Menu

Mode Gelap
Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main Persija Disingkirkan Persib di Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong: Saya Tidak Puas, tapi Ini Baru Pemanasan Bukan Cuma Turnamen, ASICS Community Slam 2026 Bangun Ekosistem Tenis dan Padel Indonesia Dekan Baru FH Universitas Pancasila Rilis Roadmap, Alumni Diajak Perkuat Transformasi JakOne Mobile Bikin Bank Jakarta Panen Penghargaan, Bukti Transformasi Digital Bukan Sekadar Gimmick Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

News

Keren! Cetak Sejarah Baru, UNESA Sulap Birokrasi Wiyung Jadi Serba Digital

badge-check

Tim Prodi Film dan Animasi, Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, berfoto bersama perangkat Kecamatan Wiyung, usai acara. Perbesar

Tim Prodi Film dan Animasi, Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, berfoto bersama perangkat Kecamatan Wiyung, usai acara.

PRABAINSIGHT.COM – SURABAYA – Langkah progresif dan luar biasa ditunjukkan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dalam mempercepat transformasi digital di tingkat pemerintahan daerah.

Sadar bahwa era informasi konvensional yang kaku sudah usang, tim ahli dari kampus terkemuka ini turun langsung menggebrak sistem komunikasi publik agar lebih modern dan melek teknologi.

Melalui Program Studi Film dan Animasi, Fakultas Bahasa dan Seni, UNESA sukses menyelenggarakan pengabdian masyarakat berskala besar, dengan mengajarkan teknologi motion graphic, untuk perangkat Kecamatan Wiyung, Surabaya.

Isu utama yang diangkat adalah urgensi peralihan media informasi birokrasi dari konvensional menuju visual kreatif, yang jauh lebih adaptif, cepat, dan gampang dicerna oleh warga lintas generasi.

Penyampaian program kerja pemerintah daerah yang selama ini kerap dinilai njelimet, kini bisa dipangkas menjadi tayangan animasi yang memanjakan mata. Kehadiran para akademisi papan atas dan mahasiswa andalan UNESA ini, menjadi bukti nyata bahwa kampus bukan sekadar menara gading.

Ketia PKM, Akbar Seknun.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UNESA, Akbar Seknun, menegaskan bahwa inovasi visual yang dibawa oleh kampusnya memiliki keunggulan mutlak, dalam mereduksi kompleksitas data birokrasi menjadi pesan yang sangat komunikatif.

“Di era transformasi digital saat ini, penyampaian informasi tidak lagi cukup dilakukan melalui media konvensional, melainkan memerlukan pendekatan kreatif yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” ujar Akbar, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2026).

Akbar menambahkan, bahwa melalui sentuhan kreativitas animasi, tipografi, dan elemen audiovisual, informasi penting seputar program pembangunan, kesehatan, hingga edukasi lingkungan bisa diserap warga Wiyung secara instan tanpa memicu salah paham.

Kecamatan Wiyung sendiri sengaja dibidik, karena memiliki potensi besar yang belum tersentuh inovasi digital secara maksimal. Di bawah bimbingan langsung para pakar UNESA, staf pelayanan publik diajari merancang konten dari nol, mulai dari meramu pesan, mendesain estetika visual, hingga teknik publikasi yang mampu memicu engagement tinggi di media sosial.

Sementara itu, Koordinator Prodi Film dan Animasi UNESA, Tri Cahyo, menyatakan bahwa gerakan ini adalah wujud nyata komitmen tinggi institusinya, dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang berdampak langsung bagi kemaslahatan publik. Menurutnya, hasil riset dan ilmu pengetahuan di lingkungan akademik harus menjadi motor perubahan sosial.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem komunikasi publik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan,” tutur Tri.

Hebatnya lagi, langkah taktis UNESA ini tidak main-main, karena langsung menyasar empat target penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB):

SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menembus batas ruang kuliah untuk mendongkrak kompetensi digital dan literasi media warga di luar kampus.

SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Menghadirkan inovasi teknologi kreatif guna melahirkan sistem pelayanan publik yang jauh lebih efektif.

SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): Membantu memudahkan warga dalam mengakses informasi vital demi mendongkrak kualitas hidup perkotaan.

SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh): Menciptakan transparansi informasi publik yang kokoh demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan kredibel.

Lewat gebrakan berskala makro ini, Prodi Film dan Animasi UNESA, sukses memantapkan posisinya sebagai agen perubahan sosial, yang mampu memberikan solusi riil dan modern bagi tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dekan Baru FH Universitas Pancasila Rilis Roadmap, Alumni Diajak Perkuat Transformasi

4 Agustus 2026 - 18:25

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Temuan BPK Rp3,17 Miliar Berujung Laporan ke KPK, LSM Frontal Desak Pengusutan Pengelolaan Dana Disdikbud Kuningan

3 Agustus 2026 - 16:00

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

KDMP Rp212 Triliun Disorot, Institut Marhaenisme 27 Minta KPK Bongkar Dugaan Penyimpangan

2 Agustus 2026 - 12:57

Trending di News