Menu

Mode Gelap
Benarkah Firaun Tewas Tenggelam? Temuan Ilmiah Ini Malah Berujung Jadi Bahan Candaan Masih Eksis! Novi Ayla KDI Gandeng Hadad Alwi Konser Religi Hingga ke Hongkong Status Pelatih Pramuka di Bekasi Dibekukan Buntut Dugaan Pelecehan Seksual Dilema Pemain Naturalisasi Indonesia di Liga Belanda: Antara Bertahan di Eredivisie atau Setia ke Timnas Radja Nainggolan, Belgia, dan Penyesalan yang Datang Terlambat: “Harusnya Saya Pilih Indonesia Lebih Cepat” Miris! Taruni Akpol Stroke Tetap Lolos, DPR Singgung Dugaan Titipan dalam Rekrutmen Polri

Sejarah

Benarkah Firaun Tewas Tenggelam? Temuan Ilmiah Ini Malah Berujung Jadi Bahan Candaan

badge-check


					Misteri Firaun tenggelam di Laut Merah kembali viral usai temuan Maurice Bucaille pada mumi Merneptah, memicu perdebatan ilmiah dan reaksi netizen. Perbesar

Misteri Firaun tenggelam di Laut Merah kembali viral usai temuan Maurice Bucaille pada mumi Merneptah, memicu perdebatan ilmiah dan reaksi netizen.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau ada lomba “kisah lama yang nggak pernah basi”, cerita tentang Firaun yang tenggelam di Laut Merah jelas masuk final. Sudah ribuan tahun lewat, tapi tiap beberapa waktu sekali, topik ini selalu muncul lagi ke permukaan kadang dibawa serius, kadang… ya gitu, dibikin bahan candaan.

Belakangan, obrolan ini kembali ramai gara-gara nama Maurice Bucaille ikut diseret ke timeline. Ilmuwan asal Prancis ini dulu pernah meneliti mumi Firaun dengan pendekatan medis modern. Bukan sekadar lihat-lihat doang, tapi benar-benar “dibedah” secara ilmiah tentu tanpa merusaknya.

Hasilnya? Cukup bikin dahi berkerut. Bucaille menemukan adanya kandungan garam dalam tubuh salah satu mumi Firaun. Nah, dari situ muncul dugaan: jangan-jangan si penguasa ini memang meninggal karena tenggelam. Dan di titik ini, publik langsung menyambungkan titik-titik yang sudah lama ada kisah Firaun yang ngejar Nabi Musa, lalu ditelan laut.

Masuk akal? Bisa jadi. Terbukti? Nah, ini yang masih jadi bahan debat.

Nama yang paling sering disebut dalam spekulasi ini adalah Merneptah, anak dari Ramses II. Ia memerintah di akhir Dinasti ke-19 Mesir, periode yang oleh sebagian peneliti dianggap “nyenggol” timeline kisah eksodus.

Masalahnya, dunia ilmiah nggak sesederhana “kayaknya iya, jadi pasti iya”. Sampai sekarang, belum ada kesepakatan bulat soal siapa sebenarnya Firaun yang tenggelam itu. Jadi, kalau ada yang sudah merasa menemukan jawaban final, kemungkinan besar itu bukan ilmuwan tapi netizen dengan kuota melimpah.

Yang lebih menarik (atau menyedihkan?), diskusi serius soal arkeologi dan forensik ini justru belok ke arah yang… absurd. Bukannya fokus ke penelitian, warganet malah sibuk memperdebatkan satu hal krusial: “Kok wajah muminya kayak kenal ya?”

Dan di situlah semuanya berubah.

Timeline mendadak penuh meme. Ada yang bilang mirip tokoh publik, ada yang nyenggol selebritas, bahkan ada yang yakin pernah lihat “versi hidupnya” nongol di TV. Valid? Jelas tidak. Menghibur? Sangat.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Cara kita mengonsumsi sejarah sudah berubah drastis. Dulu, topik seperti ini dibahas di ruang kuliah atau jurnal ilmiah. Sekarang? Bisa viral karena satu caption receh dan perbandingan wajah yang dipaksakan.

Padahal kalau mau sedikit serius, penelitian terhadap mumi seperti Merneptah itu penting banget. Teknologi modern seperti CT scan dan analisis kimia memungkinkan ilmuwan “mengintip” masa lalu tanpa harus merusak tubuh mumi. Dari situ, kita bisa tahu pola makan, penyakit, bahkan kemungkinan penyebab kematian seseorang yang hidup ribuan tahun lalu.

Ini bukan sekadar nostalgia sejarah. Ini ilmu.

Di sisi lain, kisah Firaun tenggelam juga punya dimensi religius yang kuat. Dalam banyak tradisi, cerita ini bukan cuma soal sejarah, tapi juga simbol tentang kesombongan yang akhirnya tumbang. Makanya, wajar kalau topik ini selalu relevan baik buat yang percaya secara spiritual, maupun yang penasaran secara ilmiah.

Cuma ya itu, di era media sosial, batas antara fakta, tafsir, dan guyonan jadi makin tipis. Semua bisa campur aduk dalam satu thread. Yang serius jadi santai, yang santai jadi dianggap serius.

Jadi, perlu sedikit kewaspadaan. Nggak semua yang viral itu valid. Kadang yang ramai justru yang paling jauh dari fakta.

Tapi terlepas dari semua itu, satu hal yang nggak bisa dibantah: cerita tentang Firaun ini punya daya tarik luar biasa. Ia hidup di persimpangan antara sejarah, sains, dan budaya pop. Kadang dibahas di laboratorium, kadang jadi bahan meme.

Dan mungkin di situlah letak keajaibannya.

Sejarah ternyata bukan cuma tentang masa lalu. Ia juga tentang bagaimana kita manusia modern dengan WiFi kencang dan selera humor aneh memilih untuk memahaminya hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengenang Tragedi Mudik 2016 di Brexit, Macet Ekstrem yang Berujung Duka dan Pilu

26 Februari 2026 - 11:56 WIB

Perang Tanpa Peluru: Agus Salim, Baswedan, dan Diplomasi yang Menyelamatkan Republik

28 Desember 2025 - 12:41 WIB

Kenapa Toraja Kristen Sedangkan Tetangganya Islam? Ini Fakta Sejarah yang Jarang Diketahui

2 Desember 2025 - 15:31 WIB

Polemik Nasab Bani Alawi: Haidar Alwi Minta Publik Kembali ke Ilmu, Bukan Emosi

17 November 2025 - 06:46 WIB

Sejarah Hari Jomblo 11.11: Dari Lelucon Mahasiswa Jadi Cermin Realitas Generasi Modern

11 November 2025 - 12:28 WIB

Trending di Sejarah