Menu

Mode Gelap
Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP? DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28 Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng” Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

News

Resah?, STNK Mati Dua Tahun, Kendaraan Disita? Sebuah Kisah dari Pinggir Jalan

badge-check

foto ilustrasi (ist) Perbesar

foto ilustrasi (ist)

PRABA INSIGHT- Di sebuah bengkel pinggir jalan, seorang pria berkemeja lusuh tampak sibuk mengecek motornya yang baru selesai diservis. Namanya Rudi. Sehari-hari, ia mengantar paket ke sana-sini dengan motor kesayangannya yang setia menemani sejak zaman kuliah.

Tapi hari itu, wajahnya sedikit tegang. “Bang, ini bener ya, kalau STNK mati dua tahun, motor bisa disita polisi?” tanyanya pada pemilik bengkel.

Si pemilik bengkel, Pak Darto, tertawa kecil sambil mengelap tangannya dengan kain dekil. “Ah, kamu percaya aja sama berita di medsos! Jangan gampang panik, Rud. Gak ada tuh aturan begitu.”

Rudi mengernyit. “Tapi katanya aturannya mulai berlaku tahun depan?”

Pak Darto menggeleng. “Tenang, polisi udah kasih klarifikasi kok.”

Benar saja. Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol. Raden Slamet Santoso, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Tidak ada aturan yang menyebutkan kendaraan bakal langsung disita kalau STNK mati dua tahun.

“Info yang beredar itu tidak benar,” kata Brigjen Pol. Slamet, dikutip dari Antara, Senin (17/3).

STNK memang wajib disahkan setiap tahun. Kalau pengendara ketahuan belum memperpanjangnya, tetap akan dikenakan tilang. Tapi kendaraan tidak serta-merta disita begitu saja.

“Terus, data kendaraan dihapus, bener gak?” tanya Rudi, masih penasaran.

Pak Darto menyalakan rokoknya. “Gak segampang itu, Rud. Kecuali kamu sendiri yang minta data kendaraan dihapus. Kalau STNK mati dua tahun, ya datanya bisa diblokir sementara, bukan langsung dihapus begitu aja.”

Brigjen Pol. Slamet pun menjelaskan bahwa data kendaraan baru akan diblokir sementara jika pemilik tidak merespons surat konfirmasi tilang elektronik (ETLE) atau tidak membayar denda dalam waktu yang ditentukan. Tapi blokir ini bisa dibuka lagi setelah pemilik melunasi kewajibannya.

Aturan ini sebenarnya sudah lama ada dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penghapusan data kendaraan hanya berlaku dalam dua kondisi: atas permintaan pemilik atau jika kendaraan rusak berat dan tidak bisa dioperasikan lagi.

Rudi menarik napas lega. “Jadi motor gue aman?”

“Asal jangan lupa perpanjang STNK, biar gak kena tilang aja,” ujar Pak Darto sambil tertawa.

Hari itu, Rudi belajar satu hal penting: sebelum panik gara-gara berita viral, ada baiknya cek dulu kebenarannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

25 Juli 2026 - 17:57

Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP?

25 Juli 2026 - 11:39

DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28

25 Juli 2026 - 00:52

Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng”

24 Juli 2026 - 19:21

Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas

24 Juli 2026 - 17:08

Trending di News