Menu

Mode Gelap
Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

News

Pantai Tanjung Setia Diserbu Kayu Raksasa, Nelayan dan Wisatawan Pusing, Polisi Telusuri Legalitas

badge-check

Pantai Tanjung Setia di Lampung diserbu ribuan kayu raksasa. Nelayan terdampak, wisatawan kabur. Polisi telusuri legalitas kayu ber-barcode.(Istimewa) Perbesar

Pantai Tanjung Setia di Lampung diserbu ribuan kayu raksasa. Nelayan terdampak, wisatawan kabur. Polisi telusuri legalitas kayu ber-barcode.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – LAMPUNG –  Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang biasanya jadi surga peselancar, kini berubah jadi “lapangan penimbunan kayu raksasa”. Ribuan batang kayu gelondongan, panjang hingga 6 meter dan lebar 1 meter, berserakan di bibir pantai. Aktivitas nelayan lumpuh total, wisatawan pun kabur karena pemandangan jadi semrawut.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, langsung turun ke lokasi pada Senin (8/12/2025). Ternyata kayu-kayu itu bukan sembarang limbah. Barang-barang ini memiliki “KTP” lengkap:

  • Stiker Barcode Kuning bertuliskan ‘Kementerian Kehutanan RI’.
  • Identitas Pemilik: PT Minas Pagai Lumber, Sumatera Barat.
  • Sertifikat Legal: Logo ‘SVLK INDONESIA’ (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu).

“Kami cek ada barcode dan nomor seri yang menempel… Sekarang sedang kami telusuri keabsahannya,” ujar Irjen Helfi.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, kayu-kayu (total 4.800 kubik) diangkut tongkang dari Sumatera Barat sejak 2 November 2025. Namun cuaca ekstrem dan tali kapal yang terlilit membuat tongkang kandas di perairan Pesisir Barat pada 6 November, memuntahkan muatan ke laut.

Warga setempat, termasuk nelayan, terdampak langsung. Salda Andala, warga lokal, mengungkap:

“Kayu-kayu itu menimpa kapal nelayan sampai banyak yang rusak. Aktivitas nelayan berhenti total.”

Kini, polisi sedang memeriksa 3 ABK dan dokumen kayu untuk memastikan apakah ini murni musibah atau ada praktik lain di balik pengiriman kayu ber-barcode tersebut.

Pantai Tanjung Setia tetap indah, tapi sekarang ada tambahan “pemandangan kayu raksasa” yang bikin semua orang garuk-garuk kepala.


Penulis : Ristanto | Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

14 Juli 2026 - 16:48

Dugaan Mega Korupsi di Kejaksaan Jadi Ujian Penegakan Hukum, BEM PTMA Zona III Apresiasi Sikap Prabowo

12 Juli 2026 - 09:17

Masalah Data Adminduk Bekasi Utara Dibahas, Rizki Topananda Dorong Pemutakhiran

11 Juli 2026 - 15:14

Trending di News