PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau dulu tenis identik dengan olahraga yang terasa “mahal” dan padel masih dianggap pendatang baru, sekarang ceritanya sudah berbeda. Dua olahraga raket ini pelan-pelan berubah menjadi ruang bertemu, berjejaring, bahkan mencari teman baru. Fenomena itulah yang coba ditangkap ASICS lewat ASICS Community Slam 2026, sebuah festival olahraga yang bukan cuma soal siapa paling jago memukul bola, tetapi juga bagaimana komunitas bisa tumbuh bersama.
Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, ASICS Community Slam kembali mengusung semangat “Move Your Body, Move Your Mind”. Tahun ini skalanya semakin besar. Turnamen tenis mempertemukan 40 komunitas, sementara cabang padel yang baru pertama kali dihadirkan langsung melibatkan 48 komunitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Bukan sekadar kompetisi, acara ini dikemas sebagai festival olahraga yang menggabungkan pertandingan, edukasi, aktivitas interaktif, hingga ruang bagi para pencinta olahraga raket untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman.
Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Raket
ASICS menilai perkembangan tenis dan padel di Indonesia tidak cukup hanya didorong lewat kompetisi. Yang tak kalah penting adalah membangun ekosistem komunitas agar semakin banyak masyarakat berani mencoba kedua olahraga tersebut.
Komitmen itu sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum Community Slam digelar. Pada April hingga Mei 2026, ASICS lebih dulu mengadakan ASICS Tennis & Padel Drive Kalimantan 2026 yang menyambangi empat kota, yakni Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, dan Pontianak.
Melalui rangkaian coaching clinic, kesempatan mencoba produk, hingga aktivitas bersama komunitas, ASICS berupaya memperluas akses masyarakat terhadap tenis dan padel. Community Slam kemudian menjadi kelanjutan dari upaya tersebut dalam skala nasional dengan mempertemukan komunitas dari berbagai wilayah Indonesia.
President Director ASICS Indonesia, Yuya Sugiyama, mengatakan filosofi perusahaan sejak awal memang berangkat dari keyakinan bahwa tubuh yang aktif akan berdampak pada kesehatan mental seseorang.
“ASICS memiliki filosofi Sound Mind, Sound Body, di mana tubuh yang aktif bergerak memberikan dampak pikiran yang lebih positif. Kami berkomitmen untuk terus membangun ekosistem olahraga yang semakin inklusif melalui komunitas. Melalui ASICS Community Slam 2026, kami ingin memberikan ruang bagi banyak masyarakat untuk merasakan manfaat tenis dan padel, sekaligus memperkuat komitmen ASICS dalam mendukung perkembangan olahraga raket di Indonesia, mulai dari tingkat rekreasional hingga atlet profesional.”
Belajar Langsung dari Pelatih Nasional
Suasana festival tidak hanya dipenuhi pertandingan. Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan sejumlah pelatih tenis nasional.
Coach Andrian Raturandang menghadirkan sesi “Beat The Coach”, sebuah tantangan yang memberi kesempatan peserta menguji kemampuan melawan pelatih profesional. Sementara Coach Wibowo Hadisubroto membagikan pengalaman, strategi bermain, hingga tips menyesuaikan teknik berdasarkan karakter permainan masing-masing atlet.
Kehadiran para pelatih ini membuat Community Slam terasa lebih dari sekadar turnamen. Ada ruang belajar, berdiskusi, sekaligus mendapatkan wawasan langsung dari mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia tenis Indonesia.
Memilih Sepatu Sesuai Gaya Bermain
Menariknya, ASICS juga memperkenalkan konsep ASICS Tennis Playing Styles, yaitu pendekatan yang membantu pemain memilih sepatu berdasarkan karakter bermain, bukan sekadar desain atau warna favorit.
Bagi pemain yang mengandalkan stabilitas saat bertanding, tersedia GEL-RESOLUTION™ X. Sepatu ini dirancang untuk pemain baseline dengan dukungan lateral melalui teknologi DYNAWALL™, bantalan FF BLAST™ PLUS, dan sistem DYNALACING™ yang menjaga kenyamanan ketika reli berlangsung panjang.
Sementara bagi pemain yang lebih mengandalkan kecepatan bergerak di seluruh area lapangan, tersedia SOLUTION SPEED™ FF 4. Model ini menggunakan teknologi FLYTEFOAM™, SPEEDTRUSS™, serta PRECISION-SOLE™ dengan ASICSGRIP™ untuk membantu akselerasi dan menjaga traksi ketika harus berpindah arah dengan cepat.
Festival Olahraga yang Ramai dari Pagi hingga Sore
Community Slam 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas yang bisa dinikmati peserta maupun pengunjung tanpa harus ikut bertanding.
Mulai dari morning yoga, coaching session, seminar dan talkshow, kompetisi tenis meja, hingga berbagai permainan interaktif menjadi bagian dari rangkaian acara.
Konsep tersebut membuat festival ini terasa lebih inklusif. Mereka yang baru mengenal tenis atau padel tetap bisa datang, belajar, mencoba, dan menikmati atmosfer komunitas tanpa harus menjadi atlet profesional terlebih dahulu.
Di tengah meningkatnya tren olahraga berbasis komunitas, ASICS tampaknya ingin menunjukkan bahwa lapangan tenis maupun padel bukan hanya tempat mengejar skor kemenangan, tetapi juga ruang untuk membangun relasi, menjaga kesehatan fisik, dan merawat kesehatan mental dalam satu waktu.











