PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Pujian dari Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo rupanya bukan sekadar kalimat manis yang biasa muncul dalam acara kenegaraan. Setidaknya begitu tafsir Sandri Rumanama, pendiri Kontra Narasi.
Menurut Sandri, apresiasi Prabowo terhadap Listyo Sigit merupakan pengakuan atas kinerja yang bisa dilihat jejaknya. Jadi, bukan model pujian yang selesai setelah tepuk tangan berhenti.
Sandri menilai posisi Listyo Sigit sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara tidak datang begitu saja. Ada prestasi, pengabdian, dan kemampuan menjalankan tugas yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
“Itu nyata bukan sekedar pujian presiden tapi pujian presiden memang berdasarkan fakta” Ucap Sandri
Ketika Polri Harus Bisa Membaca Arah Pemerintah
Sandri juga menyoroti bagaimana Listyo Sigit memimpin Polri sejak dilantik sebagai Kapolri. Menurutnya, salah satu pekerjaan penting seorang Kapolri bukan cuma memastikan institusinya berjalan, tetapi juga mampu menerjemahkan arah kebijakan pemerintah ke dalam kerja kepolisian.
Dalam pandangan Sandri, hal tersebut terlihat dari upaya Polri menyelaraskan program dan visi institusi dengan agenda pembangunan pemerintah.
“Kita lihat Pengabdian pak Kapilri dan rekam jejak institusi ini, pembangunan dan pengamanan sejalan dengan visi pembangunan kesejahteraan rakyat”. Tuturnya
Dengan kata lain, polisi menurut Sandri tidak cukup hanya datang ketika terjadi keributan, menangkap pelaku kejahatan, atau mengatur lalu lintas. Ada peran yang lebih luas ketika keamanan hendak ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan.
Polri Tak Cuma Soal Kamtibmas
Sandri kemudian bicara soal perubahan cara kerja Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit.
Ia menilai institusi tersebut telah melakukan reformasi dalam menjalankan tugas. Fokus Polri, menurut Sandri, tidak berhenti pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta penegakan hukum.
Polri juga dinilai ikut mengambil bagian dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
“Polri dibawa nahkoda beliau sudah mereformasi cara kerjanya bukan saja semata menjaga kamtibmas dan penegakan hukum lebih dari itu Polri benar benar membantu pemerintah dalam membangun infrastruktur dasar kebutuhan rakyat.
Kalau infrastruktur dasar kebutuhan rakyat terpenuhi keamanan dan ketertiban masyarakat bisa berjalan dengan kesadaran rakyat sendiri jadi inilah yang dimaknai oleh Institusi Polri saat ini. Papar dia”
Bagi Sandri, ada hubungan sederhana antara kebutuhan dasar dan keamanan. Ketika kebutuhan masyarakat terpenuhi, potensi persoalan sosial bisa ditekan. Pada titik itu, keamanan dan ketertiban tidak melulu dibangun dengan pendekatan penegakan hukum, tetapi juga melalui kondisi masyarakat yang lebih sejahtera.
Pandangan tersebut sekaligus menjadi alasan Sandri menganggap pujian Prabowo terhadap Listyo Sigit punya konteks yang lebih luas.
Bukan sekadar Presiden memuji Kapolri karena sedang berada dalam satu forum, melainkan karena ada rekam jejak institusi yang menurut Sandri menunjukkan upaya menyelaraskan keamanan, pelayanan masyarakat, dan pembangunan.
Dan seperti biasa, persoalan akhirnya kembali pada satu hal: kerja nyata. Sebab dalam urusan memimpin institusi sebesar Polri, pujian mungkin menyenangkan, tetapi rekam jejak tetap menjadi bagian yang paling susah untuk dibantah.










