Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Mahasiswa UNPAM Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyerangan Andrie Yunus hingga Aktor Intelektual

badge-check

Andrie Yunus (foto Istimewa) Perbesar

Andrie Yunus (foto Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pamulang mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus. Mereka menekankan pentingnya pengungkapan dalang utama atau aktor intelektual di balik insiden tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, Sabru (18/04). KBM meminta negara tidak berhenti hanya pada pelaku di lapangan. Mereka mendorong agar pihak berwenang mengungkap secara terang siapa yang merencanakan dan memerintahkan aksi kekerasan tersebut. Desakan ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan pentingnya pengusutan menyeluruh.

Mahasiswa juga menuntut aparat membuka secara transparan motif di balik kejahatan tersebut. Menurut mereka, kejelasan motif termasuk dugaan adanya kepentingan politik penting untuk mencegah spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang berada di balik peristiwa ini,” demikian salah satu poin tuntutan KBM Unpam.

Selain itu, mereka menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara transparan, independen, dan akuntabel. KBM Unpam menilai keterbukaan menjadi kunci agar publik dapat mengawasi jalannya penegakan hukum tanpa intervensi pihak mana pun.

Dalam tuntutan lainnya, mahasiswa meminta agar pelaku dari unsur militer diproses melalui peradilan umum. Mereka merujuk pada mekanisme koneksitas dalam KUHAP, sehingga proses hukum dapat berlangsung secara terbuka dan tidak terbatas pada peradilan militer.

Mereka juga menyoroti pentingnya penegakan supremasi sipil. Mereka mendesak negara memastikan institusi militer tetap tunduk pada prinsip demokrasi serta tidak melakukan intervensi terhadap ruang sipil.

Kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus hingga kini masih menjadi sorotan publik. Desakan dari berbagai pihak terus menguat agar pengusutan dilakukan secara menyeluruh dan transparan hingga ke akar permasalahan.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News