Rp3.500, masa-masa itu tampaknya akan segera menjadi cerita lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tujuh Tahun Driver Legend Indonesia, Dari Aksi Jalanan hingga Advokasi Ojol Nasional

8 Juni 2026 - 15:12

Mau Jadi Polisi? DPR Putuskan Lulusan SMA Masih Bisa Masuk Polri, Usulan S1 Tak Lolos

8 Juni 2026 - 14:58

Drama Wedding Organizer Berujung Penjara: Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun, Korban Tak Cuma Calon Pengantin

8 Juni 2026 - 14:34

Workshop Kreatif GMKB Bekasi: Cara Anak Muda Lepas dari Jeratan “Gagap Zaman”

7 Juni 2026 - 19:37

Dua Anak Menteri Jadi Tenaga Ahli, dan Publik Kembali Bertanya soal Meritokrasi

6 Juni 2026 - 18:18

Trending di Nasional