Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

News

Titiek Puspa, Sang Legenda, Berpulang di Usia 87 Tahun: Musik Indonesia Kehilangan Sekeping Jiwanya

badge-check


					Foto almh : Titiek Puspa (Ist) Perbesar

Foto almh : Titiek Puspa (Ist)

PRABA INSIGHT- Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Senin, 10 April 2025, publik dikejutkan dengan kabar meninggalnya Titiek Puspa, sang diva yang sudah melekat dalam memori banyak orang dengan lagu-lagu ikoniknya.

Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, pada pukul 16.25 WIB di usia 87 tahun. Sebuah usia yang tak muda lagi, namun tetap menorehkan sejarah panjang di dunia musik Tanah Air.

Sebagian dari kita mungkin hanya tahu Titiek Puspa lewat lagu “Kupu-Kupu Malam” yang enak diputar malam-malam sambil ngopi, atau “Bing” yang seakan mengingatkan kita betapa semesta ini penuh teka-teki.

Tapi, tentu saja, perjalanan hidup dan kariernya jauh lebih berwarna dari itu. Untuk yang belum tahu, beliau lahir dengan nama Sudarwati di Tanjung, Kalimantan Selatan, pada 1 November 1937.

Sejak muda, bakatnya dalam bermusik sudah mulai terlihat, dan siapa sangka, perjalanan itu berlanjut hingga menjadi legenda.

Jangan salah, meski banyak yang mengingatnya sebagai penyanyi, Titiek juga sempat menguji peruntungannya di dunia akting dan penulisan lagu.

Di usia mudanya, ia memulai kariernya dengan memenangkan lomba Bintang Radio di Semarang, yang membuka jalan baginya untuk bergabung dengan Jakarta Symphony Orchestra sebagai penyanyi tetap.

Jika dipikir-pikir, perjalanan kariernya seperti sebuah bukti bahwa dalam dunia hiburan, yang bekerja keras pasti akan dikenang.

Salah satu hal yang menarik adalah meski sudah banyak kali dikabarkan meninggal oleh hoaks, Titiek selalu menerima kabar tersebut dengan santai.

Bahkan, ia pernah berkata, “Sudah lima kali saya dikabarkan meninggal, ya, saya anggap itu doa panjang umur,” katanya dengan khas tawa yang terdengar riang.

Nah, sepertinya, kematiannya kali ini sungguh nyata, dan membuat kita semua merenung, bagaimana seorang legenda bisa begitu teguh berdiri meski sudah sering menjadi bahan gosip.

Di sepanjang kariernya, Titiek telah melahirkan lagu-lagu yang tak hanya enak didengar, tetapi juga sarat makna.

Lagu seperti “Kupu-Kupu Malam” yang penuh dengan lirik romantis, dan “Bing” yang penuh dengan refleksi tentang hidup, sudah menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia.

Bahkan, Rolling Stone Indonesia pernah menempatkan beberapa lagunya dalam jajaran lagu terbaik sepanjang masa. Tentu, ini bukan pencapaian yang mudah diraih, mengingat banyak musisi Indonesia lainnya yang juga berusaha menciptakan karya legendaris.

Namun, sebagaimana layaknya legenda, kepergian Titiek Puspa meninggalkan ruang kosong yang besar. Namun, kita tak akan pernah benar-benar kehilangan Titiek karena warisan musiknya akan terus mengiringi generasi ke generasi.

Karya-karya klasiknya tak akan terlupakan, dan terus menginspirasi kita untuk menghargai seni musik Indonesia yang kaya akan cerita.

Sampai jumpa, Titiek Puspa. Kami akan terus mengenangmu dengan lagu-lagu indah yang telah kau tinggalkan. Semoga tenang di sana, dan kami semua akan terus menyanyikan lagu-lagumu dengan penuh cinta. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

6 Februari 2026 - 15:26 WIB

Gelar UKW dan Pelatihan Digital, Sandri Rumanama Ingatkan Pers Jangan Tunduk

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

Ketika Mens Rea Dipersoalkan, Pandji Pragiwaksono Menempuh Jalan Dialog

3 Februari 2026 - 13:56 WIB

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Pinjol Crowde, Temukan 62 Mitra Fiktif

3 Februari 2026 - 11:58 WIB

Eyang Meri Pergi di Usia 100 Tahun, Perempuan Tangguh di Balik Keteguhan Jenderal Hoegeng

3 Februari 2026 - 08:21 WIB

Trending di News