Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Salemba, Luka Bakar 24 Persen dan Jalani Operasi Mata

badge-check

Aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta. Korban mengalami luka bakar 24 persen dan menjalani operasi mata di RSCM. Polisi kini memburu pelaku. Perbesar

Aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta. Korban mengalami luka bakar 24 persen dan menjalani operasi mata di RSCM. Polisi kini memburu pelaku.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Malam di Salemba biasanya tak lebih dari lalu lintas motor yang lewat sambil buru-buru pulang dan warung kopi yang mulai membereskan kursinya. Tapi Kamis malam, 12 Maret 2026, suasana itu berubah jadi adegan yang terasa seperti potongan film thriller sayangnya ini bukan film.

Yang jadi korban adalah Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS. Sekitar pukul 23.37 WIB, di kawasan Jalan Salemba, Jakarta, dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba menyiramkan cairan yang kemudian diketahui sebagai air keras ke arah wajah dan tubuhnya.

Serangan itu terjadi cepat. Terlalu cepat bahkan untuk sekadar memproses apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Menurut keterangan Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie terutama mata, wajah, dada, dan tangan. Reaksi tubuh manusia terhadap zat asam memang tidak romantis: panas, perih, dan panik dalam satu paket.

Jeritan Andrie pun pecah di tengah malam.

“Aaah… panas!” teriaknya, sebelum akhirnya motornya terjatuh di jalan.

Rekaman CCTV yang kemudian diputar dalam konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia memperlihatkan dua pelaku seperti sudah menunggu. Motor mereka berbalik arah, lalu berhenti sejenak, seolah memastikan target yang mereka tunggu benar-benar datang.

Begitu Andrie melintas, cairan itu disiramkan.

Seketika suasana berubah jadi kacau. Baju yang dikenakan Andrie bahkan disebut langsung meleleh akibat reaksi kimia dari zat asam tersebut. Dalam kondisi kepanasan dan kesakitan, ia sampai harus melepas pakaiannya.

Di tengah kepanikan itu, muncul satu detail yang agak janggal. Menurut keterangan korban, ada seorang pria berkepala hampir plontos yang justru menyebut identitasnya.

“Ini dari KontraS ya? Ini dari LBH ya?” kata pria itu, seperti ditirukan Dimas dalam konferensi pers.

Siapa dia? Sampai sekarang masih tanda tanya.

Sementara itu, dua pelaku sudah lebih dulu kabur. Motor mereka melaju ke arah Salemba I menuju Jalan Salemba Raya. Dalam pelariannya, salah satu pelaku bahkan menjatuhkan gelas berbahan stainless steel yang diduga dipakai membawa cairan tersebut.

Yang agak sulit dipercaya, Andrie masih sempat naik motor lagi. Dalam kondisi luka bakar dan tubuh yang seperti disiram neraka versi cair, ia tetap mengendarai motornya menuju kontrakannya di Menteng lewat jalan belakang.

Setibanya di sana, rekan-rekannya langsung membawanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sekitar pukul 23.48 WIB, Andrie tiba di rumah sakit dan langsung mendapat penanganan medis.

Diagnosis awal dari tim dokter cukup serius: sekitar 24 persen tubuh korban mengalami luka bakar, terutama pada sisi kanan tubuh dari kepala hingga badan. Bagian yang paling mengkhawatirkan adalah mata.

Dokter kemudian melakukan operasi untuk mengganti jaringan amnion—semacam cangkok pelindung pada permukaan mata. Operasi berlangsung dari pukul 13.00 hingga sekitar 16.30 dan dinyatakan berjalan lancar.

Meski begitu, proses pemulihan masih panjang.

Bagi KontraS, serangan ini bukan sekadar aksi kriminal biasa. Mereka menilai ada kemungkinan kuat bahwa serangan ini sudah direncanakan sebelumnya.

“Ini ancaman terhadap nyawa, bahkan bisa dikategorikan sebagai upaya pembunuhan terhadap saudara Andrie Yunus,” kata Dimas.

Kasus ini kini ditangani sejumlah unit kepolisian, mulai dari Polsek Senen hingga Mabes Polri. Sementara itu, KontraS juga sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan bantuan pemulihan.

Menariknya atau mungkin ironisnya sebelum peristiwa itu terjadi, Andrie baru saja menyelesaikan rekaman siniar dengan topik yang tidak ringan: soal remiliterisasi dan judicial review di Indonesia.

Kadang, kenyataan memang suka memilih momen yang terasa terlalu simbolis.

Dan malam itu di Salemba, seseorang yang biasa bicara soal hak asasi manusia justru harus merasakan langsung betapa rapuhnya hak paling dasar: keselamatan diri.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News