Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

Lifestyle

Saat Sneaker Tak Lagi Sekadar Alas Kaki: ASICS dan Isa Boulder Meracik Bali ke Dalam HYPERSYNC

badge-check

ASICS menggandeng Isa Boulder menghadirkan HYPERSYNC, sneaker low profile yang memadukan warisan olahraga, craftsmanship Bali, teknik artisan lokal, dan gaya hidup mindful dalam satu desain futuristik.(istimewa) Perbesar

ASICS menggandeng Isa Boulder menghadirkan HYPERSYNC, sneaker low profile yang memadukan warisan olahraga, craftsmanship Bali, teknik artisan lokal, dan gaya hidup mindful dalam satu desain futuristik.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – BALI Ada masa ketika sepatu hanya dinilai dari seberapa nyaman dipakai berlari. Kini, ceritanya jauh lebih rumit. Sneaker telah menjelma menjadi medium ekspresi, identitas, bahkan cara sebuah merek berbicara tentang budaya.

Di tengah tren sneaker low profile yang sedang naik daun, ASICS Sportstyle Indonesia memilih jalan yang agak berbeda. Bukan sekadar memperkenalkan model baru, mereka menggandeng label fashion independen asal Bali, Isa Boulder, untuk melahirkan ASICS HYPERSYNC sebuah proyek yang mencoba mempertemukan dunia olahraga, kerajinan tangan, dan identitas lokal dalam satu siluet sepatu.

Kolaborasi ini lahir dari pertemuan dua pendekatan yang tampaknya berbeda, tetapi ternyata punya titik temu. Di satu sisi ada ASICS dengan warisan desain olahraga yang kuat. Di sisi lain ada Isa Boulder, label yang dikenal lewat eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, dan pendekatan desain yang berani.

Hasilnya bukan sekadar sepatu baru, melainkan interpretasi ulang tentang bagaimana produk sportstyle bisa berbicara soal budaya dan kreativitas lokal.

Isa Boulder membawa berbagai elemen yang selama ini menjadi ciri khas mereka ke dalam HYPERSYNC. Mulai dari detail macrame, crochet, embroidery mesh, hingga sentuhan yang terinspirasi dari craftsmanship seremonial Bali. Teknik anyaman tradisional dan sentuhan tangan para artisan lokal juga menjadi bagian penting dalam proses kreatifnya.

Pendekatan ini sekaligus menjadi cara untuk mengangkat nilai keberlanjutan dan penghormatan terhadap tradisi yang selama ini hidup di tengah masyarakat Bali.

Menurut President Director ASICS Indonesia, Yuya Sugiyama, kolaborasi tersebut menjadi ruang eksplorasi baru bagi merek asal Jepang itu.

“ASICS percaya bahwa inovasi terbaik lahir ketika performa, desain, dan nilai budaya dapat berjalan beriringan. Project bersama Isa Boulder menjadi bentuk eksplorasi baru bagi ASICS Sportstyle dalam menghadirkan produk yang tidak hanya relevan secara gaya, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan komunitas kreatif dan budaya lokal Indonesia,” ujar Yuya Sugiyama dalam keterangan tertulisnya (15/06).

HYPERSYNC: Warisan Olahraga yang Berubah Wajah

Secara desain, HYPERSYNC mengusung siluet low profile yang sedang menjadi tren global. Namun ASICS tidak sepenuhnya meninggalkan akar olahraganya.

Model ini mengambil inspirasi dari sepatu track spike HYPERPOWER dan teknologi dasar dari sepatu gulat SNAPDOWN 3. Perpaduan keduanya menghasilkan bentuk yang ramping, minimalis, tetapi tetap mengutamakan kenyamanan.

ASICS menyematkan Ortholite X40 insole dan Ortholite Hybrid heel cup yang telah melalui berbagai proses pengujian penggunaan. Tujuannya sederhana: menciptakan sensasi berjalan yang lebih dekat dengan permukaan tanah atau “grounded”, tanpa mengorbankan kenyamanan harian.

Karakter desainnya yang netral juga membuat HYPERSYNC bisa digunakan lintas gender dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian.

General Manager ASICS Sportstyle Indonesia, Dandy Hartanto, menilai kolaborasi ini lebih dari sekadar urusan produk.

“Kerja sama ini menjadi pertemuan yang sangat natural antara dunia sportstyle ASICS dengan identitas desain Isa Boulder yang progresif dan artistik. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar peluncuran produk, tetapi juga ruang eksplorasi budaya, musik, craft, dan komunitas kreatif yang merepresentasikan energi Bali secara autentik. HYPERSYNC menjadi simbol bagaimana sportstyle dapat terus berkembang melalui koneksi dengan kultur lokal dan kreativitas generasi baru,” ujar Dandy Hartanto.

Dari Sneaker ke Ruang Kreatif

Peluncuran HYPERSYNC juga tidak dilakukan dengan format yang lazim. ASICS dan Isa Boulder menghadirkan pop-up activation di Potato Head Studio, Seminyak, Bali.

Alih-alih hanya memajang produk, ruang tersebut dirancang sebagai pengalaman multisensori yang memadukan fashion, seni, musik, hingga workshop artisan lokal. Pengunjung dapat mengikuti kelas macrame, menikmati penampilan live band dan DJ set, serta melihat berbagai instalasi yang terinspirasi dari budaya dan ritual Bali.

Menariknya, kolaborasi ini juga membawa misi sosial. Sebagian hasil kerja sama ASICS dan Isa Boulder akan disalurkan kepada Yayasan Anak Bali sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial di Pulau Dewata.

Pada akhirnya, HYPERSYNC memperlihatkan satu hal yang semakin sering terjadi dalam industri fashion saat ini: produk bukan lagi sekadar barang yang dijual, melainkan cerita yang dibangun. Dan dalam proyek ini, cerita itu ditulis melalui perpaduan olahraga, kreativitas, serta sentuhan budaya Bali yang diterjemahkan ke dalam sepasang sneaker.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Argentina Hampir Pulang Duluan, Lalu Ingat Masih Punya Messi: Mesir Dipaksa Menelan Comeback 3-2

8 Juli 2026 - 01:20

ASICS Football Summer Camp 2026: Tempat Mimpi Pesepak Bola Muda Indonesia Mulai Dirawat

7 Juli 2026 - 11:47

Gol Menit 90+1 Jadi Vonis Portugal, Spanyol Kirim Cristiano Ronaldo Pulang dari Piala Dunia 2026

7 Juli 2026 - 04:13

Brasil Kembali Tersingkir oleh Norwegia, Haaland Hidupkan Sejarah Piala Dunia

6 Juli 2026 - 19:06

Mau Adu Skill Sama Luís Figo? Pesta Bola HGI 2026 Buka Jalan Buat yang Nggak Cuma Jago Nonton Bola

30 Juni 2026 - 00:01

Trending di Sport