Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

News

Drama Ijazah Jokowi, Megawati: “Ya Kok Susah Amat Ya, kan Kalau di ijazah Betul Gitu, Kasih aja”

badge-check

foto megawati Ketua Umum PDI Perjuangan (foto:ist) Perbesar

foto megawati Ketua Umum PDI Perjuangan (foto:ist)

PRABA INSIGHT-Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, akhirnya buka suara soal gonjang-ganjing tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Di tengah peluncuran buku di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025), Megawati menyinggung betapa riuhnya publik menggoreng isu tersebut.

Seolah-olah, ijazah itu bukan cuma secarik kertas, tapi tiket masuk surga yang keasliannya harus diverifikasi oleh malaikat langsung.

“Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, benar apa enggak?” ujar Megawati, setengah heran, setengah penasaran. Mungkin dalam benaknya, daripada ribut di luar, ya mending langsung tunjukkan saja ijazahnya.

“Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja ‘ini ijazah saya’, gitu loh,” tambahnya. Bahasa gampangnya, kalau memang asli, kenapa mesti pakai drama episode panjang?

Sebagai seseorang yang katanya punya gelar profesor tiga biji dan doktor honoris causa sebelas buah—plus masih menunggu empat lagi—Megawati tampaknya tidak paham kenapa urusan ijazah bisa bikin ribut sekampung.

“Loh, kok bingung? Profesor sebelas, kok bingung?” tanyanya dengan nada bercanda. Saking banyaknya gelar, mungkin kalau rapat keluarga, namanya sudah kepanjangan: Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, S.E., M.B.A., Ph.D., dan kawan-kawannya. Siap-siap saja kalau nanti ada undangan arisan dengan kop surat ala kampus Harvard.

Sementara itu, Jokowi memilih jalur tenang—tenang tapi tetap berasap. Ia menegaskan tidak punya kewajiban untuk menunjukkan ijazah kepada Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang menudingnya menggunakan ijazah palsu.

“Beliau-beliau ini meminta saya menunjukkan ijazah asli. Saya sampaikan bahwa tidak ada kewajiban dari saya menunjukkan ke mereka,” tegas Jokowi, penuh percaya diri. Mungkin dalam hati, beliau mau bilang, “Lha wong lulusnya sudah lama, mosok baru sekarang ribut?”

Di Solo, usai bertemu perwakilan TPUA, Jokowi menambahkan bahwa urusan ijazah ini sebenarnya sudah jelas.

“UGM sudah memberikan penjelasan yang gamblang dan jelas,” katanya. Mungkin kalau bisa ditambah, Jokowi ingin bilang, “Kalian cuma kurang ngopi saja biar paham.”

Untuk meredam gejolak, kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, membawa ijazah asli Jokowi ke Bareskrim Polri sebagai bukti. Dokumen itu bahkan akan diuji secara digital forensik, lengkap dengan segala teknologi canggih yang bikin film detektif kalah keren.

“Saat kita sudah menyerahkan hal ini ke jalur hukum, biarkanlah berproses secara hukum,” kata Yakup. Bahasa sederhananya, “Silakan geledah sampai ke pixel terakhir.” Kalau perlu, panggil Sherlock Holmes sekalian, biar dramanya makin maksimal.

Namun, Yakup menegaskan bahwa Jokowi tidak perlu hadir langsung. Ia cukup diwakili adik iparnya, Wahyudi Andrianto, dan ajudan setianya, Kompol Syarif Fitriansyah.

“Nah ini sekarang kami juga menyerahkannya kepada pihak penyelidik untuk melakukan apa yang harus dilakukan sesuai dengan hukum acara,” tutup Yakup dengan penuh diplomasi. Bahasa diplomatis dari “Sudahlah, nggak usah diperpanjang.”

Jadi, kalau nanti hasil digital forensik membuktikan ijazahnya asli, semoga isu gonjang-ganjing ini bisa disudahi. Kalau ternyata palsu? Nah, itu urusan baru yang bisa lebih panjang dari sinetron Azab.

Yang jelas, publik akan selalu menanti episode berikutnya dari drama politik yang makin hari makin mirip maraton telenovela: panjang, penuh plot twist, dan bikin geregetan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News