Menu

Mode Gelap
GMNI Jakarta Demo soal KDMP: Ketika Proyek Desa Dipertanyakan Mahasiswa Sandri Rumanama Minta Standar MEPE Utamakan Keselamatan Polisi di Lapangan Gerakan Nasional Aktivis ’98 Nilai 4 Mahasiswa Trisakti Layak Jadi Pahlawan Nasional Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya

Nasional

Pengukuhan IKKB 2026 Jadi Ajang Konsolidasi, OSO Dorong Peluang CPO, Tambang, dan UMKM Kalbar

badge-check


					IKKB 2026 resmi dikukuhkan di Jakarta. OSO soroti 800 ribu warga Kalbar dan dorong kolaborasi ekonomi CPO hingga UMKM.(prabainsight.com) Perbesar

IKKB 2026 resmi dikukuhkan di Jakarta. OSO soroti 800 ribu warga Kalbar dan dorong kolaborasi ekonomi CPO hingga UMKM.(prabainsight.com)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB) resmi melantik pengurus periode 2026 dalam acara yang berlangsung di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (3/5/2026). Sejumlah pejabat hadir dalam agenda ini, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Ketua Dewan Pembina IKKB Oesman Sapta Odang (OSSO).

Kegiatan ini tak hanya menjadi forum internal organisasi. Pengukuhan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang temu warga Kalimantan Barat di perantauan sekaligus membahas peluang kolaborasi ekonomi antara daerah dan ibu kota.

Ketua Dewan Pembina IKKB, Oesman Sapta Odang, mengungkapkan jumlah warga Kalbar di Jakarta diperkirakan mencapai ratusan ribu orang. Ia menilai potensi besar itu belum sepenuhnya diikuti dengan dukungan fasilitas organisasi yang memadai.

“Alhamdulillah tokoh-tokoh Kalbar ini hari berkumpul semua dan mereka mendukung kegiatan yang sejak didirikan sejak tahun 55 dan sekarang tidak lebih dan tidak kurang 800-an ribu penduduk Kalbar yang ada di Jakarta ini,” ujarnya.

Menurut OSO, kekuatan sosial IKKB telah terbentuk sejak lama dan terus berkembang. Ia juga menyebut adanya rencana penyediaan lahan serta gedung bagi organisasi tersebut melalui sinergi dengan pemerintah daerah.

“Dia mempunyai inisiatif sama Gubernur Kalimantan Barat untuk menyediakan lahan dan bangunan yang akan diberikan kepada Ikatan Keluarga Besar Kalimantan Barat di DKI,” katanya.

Organisasi yang berdiri sejak 1955 ini menjadi wadah pemersatu masyarakat Kalimantan Barat dari berbagai latar belakang etnis, seperti Melayu, Dayak, hingga Tionghoa. Dengan jumlah anggota besar, IKKB dinilai memiliki peluang menjadi motor penggerak ekonomi berbasis komunitas.

Selain itu, OSO menyoroti potensi kerja sama di sejumlah sektor, mulai dari crude palm oil (CPO), pertambangan, hingga pengembangan produk UMKM asal Kalimantan Barat.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai kegiatan ini sebagai sarana memperkuat silaturahmi sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Saya senang sekali bisa berkumpul bersama-sama, tujuannya kan silaturahmi biar ada manfaat untuk masyarakat Kalimantan Barat yang ada di Jakarta dan juga kampung halaman kita,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menekankan pentingnya kerja sama antara daerah penghasil dan pusat pasar seperti Jakarta.

“Hari ini kita melaksanakan acara pelantikan yang sudah berdiri kurang lebih hampir 70 tahun organisasi ini dengan adanya silaturahmi ini sehingga kita dengan DKI Jakarta kerja sama dalam bidang CPO, kemudian di bidang tambang dan juga hasil-hasil UMKM Kalimantan Barat yang cukup terkenal yang bisa kirim ke Jakarta ini,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai Kalimantan Barat memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, terutama dari sektor sumber daya alam.

“Saya tahu bahwa Kalimantan Barat ini mempunyai peran yang sangat signifikan bagi bangsa ini sekarang karena banyak sekali sumber daya alam yang mengalir ke pusat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberagaman masyarakat Kalbar yang dinilai mampu menjaga keharmonisan, salah satunya tercermin dalam perayaan Imlek di Singkawang.

“Keberagaman sebenarnya warga Kalimantan Barat sudah memberikan contoh dari waktu ke waktu termasuk perayaan Imlek yang paling besar ada di Singkawang, tapi saya yakin kemarin pelaksanaan Imlek di Jakarta nggak kalah sekarang sama di Singkawang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GMNI Jakarta Demo soal KDMP: Ketika Proyek Desa Dipertanyakan Mahasiswa

13 Mei 2026 - 17:45

Sandri Rumanama Minta Standar MEPE Utamakan Keselamatan Polisi di Lapangan

13 Mei 2026 - 13:06

Gerakan Nasional Aktivis ’98 Nilai 4 Mahasiswa Trisakti Layak Jadi Pahlawan Nasional

13 Mei 2026 - 00:44

Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar

11 Mei 2026 - 19:46

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Trending di News