Menu

Mode Gelap
GMNI Jakarta Demo soal KDMP: Ketika Proyek Desa Dipertanyakan Mahasiswa Sandri Rumanama Minta Standar MEPE Utamakan Keselamatan Polisi di Lapangan Gerakan Nasional Aktivis ’98 Nilai 4 Mahasiswa Trisakti Layak Jadi Pahlawan Nasional Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya

News

Mahasiswa UNPAM Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyerangan Andrie Yunus hingga Aktor Intelektual

badge-check


					Andrie Yunus (foto Istimewa) Perbesar

Andrie Yunus (foto Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pamulang mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus. Mereka menekankan pentingnya pengungkapan dalang utama atau aktor intelektual di balik insiden tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, Sabru (18/04). KBM meminta negara tidak berhenti hanya pada pelaku di lapangan. Mereka mendorong agar pihak berwenang mengungkap secara terang siapa yang merencanakan dan memerintahkan aksi kekerasan tersebut. Desakan ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan pentingnya pengusutan menyeluruh.

Mahasiswa juga menuntut aparat membuka secara transparan motif di balik kejahatan tersebut. Menurut mereka, kejelasan motif termasuk dugaan adanya kepentingan politik penting untuk mencegah spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang berada di balik peristiwa ini,” demikian salah satu poin tuntutan KBM Unpam.

Selain itu, mereka menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara transparan, independen, dan akuntabel. KBM Unpam menilai keterbukaan menjadi kunci agar publik dapat mengawasi jalannya penegakan hukum tanpa intervensi pihak mana pun.

Dalam tuntutan lainnya, mahasiswa meminta agar pelaku dari unsur militer diproses melalui peradilan umum. Mereka merujuk pada mekanisme koneksitas dalam KUHAP, sehingga proses hukum dapat berlangsung secara terbuka dan tidak terbatas pada peradilan militer.

Mereka juga menyoroti pentingnya penegakan supremasi sipil. Mereka mendesak negara memastikan institusi militer tetap tunduk pada prinsip demokrasi serta tidak melakukan intervensi terhadap ruang sipil.

Kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus hingga kini masih menjadi sorotan publik. Desakan dari berbagai pihak terus menguat agar pengusutan dilakukan secara menyeluruh dan transparan hingga ke akar permasalahan.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GMNI Jakarta Demo soal KDMP: Ketika Proyek Desa Dipertanyakan Mahasiswa

13 Mei 2026 - 17:45

Sandri Rumanama Minta Standar MEPE Utamakan Keselamatan Polisi di Lapangan

13 Mei 2026 - 13:06

Gerakan Nasional Aktivis ’98 Nilai 4 Mahasiswa Trisakti Layak Jadi Pahlawan Nasional

13 Mei 2026 - 00:44

Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar

11 Mei 2026 - 19:46

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Trending di News