Menu

Breaking News

Sejarah

Kenapa Toraja Kristen Sedangkan Tetangganya Islam? Ini Fakta Sejarah yang Jarang Diketahui

badge-check

Perbedaan agama Toraja dan tetangga pesisirnya bukan kebetulan. Geografi, politik, dan strategi kolonial Belanda jadi kunci Toraja mayoritas Kristen, sedangkan Bugis, Makassar, dan Mandar mayoritas Islam.(Istimewa) Perbesar

Perbedaan agama Toraja dan tetangga pesisirnya bukan kebetulan. Geografi, politik, dan strategi kolonial Belanda jadi kunci Toraja mayoritas Kristen, sedangkan Bugis, Makassar, dan Mandar mayoritas Islam.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA- Kalau kamu pernah bertanya-tanya, kenapa Suku Toraja mayoritas Kristen sementara tetangganya seperti Bugis, Makassar, dan Mandar mayoritas Islam, jawabannya bukan karena “ikut-ikutan” atau sekadar keberuntungan geografis. Semua ini hasil drama panjang antara lokasi, politik, dan strategi kolonial yang lumayan rumit tapi menarik untuk diikuti.

Toraja tinggal di pegunungan Tana Toraja, jauh dari keramaian jalur perdagangan pesisir. Hasilnya, mereka agak “terisolasi” dari gelombang Islamisasi yang sudah menanjak di pesisir sejak abad ke-16.

Sementara itu, Bugis, Makassar, dan Mandar tinggal di garis pantai, berinteraksi langsung dengan pedagang Muslim dari Arab, Gujarat, dan Melayu.

Islam masuk melalui dagang, kekuasaan politik, dan sedikit drama kerajaan. Setelah raja-raja Gowa, Tallo, Bone, dan Wajo memutuskan ikut Islam sekitar tahun 1605, agama ini resmi jadi agama kerajaan dan berkembang pesat.

Toraja, di sisi lain, masih asyik menjalankan Aluk To Dolo kepercayaan adat mereka sendiri hingga awal abad ke-20 ketika misionaris Belanda dari Gereformeerde Zendingsbond datang. Mereka tidak cuma bawa Alkitab, tapi juga sekolah, klinik, dan berbagai “pintu modernisasi” yang membuka jalan bagi masyarakat Toraja ke era baru. Ada juga strategi licik dari kolonial Belanda: membawa Kristen ke Toraja supaya pengaruh Islam dari pesisir tidak kebablasan masuk ke pegunungan.

Jadi, kalau disederhanakan: Toraja Kristen itu bukan kebetulan, tapi hasil kombinasi geografis yang terpencil, akses sejarah yang berbeda, dan strategi kolonial yang cukup cerdik. Bugis, Makassar, dan Mandar? Mereka kebetulan tinggal lebih dulu di jalur dagang dan ikut “gelombang Islam” sejak lama.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

“Londo Ireng” Ramai Dibahas, Sejarah Leluhur Prabowo Ikut Jadi Sorotan

28 Jul 2026 - 18:24 WIB

“Londo Ireng” Ramai Dibahas, Sejarah Leluhur Prabowo Ikut Jadi Sorotan

Kisah Skandal Sum Kuning: Dari Korban Jadi Tersangka, Saat Hukum Tunduk pada Kuasa

26 Apr 2026 - 23:45 WIB

Kisah Skandal Sum Kuning: Dari Korban Jadi Tersangka, Saat Hukum Tunduk pada Kuasa

Benarkah Firaun Tewas Tenggelam? Temuan Ilmiah Ini Malah Berujung Jadi Bahan Candaan

6 Apr 2026 - 10:46 WIB

Benarkah Firaun Tewas Tenggelam? Temuan Ilmiah Ini Malah Berujung Jadi Bahan Candaan

Mengenang Tragedi Mudik 2016 di Brexit, Macet Ekstrem yang Berujung Duka dan Pilu

26 Feb 2026 - 11:56 WIB

Mengenang Tragedi Mudik 2016 di Brexit, Macet Ekstrem yang Berujung Duka dan Pilu

Perang Tanpa Peluru: Agus Salim, Baswedan, dan Diplomasi yang Menyelamatkan Republik

28 Des 2025 - 12:41 WIB

Perang Tanpa Peluru: Agus Salim, Baswedan, dan Diplomasi yang Menyelamatkan Republik
Trending di Sejarah