Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

News

Seskab Teddy: 20 Oktober, 20 Ribu Lulusan Baru Bakal Langsung Kerja, Gajinya Sesuai UMK

badge-check


					Seskab Teddy Indra Wijaya meninjau kesiapan Program Magang Nasional bersama Kemenaker, Sabtu (11/10/2025). Pemerintah pastikan 20 ribu lulusan baru siap bekerja mulai 20 Oktober 2025.(Foto:Istimewa) Perbesar

Seskab Teddy Indra Wijaya meninjau kesiapan Program Magang Nasional bersama Kemenaker, Sabtu (11/10/2025). Pemerintah pastikan 20 ribu lulusan baru siap bekerja mulai 20 Oktober 2025.(Foto:Istimewa)

PRABAINSIGHT- JAKARTA- Kalau biasanya tanggal 20 Oktober cuma diingat karena kalender nasional atau sekadar reminder ulang tahun teman, tahun ini bakal beda. 20.000 fresh graduate bakal langsung “terjun bebas” ke dunia kerja lewat Program Magang Nasional. Iya, terjun bebas, tapi dengan baju rapi, laptop siap, dan gaji setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Jadi kalau kamu selama ini ngeluh, “Lowongan kerja kok ribet, Bro, minimal 3 tahun pengalaman,” sekarang pemerintah bilang: santai dulu, ada jalannya.

“Tanggal 20 Oktober Mereka Sudah Langsung Kerja”

Pernyataan ini datang langsung dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya, yang lagi semangat banget ngecek kesiapan program. Dalam unggahan Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Teddy bilang:

“Anda bayangkan, tanggal 20 Oktober nanti mereka sudah langsung bekerja di ribuan perusahaan. Ini bukan wacana, ini kerja nyata pemerintah untuk membuka kesempatan kerja bagi anak muda,” ujar Teddy, Sabtu (11/10/2025).

Kalau dibayangin, ini kayak pemerintah bilang ke anak muda: “Gak usah mikir lama-lama, langsung masuk kerja aja. Kita udah siapin semua.”

Dari 20 Ribu ke Ratusan Ribu

Memang, tahap pertama cuma 20.000 peserta. Tapi jangan sedih dulu kalau kamu belum kebagian. Teddy bilang, pemerintah bakal buka gelombang berikutnya, bahkan sampai ratusan ribu peserta di seluruh Indonesia.

“Bulan Oktober ini kita mulai dengan 20.000 peserta, lalu akan kita buka lagi gelombang berikutnya, bisa 20.000, 30.000, sampai ratusan ribu,” kata Teddy.

Jadi, bagi yang kemarin masih sibuk nyari lowongan online atau kirim CV ke satu-satu perusahaan, ini kesempatan buat napas lega.

Gaji Setara UMK, Bukan Sekadar Janji

Yang bikin program ini oke: uang sakunya disesuaikan dengan UMK. Jadi bukan sekadar magang sambil bikin kopi buat bos, tapi kamu bakal dihargai.

“Uang sakunya berapa? Sesuai dengan upah minimum dari kabupaten dan kota yang nanti akan memperkerjakan di perusahaan itu,” jelas Teddy.

Misalnya magang di Jakarta, kamu bakal dapat sekitar Rp5,4–5,5 juta per bulan. Cukup buat bayar kos, jajan, atau nabung sedikit buat liburan akhir tahun.

Kerja Cepat, Pemerintah Nggak Cuma Omong

Seskab Teddy juga kasih apresiasi buat Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan tim yang sudah menyiapkan semuanya dengan cepat.

“Programnya tadi kita cek betul bagaimana dapat bermanfaat langsung. Sudah dilaksanakan, gerak cepat oleh Menaker,” kata Teddy.

Jadi kalau biasanya program pemerintah kebanyakan di tahap planning dan rapat, kali ini langsung tancap gas.

Bukan Magang Biasa, tapi Investasi Masa Depan

Lebih dari sekadar kerja magang, program ini jadi cara pemerintah menyiapkan tenaga kerja muda yang siap bersaing. Teddy bilang:

“Kita ingin anak-anak muda Indonesia tidak hanya siap kerja, tapi juga siap bersaing,” pungkas Teddy.

Jadi buat para fresh graduate, ini kesempatan emas: belajar, kerja, dan digaji sesuai UMK—semuanya dalam satu paket. Tinggal siapin diri aja, karena tanggal 20 Oktober itu, dunia kerja udah nunggu. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan

27 Maret 2026 - 12:11 WIB

RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana

27 Maret 2026 - 09:05 WIB

Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro

27 Maret 2026 - 08:09 WIB

Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026 - 08:20 WIB

Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill

26 Maret 2026 - 07:29 WIB

Trending di News