Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

Crime

Kabid Propam Sumut Dinonaktifkan, Isu Pemerasan Polisi Bermasalah Menguak

badge-check

Kabid Propam Polda Sumut Kombes Julihan Muntaha dinonaktifkan setelah muncul dugaan pemerasan terhadap sejumlah polisi bermasalah. Kasus ini viral di TikTok dan kini tengah diperiksa secara internal. Perbesar

Kabid Propam Polda Sumut Kombes Julihan Muntaha dinonaktifkan setelah muncul dugaan pemerasan terhadap sejumlah polisi bermasalah. Kasus ini viral di TikTok dan kini tengah diperiksa secara internal.

PRABA INSIGHT – SUMUT – Di Sumatera Utara, jagat kepolisian lagi-lagi diguncang kabar tidak sedap. Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Julihan Muntaha, bersama dua bawahannya, resmi dinonaktifkan dari jabatan. Alasannya bukan perkara sepele: mereka sedang menjalani pemeriksaan terkait dugaan pemerasan terhadap sejumlah polisi yang bermasalah.

Kombes Julihan, lulusan Akpol 1995, disebut-sebut melakukan pemerasan mulai dari angka “puluhan juta” hingga “ratusan juta”. Cerita ini pertama kali meledak setelah akun TikTok @tan_jhonson88 mengunggah rangkaian postingan yang kemudian viral.

Di dalam unggahan itu, Julihan Muntaha disebut bekerja bersama Kompol Agustinus Chandra, Kasubbid Paminal Propam Polda Sumut. Beberapa polisi bahkan dikabarkan takut melapor karena Julihan mengaku dekat dengan Kapolda Sumut.

Salah satu nama yang disebut adalah Ipda Welman Simangunsong dari Ditresnarkoba Polda Sumut. Kisahnya bermula dari pengakuan seorang tersangka kasus narkoba. Tersangka itu mengaku hanya mengenal Ipda Welman, tetapi kemudian disebut dituduh terlibat lebih jauh dan dimintai uang sebesar Rp 1 miliar. Karena tak sanggup, Ipda Welman disebut hanya mampu menyanggupi Rp 100 juta.

Lalu pada 7 Agustus, Ipda Welman dipanggil ke sebuah kafe. Alih-alih menyelesaikan masalah, yang bersangkutan justru ditangkap terkait dugaan kepemilikan narkoba.

Unggahan itu juga menyebut pemerasan hingga Rp 1 miliar terhadap Kapolsek Medan Barat beserta Kanit Reskrim dan sejumlah personel, gara-gara disebut-sebut melepas tersangka kasus narkoba. Karena tak sanggup memenuhi permintaan uang, mereka kemudian dicopot dan dipindah ke Yanma (pelayanan markas). Malangnya, setelah dipindah, mereka disebut masih diminta mencicil “permintaan” yang sebelumnya.

Nama lain yang ikut muncul adalah Aipda Fachri dalam kasus dugaan perselingkuhan. Dalam unggahan itu, ia disebut dimintai Rp 1 miliar. Karena tidak mampu membayar, ia dipindahkan ke Polda Sumut dan kasusnya justru dinaikkan kembali.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendrik Aritonang, juga masuk daftar. Ia ditulis dimintai Rp 200 juta setelah sebelumnya dicari-cari kesalahannya. Pemerasan itu disebut terjadi beberapa bulan sebelum ia mendaftar Sespimen. Bahkan, ada tudingan pungutan liar Rp 10 juta kepada setiap perwira yang hendak mendaftar Sespimen, lantaran mereka membutuhkan SKHP yang ditandatangani Kabid Propam.

Dalam unggahan lanjutan, tuduhan semakin mengular: mulai dari pemerasan personel Ditreskrimsus dengan modus “nanam jagung”, pemerasan tiga Kasat di Polresta Deli Serdang beserta Kanit dan Kapolsek, hingga dugaan pemerasan Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu sebesar Rp 100 juta karena beberapa tahanan melarikan diri.

Ada pula cerita tebang pilih dalam penanganan kasus personel Ditresnarkoba yang menjual 1 kilogram sabu. Dalam unggahan itu, disebut hanya satu personel yang diproses, sementara lainnya tidak.

Tak berhenti di situ, Kombes Julihan Muntaha dan Kompol Agustinus Chandra juga disebut kerap mabuk-mabukan di tempat hiburan malam.

Kasus yang awalnya hanya unggahan Tiktok kini berubah menjadi badai besar yang membuat Propam Sumut berada dalam sorotan nasional. Proses pemeriksaan sedang berjalan, dan publik menunggu jawaban pasti dari aparat.

(Sumber: TribunTimur)


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agustus 2026 - 20:39

Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main

4 Agustus 2026 - 22:43

Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

31 Juli 2026 - 18:05

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

31 Juli 2026 - 15:23

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

30 Juli 2026 - 16:04

Trending di Crime