Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

Ekonomi

“Buwas Lengser dari SIG, Kursi Panas Komisaris Kini Milik ‘Keluarga’ Jokowi”

badge-check

Budi Waseso (foto: prabainsight/istimewa) Perbesar

Budi Waseso (foto: prabainsight/istimewa)

PRABA INSIGHT – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG lagi-lagi bikin kejutan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 yang digelar pekan ini.

Salah satu gebrakan paling mencolok: mencopot sosok legendaris, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso alias Buwas, dari jabatan Komisaris Utama dan Komisaris Independen perusahaan.

Buwas, yang dikenal publik lewat kiprah kontroversialnya di Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Perum Bulog, resmi tak lagi duduk di kursi panas komisaris SIG.

Penggantinya? Seorang figur yang tak kalah menarik: Sigit Widyawan. Buat yang belum familiar, Sigit ini adalah menantu dari paman Presiden Joko Widodo. Alias, ipar Jokowi.

Jokowi Effect di SIG?

Penunjukan Sigit otomatis bikin banyak mata melirik ke arah Istana. Apakah ini bagian dari pengaruh politik yang merambat sampai ke BUMN industri semen? Entahlah.

Tapi aroma Jokowi effect terasa kental di sini. Apalagi, bukan cuma Buwas yang dilengserkan.

Bersih-bersih Komisaris dan Direksi

SIG juga melakukan perombakan besar-besaran di jajaran komisaris dan direksi. Komisaris lain yang ikut “kena gusur” adalah Sony Subrata dan Yustinus Prastowo nama yang akrab di telinga publik karena pernah jadi Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Di level direksi, Donny Arsal tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama. Posisi tersebut kini dipegang oleh Indrieffouny Indra, yang sebelumnya merupakan Direktur Utama PT Semen Padang, anak usaha SIG.

RUPST SIG juga mengubah sejumlah nomenklatur jabatan. Posisi Direktur Supply Chain misalnya, dihapus dan diganti menjadi Direktur Sales dan Marketing yang kini diisi oleh Dicky Saelan.

Sementara itu, posisi Direktur Bisnis dan Pemasaran yang semula ditempati Subhan juga diganti.

Namanya pun diganti menjadi Direktur Pengembangan Bisnis dan Strategy, yang kini dijabat oleh Dennis Pratistha.

Daftar Lengkap Komisaris dan Direksi Baru SIG

Berikut susunan lengkap para pejabat SIG usai reshuffle besar-besaran ini:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama merangkap Independen: Sigit Widyawan
  • Komisaris: Christina Aryani
  • Komisaris: Lydia Silvanna Djaman
  • Komisaris: Satya Bhakti Parikesit
  • Komisaris Independen: Agung Budi Mulyanto
  • Komisaris Independen: Saor Siagian
  • Komisaris Independen: Ratna Irsana

Jajaran Direksi:

  • Direktur Utama: Indrieffouny Indra
  • Wakil Direktur Utama: Andriano Hosny Panangian
  • Direktur Sales dan Marketing: Dicky Saelan
  • Direktur Pengembangan Bisnis dan Strategy: Dennis Pratistha
  • Direktur Keuangan dan Risk Management: Sigit Prastowo
  • Direktur Human Capital: Hadi Setiadi
  • Direktur Operasi: Reni Wulandari

 

Penulis : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada

7 Agustus 2026 - 18:14

Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

7 Agustus 2026 - 17:48

JakOne Mobile Bikin Bank Jakarta Panen Penghargaan, Bukti Transformasi Digital Bukan Sekadar Gimmick

4 Agustus 2026 - 11:11

Pemerintah Resmi Ubah Status Ojol Jadi Pelaku UMKM, Perpres Masuki Tahap Final

21 Juli 2026 - 18:33

Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba

15 Juli 2026 - 13:11

Trending di Ekonomi