Menu

Mode Gelap
Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1

News

Kocak! Warung Bakso di Klaten Tarik Biaya AC Rp3 Ribu per Orang, Warganet: Makan Bakso atau Sewa Ruangan?

badge-check

Viral nota warung bakso di Klaten mencantumkan biaya AC Rp3 ribu per orang. Struk pembayaran itu ramai dibahas warganet di media sosial. Perbesar

Viral nota warung bakso di Klaten mencantumkan biaya AC Rp3 ribu per orang. Struk pembayaran itu ramai dibahas warganet di media sosial.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di zaman ketika harga cabai saja bisa bikin orang menarik napas panjang, publik Indonesia rupanya menemukan sumber keresahan baru: biaya AC di warung bakso.

Jagat media sosial tengah ramai membahas sebuah nota pembayaran dari warung bakso di wilayah Klaten Utara, Jawa Tengah, yang mencantumkan tarif tambahan penggunaan AC sebesar Rp3 ribu per orang.

Yang bikin heboh, biaya itu muncul terpisah dalam struk pembayaran, layaknya sedang makan di restoran hotel, bukan di warung bakso yang biasanya identik dengan kipas angin muter pelan dan suara mangkok beradu.

Dalam nota yang viral tersebut, dua pelanggan dikenakan biaya AC total Rp6 ribu di luar harga makanan dan minuman yang mereka pesan.

Struk pembayaran yang disebut terjadi pada Rabu (13/5/2026) pukul 16.16 WIB itu memperlihatkan rincian menu seperti bakso balungan, bakso keju, tetelan, es teh, hingga es tawar.

Total pembayaran tercatat mencapai Rp62 ribu dan dilakukan menggunakan QRIS.

Awalnya mungkin cuma nota biasa. Tapi begitu foto struk itu tersebar di Instagram dan media sosial lain, internet Indonesia langsung bekerja sebagaimana mestinya: mengomentari segala hal dengan penuh kreativitas.

Sebagian warganet menganggap biaya tambahan AC itu terlalu berlebihan untuk ukuran warung bakso.

Ada yang bercanda kalau habis ini makan di tempat ber-AC bakal terasa seperti booking coworking space. Ada pula yang membandingkan pengalaman makan bakso zaman dulu keringatan, kepedesan, tapi setidaknya udara gratis.

Namun di sisi lain, sebagian netizen juga mencoba melihat dari sudut pandang pemilik usaha.

Tagihan listrik yang terus naik, penggunaan pendingin ruangan seharian, hingga biaya operasional tempat makan disebut bisa jadi alasan munculnya tarif tambahan tersebut.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya kuliner Indonesia mulai berubah. Warung makan kini bukan lagi sekadar tempat kenyang murah, tetapi juga ruang nongkrong dengan fasilitas yang makin mirip kafe.

Masalahnya, konsumen Indonesia punya satu kebiasaan unik: rela bayar mahal asal jangan merasa “dipalak diam-diam”.

Karena itu, keberadaan biaya tambahan seperti AC, service charge, atau pajak sering jadi sensitif ketika dianggap tidak diinformasikan sejak awal.

Hingga kini, unggahan nota viral tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial dan memancing beragam pendapat dari masyarakat.

Ada yang menganggap wajar, ada yang merasa aneh, dan ada pula yang mendadak mengecek ulang struk makan mereka sendiri.

Sebab siapa tahu, setelah biaya AC, nanti muncul lagi tarif “duduk terlalu lama” atau “nambah sambal dua kali”.

Indonesia memang nggak pernah kehabisan bahan obrolan. Bahkan semangkuk bakso pun sekarang bisa berubah jadi debat ekonomi mikro nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Trending di Nasional