Menu

Mode Gelap
Polisi Selidiki Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Salemba Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Salemba, Luka Bakar 24 Persen dan Jalani Operasi Mata Usai Temui Wapres Gibran, Rismon Kini Bilang Ijazah Jokowi Asli Dari Surat Forum Travel sampai Fee Percepatan, Begini Kronologi Kasus Haji yang Menjerat Eks Menag Yaqut Setelah Lama Ribut Soal Ijazah, Rismon Sianipar Akhirnya Datangi Rumah Jokowi di Solo Samsung Galaxy S26 Ultra Punya Kamera 200MP Lebih Terang, Hasil Uji DxOMark: iPhone 17 Pro Masih Unggul

News

“Jagung, Polisi, dan Ekonomi Desa: Bukan Fiksi, Ini Indonesia 2025!”

badge-check


					Foto ilustrasi tanaman Jagung (foto: Praba/istimewa) Perbesar

Foto ilustrasi tanaman Jagung (foto: Praba/istimewa)

PRABA INSIGHT – Kalau selama ini Polri dikenal sebagai institusi penegak hukum, kini mereka bisa mendaftar jadi “penegak ketahanan pangan nasional”. Serius.

Polisi kita sekarang nggak cuma jago nangkap penjahat, tapi juga lihai menggarap lahan, menanam jagung, bahkan sampai urusan ekspor segala.

Ini bukan plot sinetron, tapi realita di era Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dan R Haidar Alwi tokoh masyarakat sekaligus pendiri Haidar Alwi Institute nggak ragu mengapresiasi langkah ini.

Katanya, “Polri terbukti punya peran besar dalam mewujudkan swasembada pangan dan ngasih napas segar buat ekonomi petani.”

Polisi Bertani, Petani Berterima Kasih

Tahu nggak, Polri sekarang kelola lahan pertanian jagung seluas 334 ribu hektare lebih.

Dari ladang seluas itu, diprediksi bisa panen antara 1,7 sampai 2,5 juta ton jagung. Dan ini bukan jagung biasa ini jagung hasil edukasi, pemupukan canggih, alat pertanian modern, sampai distribusi yang rapi.

Polri ikut urus semuanya dari hulu sampai hilir. Mulai dari pembinaan petani, penyediaan bibit unggul, pupuk hasil riset mereka sendiri (iya, Polri juga riset), alat tanam modern, sampai pembangunan gudang penyimpanan.

Hasilnya? Produktivitas jagung melonjak tajam. Yang tadinya cuma 2 ton per hektare, kini bisa tembus 9,3 ton.

Dan kabar baik lainnya: penghasilan petani pun ikut naik drastis dari yang awalnya Rp500 ribu per bulan jadi Rp4,5 juta. Gajinya naik hampir sembilan kali lipat, tanpa harus jadi influencer dulu.

Gudang Ada, Harga Aman, Ekspor Jalan Terus

Agar panen nggak mubazir, Polri bareng Bulog bangun 18 gudang penyimpanan yang ditarget selesai Agustus 2025.

Harga pembelian jagung juga jelas: Rp5.500/kg. Nggak pakai tawar-menawar menyakitkan kayak di pasar tradisional.

Untuk memastikan hasil panen nggak cuma ditumpuk di gudang, Polri juga kerjasama dengan 47 pabrik pakan ternak (feedmills) di 17 provinsi.

Bahkan, dua pabrik besar di Maros (Sulsel) dan Lamongan (Jatim) tengah dibangun.

Katanya sih, bakal jadi pusat pengolahan pakan ternak paling besar di Asia Tenggara. Ngeri-ngeri sedap.

Nggak cukup di situ, hasil panen juga diekspor ke Malaysia. Tahap pertama, sebanyak 1.200 ton jagung dilepas langsung oleh Presiden Prabowo, sebagai bagian dari kerjasama ekspor sebesar 20 ribu ton. Harga ekspor? Rp5.900/kg. Cuan.

Polisi, Jagung, dan Stabilitas Nasional

R Haidar Alwi menyebut apa yang dilakukan Polri ini sebagai langkah komprehensif dan kolaboratif.

Bukan hanya soal ketahanan pangan, tapi juga stabilitas keamanan. Karena, ya, logikanya sederhana: kalau rakyat kenyang, negara tenang.

“Dengan peran sebesar ini, upaya mendiskreditkan Polri melalui tuntutan pencopotan Kapolri jadi nggak relevan. Mereka justru kerja nyata, bukan drama,” ujarnya.

Mungkin sebentar lagi, kalau kamu lihat polisi di sawah pakai sepatu boot dan bawa cangkul, jangan heran.

Bisa jadi mereka lagi panen raya. Dan kalau petani tersenyum bahagia sambil menghitung lembaran rupiah, jangan salah sangka itu juga karena Polri.

 

Penulis : Deny Darmono | Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Selidiki Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Salemba

13 Maret 2026 - 18:14 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Salemba, Luka Bakar 24 Persen dan Jalani Operasi Mata

13 Maret 2026 - 18:01 WIB

Usai Temui Wapres Gibran, Rismon Kini Bilang Ijazah Jokowi Asli

13 Maret 2026 - 09:51 WIB

Dari Surat Forum Travel sampai Fee Percepatan, Begini Kronologi Kasus Haji yang Menjerat Eks Menag Yaqut

12 Maret 2026 - 14:36 WIB

Setelah Lama Ribut Soal Ijazah, Rismon Sianipar Akhirnya Datangi Rumah Jokowi di Solo

12 Maret 2026 - 11:29 WIB

Trending di News