Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

Tech

Drama Cloudflare: File Gendut yang Bikin Dunia Maya Mendadak Koprol

badge-check


					Gangguan Cloudflare membuat layanan global seperti ChatGPT, X, dan BMKG sempat tumbang, memicu kehebohan warganet yang menyebutnya sebagai “kiamat internet”.(Foto: Ist) Perbesar

Gangguan Cloudflare membuat layanan global seperti ChatGPT, X, dan BMKG sempat tumbang, memicu kehebohan warganet yang menyebutnya sebagai “kiamat internet”.(Foto: Ist)

PRABA INSIGHT – Pada Selasa (18/11), banyak orang mengalami hari yang tidak ideal: bukan karena hujan deras, bukan juga karena mantan mendadak nge-chat, tapi karena internet mendadak ngadat. Bukan, bukan WiFi rumah Anda yang lemot kali ini salah satu tiang penyangga internet dunia, Cloudflare, mendadak sempoyongan.

Efeknya? Layanan yang biasa Anda pakai buat kerja, mager, atau curhat ke AI mendadak mogok. ChatGPT dan Sora dari OpenAI ngambek, platform X tiba-tiba blank, dan situs BMKG pun ikut-ikutan mogok. Warganet pun langsung bikin teori: “Waduh, ini kiamat internet?” Yah, kalau pun iya, jelas bukan hari yang tepat.

Situs pemantau Downdetector yang ironisnya juga sempat ikutan pingsan melaporkan lonjakan user yang kebingungan. Setelah beberapa jam drama digital berlangsung, Cloudflare akhirnya muncul membawa kabar: perbaikan sudah dipasang sekitar pukul 09.57 waktu AS atau 21.57 WIB. Meski begitu, mereka masih menenangkan publik dengan imbauan, “Tenang, tapi dashboard Anda mungkin masih ngadat, ya.”

Terus, apa biang keroknya? Ternyata bukan hacker Rusia, bukan Anonymous, apalagi alien. Penyebabnya adalah file konfigurasi otomatis yang bertugas mengatur lalu lintas ancaman. Entah karena kebanyakan makan atau kebanyakan beban kerja, file itu membengkak sampai kelewat ukuran normal dan bikin software pengendali lalu lintas internet ambruk.

Lonjakan trafik mencurigakan pun terdeteksi sejak sekitar pukul 05.20. Cloudflare buru-buru menegaskan bahwa kejadian ini bukan serangan siber, jadi para penggemar teori konspirasi harap menahan imajinasi dulu.

Dalam pernyataan yang cukup dramatis, juru bicara Cloudflare berkata kurang lebih begini: “Kami tahu kami penting, dan kami tahu Anda kecewa. Maaf ya, internet.” Pernyataan itu dikutip dari CNBC International, lengkap dengan nuansa menanggung dosa seluruh dunia maya.

Perlu diingat, Cloudflare ini bukan pemain ecek-ecek. Mereka menjaga sekitar 20 persen dari lalu lintas situs global. Jadi, kalau mereka batuk sedikit saja, separuh dunia bisa ikut meriang. Tidak heran saham mereka langsung turun lebih dari dua persen setelah kejadian ini.

Yang bikin tambah lucu (atau sedih?), insiden Cloudflare datang setelah serentetan drama digital sebelumnya. AWS sempat kolaps seharian, Microsoft Azure dan Microsoft 365 juga sempat tumbang. Bahkan tahun 2024 pernah muncul episode “Chaos Update” saat perangkat lunak CrowdStrike bikin layanan penerbangan dan fasilitas kesehatan ikut gubra-gubra.

Kalau internet hidup memiliki sinetron, mungkin episode pekan ini akan diberi judul:

“Ketika File Konfigurasi Cloudflare Membangkang dan Dunia Menyalahkannya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

iOS 26.4 Hadir, Fitur Keamanan iPhone Kini Bikin Maling Ketar-ketir

25 Maret 2026 - 09:40 WIB

Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky

17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Samsung Galaxy S26 Ultra Punya Kamera 200MP Lebih Terang, Hasil Uji DxOMark: iPhone 17 Pro Masih Unggul

12 Maret 2026 - 06:36 WIB

Peneliti Temukan Hacker Iran Sudah Menyusup ke Sistem Bank, Perusahaan, dan Bandara AS

11 Maret 2026 - 11:09 WIB

Aturan TKDN Dilonggarkan Usai Perjanjian Dagang RI–AS, Harga iPhone Berpotensi Lebih Kompetitif

27 Februari 2026 - 12:40 WIB

Trending di Tech