Menu

Breaking News

Crime

Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

badge-check

Kasus hilangnya Feni Ere di Palopo kembali menjadi sorotan setelah hasil forensik memastikan tulang-belulang yang ditemukan adalah milik korban. Keluarga mengaku sempat melapor ke polisi, namun merasa laporan tidak ditindaklanjuti secara serius.(Istimewa) Perbesar

Kasus hilangnya Feni Ere di Palopo kembali menjadi sorotan setelah hasil forensik memastikan tulang-belulang yang ditemukan adalah milik korban. Keluarga mengaku sempat melapor ke polisi, namun merasa laporan tidak ditindaklanjuti secara serius.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kasus hilangnya Feni Ere (28), perempuan asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan, kembali menyita perhatian publik. Bukan karena misterinya mulai terpecahkan, melainkan karena kenyataan yang datang begitu pahit. Setelah berbulan-bulan dinyatakan hilang, hasil pemeriksaan forensik memastikan bahwa tulang-belulang yang ditemukan di kawasan Kota Palopo merupakan jasad Feni.

Penemuan tersebut terjadi pada Jumat, 7 Februari 2025. Saat itu, seorang pengendara sepeda motor yang berhenti di sebuah lokasi tak sengaja menemukan tulang-belulang manusia. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang hingga akhirnya dilakukan proses identifikasi forensik.

Di balik kepastian identitas korban, keluarga justru kembali mengingat pengalaman yang mereka sebut mengecewakan ketika pertama kali melaporkan hilangnya Feni ke aparat kepolisian.

Adik korban, Futri Ere, mengungkapkan bahwa keluarga sebenarnya sudah melapor ke Polres Palopo pada 18 Januari 2025, tidak lama setelah Feni dinyatakan hilang. Namun, menurut Futri, laporan tersebut tidak mendapatkan penanganan yang mereka harapkan.

“Keluarga sudah sempat melapor, hanya saja mereka bilang, ‘Tidak usah cari kakamu, dia sudah dewasa, mungkin dia lari sama pacarnya’,” ujar Futri, menirukan ucapan yang disebut berasal dari oknum polisi.

Bagi keluarga, kalimat tersebut kini menjadi luka yang sulit dilupakan. Sebab, di saat mereka berharap ada langkah cepat untuk mencari keberadaan Feni, mereka justru merasa laporan kehilangan itu dianggap sebagai persoalan yang tidak mendesak.

Kekecewaan keluarga tidak berhenti di situ. Futri juga menyebut adanya bercak darah yang ditemukan di rumah Feni sejak awal hilangnya sang kakak. Namun, menurutnya, temuan tersebut tidak didalami ketika laporan pertama kali disampaikan kepada kepolisian.

Keterangan Futri tersebut kembali memunculkan perhatian publik terhadap proses penanganan laporan orang hilang. Banyak pihak menilai, setiap laporan kehilangan semestinya ditindaklanjuti secara menyeluruh, terlebih jika ditemukan indikasi yang berpotensi menjadi petunjuk awal sebuah tindak pidana.

Sementara itu, hasil identifikasi forensik yang memastikan tulang-belulang tersebut merupakan milik Feni Ere menjadi titik penting dalam pengungkapan kasus ini. Proses penyelidikan pun diharapkan dapat mengungkap secara terang penyebab kematian korban sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana di balik peristiwa tersebut.

Kasus Feni Ere kini menjadi pengingat bahwa setiap laporan orang hilang membutuhkan respons yang cepat, cermat, dan profesional. Sebab, di balik setiap laporan, ada keluarga yang menunggu kepastian bukan sekadar dugaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agu 2026 - 20:39 WIB

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main

4 Agu 2026 - 22:43 WIB

Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

31 Jul 2026 - 15:23 WIB

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

30 Jul 2026 - 16:04 WIB

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Jul 2026 - 11:17 WIB

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah
Trending di Crime