Menu

Mode Gelap
Azhar Permana: Lisda Syamsumardian Siap Perkuat FH Universitas Pancasila Lewat Sinergi Alumni Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD Usai Ucapan “Sirkus”, Wartawan Parlemen: Tak Ada Permintaan Maaf Teror Jam 1 Pagi: Driver Ojol Menyelamatkanku dari Sosok yang Merangkak Naik ke Balkon Rumah Driver Legend Indonesia Dukung Polisi Tangkap Pelaku Tragedi Matraman, Tegaskan Jangan Sebar Rasisme

Crime

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

badge-check

Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman ditetapkan sebagai tersangka setelah kedapatan membawa 25,1 kg ekstasi dan 4 gram sabu melalui Bandara Soekarno-Hatta. Tes urine juga positif MDMA, sabu, dan kokain. Perbesar

Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman ditetapkan sebagai tersangka setelah kedapatan membawa 25,1 kg ekstasi dan 4 gram sabu melalui Bandara Soekarno-Hatta. Tes urine juga positif MDMA, sabu, dan kokain.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ada yang datang ke Indonesia membawa oleh-oleh. Ada pula yang datang membawa masalah seberat puluhan kilogram. Kasus terakhir inilah yang kini menjerat seorang pilot Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman.

Mohd Saufi ditetapkan sebagai tersangka setelah petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta menemukan narkotika dalam jumlah besar di dalam kopernya. Total 25,1 kilogram ekstasi disebut dibawa melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan Bea Cukai Soekarno-Hatta dalam konferensi pers pada Jumat (31/7). Dari pemeriksaan barang bawaan, petugas menemukan 14 bungkus ekstasi dengan jumlah keseluruhan mencapai 70.144 butir.

Belum selesai sampai di situ. Petugas juga menemukan sekitar 4 gram sabu di dalam bagasi milik tersangka.

Jika koper biasanya berisi pakaian, perlengkapan pribadi, atau sekadar oleh-oleh, koper milik Mohd Saufi justru menyimpan barang yang membuat urusannya berubah dari penerbangan internasional menjadi perkara pidana.

Tes Urine Pilot Positif Tiga Jenis Narkotika

Persoalan menjadi semakin serius setelah petugas melakukan pemeriksaan urine terhadap Mohd Saufi.

Hasilnya menunjukkan adanya kandungan MDMA, metamfetamin atau sabu, serta kokain dalam tubuh tersangka.

Temuan tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa pilot itu juga merupakan pengguna narkotika ketika menjalankan penerbangan.

Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menyampaikan dugaan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka.

“Berarti kemungkinan saat menerbangkan pesawat ke Indonesia posisinya sebagai pemakai,” ujar Hengky.

Dengan demikian, kasus ini bukan hanya berkutat pada dugaan penyelundupan narkotika. Hasil tes urine juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangan perkara terhadap tersangka.

Datang dari Kuala Lumpur Bawa 170 Penumpang

Mohd Saufi diketahui tiba di Jakarta setelah menerbangkan pesawat dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Yang membuat perkara ini semakin serius, penerbangan tersebut bukan penerbangan kosong. Pesawat yang dibawanya mengangkut sekitar 170 penumpang menuju Indonesia.

Artinya, dugaan tindak pidana tersebut terjadi dalam konteks penerbangan internasional yang melibatkan seorang awak pesawat sekaligus membawa ratusan penumpang.

Namun, bagaimana narkotika tersebut bisa berada dalam penguasaan tersangka dan dari mana asal barang haram tersebut masih menjadi bagian dari penyidikan.

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan di Baliknya

Kasus penyelundupan narkotika tersebut kini tidak berhenti pada penetapan Mohd Saufi sebagai tersangka.

Perkara telah ditangani Bareskrim Polri. Penyidik masih mengembangkan kasus untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut.

Tersangka saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum.

Jumlah barang bukti yang ditemukan—70.144 butir ekstasi dengan berat total 25,1 kilogram serta 4 gram sabu—membuat penyidikan menjadi penting untuk mengurai jalur masuk narkotika tersebut ke Indonesia.

Sebab dalam kasus seperti ini, pertanyaan besarnya bukan hanya siapa yang membawa koper. Tetapi juga siapa yang menitipkan, siapa yang menunggu, dan untuk siapa puluhan ribu butir narkotika itu sebenarnya dikirim.

Penyidik Bareskrim Polri masih bekerja untuk mengungkap jawabannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

31 Juli 2026 - 18:05

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

30 Juli 2026 - 16:04

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Nancy Soroti Dugaan Upaya Pencemaran Nama Baik di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel

11 Juli 2026 - 04:48

YPRA Apresiasi Polisi Usut Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Tajurhalang

2 Juli 2026 - 17:54

Trending di Crime