Depok – Sebanyak 19 ton bantuan kemanusiaan dikirim untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Citra Borneo Indah (CBI) Group, Abdul Rasyid Foundation, dan Laznas Yakesma.
Bantuan diberangkatkan dari Gudang Logistik di Depok, Jawa Barat, Kamis (11/9), untuk selanjutnya dikirim menuju NTT melalui jalur darat dan laut.
Bantuan yang dikirim meliputi berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, seperti obat-obatan, susu bayi, beras, minyak goreng, dan gula. Selain itu, bantuan juga mencakup kebutuhan hunian berupa terpal dan selimut bagi para pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Owner CBI Group Nicky Pitaloka mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban.
“Saya mewakili CBI Group menyampaikan terima kasih kepada Laznas Yakesma yang telah membantu penyaluran bantuan dari CBI Group kepada korban terdampak bencana NTT. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan penderitaan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat lainnya,” ujar Nicky.
CEO Laznas Yakesma Romdlon Hidayat mengapresiasi kepercayaan CBI Group kepada Laznas Yakesma dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan CBI Group kepada Laznas Yakesma sebagai lembaga penyalur bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Laznas Yakesma berkomitmen menyalurkan bantuan secara profesional dan tepat sasaran serta memastikan barang bantuan sampai kepada yang membutuhkan,” kata Romdlon.
Setibanya di NTT, bantuan akan diterima oleh tim Disaster Risk Management (DRM) dan relawan Laznas Yakesma. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan kepada masyarakat di wilayah terdampak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pengiriman 19 ton bantuan tersebut menjadi bagian dari sinergi dunia usaha dan lembaga filantropi dalam merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar para korban sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.








