Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari

badge-check

Update longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi. Enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.(foto: Istimewa) Perbesar

Update longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi. Enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.(foto: Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – BEKASI – Kadang tragedi datang dari tempat yang paling tidak kita bayangkan. Di TPST Bantargebang, gunungan sampah yang selama ini jadi tempat akhir perjalanan plastik dan sisa makanan justru berubah menjadi sumber bencana.

Longsor sampah yang terjadi di Zona 4 kawasan tersebut kini menyisakan kabar duka. Hingga Senin (9/3/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat enam orang, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa ini terjadi di Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Longsoran gunungan sampah dilaporkan terjadi pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB dan menimpa sejumlah orang yang berada di sekitar area pembuangan.

Sejak kejadian itu, kawasan yang biasanya hanya dipenuhi truk sampah berubah menjadi lokasi operasi penyelamatan. Tim SAR harus membuka jalur di antara tumpukan sampah yang tinggi menggunakan alat berat agar bisa menjangkau kemungkinan lokasi korban tertimbun.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa berbagai metode pencarian dikerahkan untuk menemukan korban yang masih hilang.

“Personel SAR gabungan melakukan pembukaan akses menggunakan alat berat seperti beko dan pengerahan K9 untuk mencari tanda-tanda korban. Pencarian juga dilakukan dengan drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh,” kata Desiana dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

Operasi pencarian ini memang tidak mudah. Selain alat berat, tim juga mengandalkan anjing pelacak K9 serta drone thermal yang dapat mendeteksi suhu tubuh dari udara sebuah teknologi yang biasanya digunakan dalam operasi penyelamatan di medan sulit.

Pada Senin siang sekitar pukul 12.05 WIB, tim SAR menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah tersebut kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, tim Disaster Victim Identification (DVI) memastikan identitas korban tersebut sebagai Jussova Situmorang, perempuan berusia 38 tahun.

Belum selesai sampai di situ, tim penyelamat kembali menemukan korban lain pada pukul 17.50 WIB. Korban bernama Hardianto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area pinggir kali yang tertutup timbunan sampah.

Sementara itu, di tengah kabar duka tersebut, ada sedikit kabar baik. Polisi memastikan dua orang yang sebelumnya dilaporkan tertimbun ternyata berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

“Korban atas nama Ato dan Dofir dalam keadaan selamat sudah kembali ke kediamannya masing-masing,” ucapnya.

Secara keseluruhan, 13 orang tercatat menjadi korban dalam insiden longsor ini. Enam orang di antaranya selamat, yaitu Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.

Adapun korban meninggal dunia adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno yang merupakan sopir truk asal Karawang, Irwan Supriatin yang juga sopir truk, Jussova Situmorang, dan Hardianto.

Satu korban lain bernama Riki hingga kini masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim SAR.

Operasi pencarian melibatkan sekitar 336 personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, kepolisian, TNI, BPBD, petugas pemadam kebakaran, hingga relawan.

Di tempat yang selama ini menjadi “rumah terakhir” bagi sampah kota, para petugas kini justru berusaha memastikan tidak ada lagi manusia yang ikut terkubur di dalamnya. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News